Cara Uji Kadar Protein Metode Kjeldahl dan Penjelasannya wa
Penjelasan 3 Rangkaian Metode Kjeldahl
Metode uji kadar protein dengan metode kjeldhl terdiri dari 3 rangkaian metode utama yaitu destruksi, destilasi dan titrasi
1. Destruksi
Pengerjaan paling awal dengan mendestruksi sampel, labu yang digunakan untuk mendestruksi harus memiliki leher yang panjang atau yang biasa disebut labu kjeldahl sehingga mencegah terjadinya kehilangan bahan dan letupan yang kuat pada saat mendestruksi sampel menggunakan asam kuat.
Tujuan destruksi adalah agar senyawa organik seperti C, H, O dalam sampel dapat teroksidasi menjadi CO2, H2O, O2 dan lainnya tanpa teroksidasinya nitrogen menjadi N2. Unsur nitrogen tersebut ditargetkan terikat dengan asam sulfat sebagai amonium sulfat ((NH4)2SO4).
Asam sulfat yang dipergunakan untuk destruksi harus dalam jumlah yang cukup dan diperhitungkan untuk dapat mengurai bahan protein, lemak dan karbohidrat didalam sampel.
N-Organik(s) + H2SO4(l) → (NH4)2SO4(aq) + H2O(l) + CO2(g) + SO2(g)
Untuk mempercepat destruksi, maka ditambahkan katalisator yaitu kalium sulfat (K2SO4) dan tembaga (II) sulfat (CuSo4) atau Na2SO4 dengan CuSO4 (20:1). Katalisator ini berfungsi menaikkan titik didih asam sulfat sehingga proses destruksi dapat berjalan dengan cepat. Tiap satu gram kalium sulfat atau natrium sulfat akan mampu meningkatkan titik didih asam sulfat 30⁰C. Suhu destruksi berkisar antara 370⁰ – 410⁰C. Proses destruksi b jika larutan telah menjadi hijau jernih.
2. Destilasi
Perinsip destilasi adalah pemisahan larutan berdasarkan perbedaan titik didih. Pada kasus ini tujuannya adalah untuk memecah amonium sulfat menjadi amonia (NH3).
Hasil destruksi diencerkan dengan aquadest pengenceran ini perlu dilakukan untuk mengurangi kehebatan reaksi yang nanti akan terjadi apabila larutan ditambahkan senyawa alkali. Larutan dijadikan basa dengan menambahkan natrium hidroksida berlebih, tujuan dari penambahan natrium hidroksida untuk memecah senyawa amonium sulfat (NH4)2SO4 menjadi gas ammonia (NH3).
Reaksi yang terjadi pada tahap destilasi adalah:
(NH4)2SO4 + 2NaOH –> 2NH3 (g)+ Na2SO4(g) + 2H2O
Di dalam penampung destilat, gelas erlenmayer tambahkan asam borat dan indikator conway. Asam borat berfungsi sebagai penjerap atau penerima gas amonia yang terbentuk, agar gas amonia dapat dijerap oleh asam borat secara maksimal, maka ujung pipa destilat dicelup sedalam mungkin. Indikatir conway berfungsi untuk menentukan titik akhir reaksi antara gas amonia dengan asam borat, atau penanda gas amonia berhasil terjerap dalam asam borat yang ditandai dengan warna hijau kebiruan.
Reaksi:
2NH3(g) + 2H3BO3(aq) → 2NH4H2BO3(aq)
Atau
NH3 + H3BO3 (asam borak)–> NH4+ + H2BO3‐
3. Titrasi
Titrasi adalah metode analisis kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi suatu larutan menggunakan larutan yang konsentrasinya sudah kita ketahui. Pada pengujian ini, digunakan titrasi asam basa yaitu suatu metode netralisasi larutan asam dengan basa atau sebaliknya.
Hasil destilat kemudian di titrasi menggunakan HCl 0.1 N atau H2SO4 0.05N. Hasil akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna dari hijau kebiruan menjadi merah muda.
Reaksi yang terjadi:
2NH4H2BO3(aq) + 2HCl(aq) → 2NH4Cl(aq) + H3BO3(aq)
2NH4H2BO3(aq) + H2SO4(aq) → (NH4)2SO4(aq) + H3BO3(aq)
Perhitungan:
Kadar protein %= %N x Fk
%N= [(ml titrasi sampel-ml blanko) x N HCl x fp x 14,007 x 1000%]/mg berat sampel
Faktor Perkalian atau faktor konversi Beberapa Bahan Pangan. (Sudarmadji,dkk, 2003).
- Bir, sirup, biji-bijian, ragi 6,25
- Buah, teh, anggur, malt 6,25
- Makanan ternak 6,25
- Beras 5,95
- Roti, gandum, makaroni, mie 5,7
- Kacang tanah 5,46
- Kedelai 5,75
- Kenari 5,18
- Susu 6,38
- Gelatin 5,55
Catatan
Idilator coway adalah indikator pembangkit warna yang dibuat dengan mencampurkan indikator metil merah dengan brom kresol hijau dalan etanol absolute. Pada proses uji kadar protein ini, ditempatkan di erlenmayer penampung destilat bersama asam borat.
Demikian artikel tentang Cara Uji Kadar Protein Metode Kjeldahl dan Penjelasannya. Semoga bermanfaat!
Refrensi:
- Apriantini, Gusti Ayu Eka. 2020. Analisis Kadar Protein Produk Susu Caur yang di Olah Melalui Proses Pemanasan Pada Suhu yang Sangat Tinggi (Ultra High Temperature). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. DOI :10.23887/ijacr-undiksha.
- Robby Candra Purnama, Agustina Retnaningsih, Indah Aprianti. 2019. Perbandingan Kadar Protein Susu Cair UHT Full Cream pada Penyimpanan Suhu Kamar dan Suhu Lemari Pendidinginan dengan Variasi Lama Penyimpanan dengan Metode Kjeldhal. Lampung: Akademi Analis Farmasi Dan Makanan Putra Indonesia Lampung.



