Penentuan Kadar Air dan Kadar Abu

Mahsun saleh S.Si

0 Comment

Link

Kadar air adalah jumlah air yang terkandung dalam gram sampel yang merupakan selisih dari sampel sebelum dan sesuadah di keringkan.  Penentuan Kadar Air dan kadar Abu

Kadar abu adalah jumlah abu yang terdapat dalam gram sampel yang merupakan selisih dari sampel sebelum dan sesudah sampel di abukan.

Baca juga: Penentuan bilangan penyabunan (Saponifikasi)

Pada ekstraksi minyak, air sering menjadi alasan penyebab terjadinya hidrolisa asam lemak, sehingga sebelum mengekstrak minyak, kadar air dalam sampel harus dikurangi.

Cara Mengurangi Kadar Air dalam Bahan

Ada beberapa cara mengurangi kadar air dalam sampel, yaitu:

  • Diangin-anginkan untuk bahan tipis halus seperti daun
  • Di jemur untuk bahan yang umumnya tebal

Tujuan Penentuan Kadar Air dan Kadar Abu

Tujuan analisis dan penentuan kadar air dan kadar abu, yaitu;

1. Karakterisasi bahan

Analisis kadar abu merupakan analisis kasar untuk menguji karakteristik sampel bahan dengan tujuan mengetahui seberapa siap sampel bahan untuk proses selanjutnya. Kadar airyang tinggi dapat mempengaruhi proses berkelanjutan, dan tingginya kadar abu menunjukan kualitas bahan.

2. Sifat Fisiko Kimia sebagai kualitas mutu

Kadar air dan kadar abu dalam hasil penelitian adalah sebagai standar mutu produk. Missal pada minyak nabati, adanya kandungan ar yang besar pada minyak menyebabkan terjadinya proses hidrolisa seingga berefek pada besarnya nilai bilangan asam lemak, memperngaruhi aroma dan rasa serta kemampuannya dalam bidang industry.

Bilangan pengabuan juga dianggap hal berbahaya, karena besarnya bilanga pengabuan dalam sebagai industry dapat merusak mesin atau lannya.

Minyak inti Biji kepuh ditimbang sebanyak 1, 1,5 dan 2gram kemudian dioven pada suhu105oC. kemudian di dinginkan kedalam desikator sebelum kemudian dihitung berat minyak inti biji kepuh. kadar air dihitung dengan cara membandingkan berat minyak intibiji kepuh setelah di oven dengan berat minyak inti biji kepuh sebelum dioven.

SNI (2015) mensyaratkan mutu minyak berdasarkan kadar air dan abu pada minyak sebagai bahan bakar,yaitu: Kadar air 0,1%  dan Kadar abu 0,02%

Logika Penentuan ; jika dalam sampel pada suhu diatas titik didih air 105’c (dalam oven)  menghasilkan gram sampel yang lebih rendah dari  gram semuala, maka selisihnya dianggap sebagai kadar air tetapi jika gram sebelum dan sesudah pemanasan oven pada suhu 105’c adalah sama maka bahan dianggap tidak memiliki kadar air. 

Sedangkan untuk bilangan abu, biasanya pengabuan menggunakan suhu yang lebih besar yaitu seperti alat Tanur, dengan menggunakan suhu 300-600’c jika kadar abu sesudah di abukan lebih rendah daripada gram sampel maka selisihnya dianggap kadar abu.

Cara Penentuan Kadar Air dan Kadar Abu

Berikut cara penentuan kadar air dan kadar abu, yaitu:

Kadar Air

Sampel ditimbang sebanyak 10 gram kemudian dioven pada suhu105oC. kemudian di dinginkan kedalam desikator sebelum kemudian dihitung berat biji. kadar air dihitung dengan cara membandingkan berat sampel setelah di oven dengan sampel sebelum dioven.

 %  Kadar air =  (grm sampel basah –  grm sampel kering)/grm sample basah

Kadar Abu

Biji kepuh ditimbang 5 gram kemudian dimasukkan kedalam tanur pada suhu 600oC selama 3 jam setalah itu kemudian di masukkan kedalam oven untuk menurunkan panas cawan porselin pada suhu 100oC.

Selanjutnya didinginkan di dalam desikator sebelum kemudian dihitung berat abu. kadar abu dihitung dengan cara membandingkan berat biji kepuh setelah di oven dengan berat biji kepuh sebelum dioven.

 %  Kadar abu =  (grm sampel basah –  grm abu)/grm sample basah

Demikian artikel tentang Penentuan Kadar Air dan kadar Abu. Semoga bermanfaat!

Sumber: Mahsun, FMIPA, Universitas Mataram

Tags:

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar