Hukum Raoult dan Sifat Larutan Nonelektrolit

pembuatan larutan NaOH dan HCl

Tekanan uap suatu komponen yang menguap dalam larutan sama dengan tekanan uap komponen murni dikalikan dengan fraksi mol komponen yang menguap dalam larutan, pada suhu yang sama. Hukum Raoult dan Sifat Larutan Nonelektrolit

Baca juga: Hukum Kepler dan Gravitasi Newton

“Tekanan uap larutan ideal dipengaruhi oleh tekanan uap pelarut dan fraksi mol zat terlarut yang terkandung dalam larutan tersebut” Raoult 

Misalkan komponen A,
PA= P°A XA

PA= Tekanan uap larutan
XA = Fraksi mol A
P°A = tekanan uap A murni

Dengan kata lain, bunyi hukum ini :
Tekanan uap parsial komponen A dalam larutan berbanding lurus dengan fraksi mol dan tetapan perbandingan adalah tekanan uap komponen A mumi.

Larutan Ideal

Larutan yang mengikuti hukum Raoult disebut larutan ideal

Persyaratan larutan ideal :

  • Molekul zat terlarut dan molekul pelarut tersusun sembarang)
  • Pencampuran tidak terjadi efek kalor

Misalnya suatu larutan ideal terdiri atas komponen A dan komponen B. Semua
gaya Kohesi (A-A, A-B dan B-B) harus identik. Pada pencampuran A dan B tidak timbul maupun diserap kalor. Gaya yang terdapat dalam larutan A/B sama dengan gaya dalam A murni dan B murni.

Jadi gaya tarik menarik antara molekul A dan molekul B adalan sama dengan gaya
antara molekul A dan molekul A dan antara molekul B dan molekul B,

Jarang terdapat larutan ideal dan pada umumnnya larutan menyimpang dari keadaan ideal.

Untuk larutan ideal yang mengandung dua komponen (1 dan 2) yang dapat menguap, sesuai dengan hukum Raoult.
P1 = p°1 X1 P2 = P°2 X2
Tekanan Total
P = P1 + P2 = P°1×1 + P°2×2

Komposisi uap setiap komponen dapat dihitung dengan hukum Raoult.

Misalnya pada sistem larutan benzena-toluena traksi nmol benzena 0,35 dan fraksi mol toluena 0,65 (pada gambar).

Diketahui tekanan uap benzena murni 75 mmhg pada 20 °C dan tekanan uap toluena muni 22 mmHg pada 20°C.

Tekanan total =
P + P2 = 0,35 × 75 + 0,65 x 22
26,25 + 14,33 = 40,58

Menurut hukum Dalton, fraksi mol benzena (1) dan toluena (2)

X1 = P1/Ptotal = 26,25/40,58 = 0,65
X2 = P2/Ptotal = 14,33/40,58 = 0,35

Uap lebih banyak mengandung komponen yang lebih mudah menguap

Larutan Non ldeal

Fada umumnya hanya sedikit larutan yang memenuhi hukum Haoult. Larutan yang tidak memenuhi hukum Raoult disebut larutan non ideal. Pada larutan ideal dan zat pelarut A dan zat terlarut B, tarikan A-B sama dengan tarikan A-A dan B-B, sedangkan kalor
pelarutan, /f1)= O.

Jika tarikan antara A-B, lebih besar dari tarikan A-A dan B-B, maka proses pelarutan adalah eksoterm dan /H(1) < 0. Misalnya pada campuran antara aseto (CH3COH3) dan kioroform (CHCl3) terjadi ikatan hidrogen antara aseton dan kIorororm sehingga tekanan uap larutan lebih kecil dibandingkan dengan tekanan yang dihitung dengan hukum Raoult.

Penyimpangan dari hukum Raoult ini disebut penyimpangan negatif

Deviasi negatif (Larutan aseton-kloroform)

Sebaliknya jika tarikan A-B lebih lemah maka /Ha > 0, maka proses pelarutan adalah endoterm. Oleh karena pada pembentukan larutan diserap kalor, maka komponen- komponen berada pada tingkat energi yang lebih tinggi setelah terjadi interaksi dibandingkan sebelumnya. Dalam hal ini gaya intermolekul melemah jika dicampurkan
komponen polar dan nonpolar. Oleh karena sistem berada pada tingkat energi yang lebih tinggi, maka diperlukan hanya sedikit kalor untuk penguapan. Pada setiap suhu, tekanan uap lebin besar dari tekanan yang dihitung menurut hukum Raoult.

Penyimpangan dari Hukum Raoult ini disebut penyimpangan positif.

Deviasi positif (Larutan eter CCl4)

Sifat Larutan

Demikian artikel tentang Hukum Raoult dan Sifat Larutan Nonelektrolit (Gas Ideal & Non Ideal) semoga bermanfaat!

Refrensi:

Hiskia Ahmad. Kimia Larutan

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *