Tabel Priodik Unsur; Sejarahnya, Unsur, Priode dan golongan

Mahsun saleh S.Si

0 Comment

Link

Tabel Periodik Unsur adalah sebuah tabel yang berisi daftar unsur kimia yang dikelompokkan berdasarkan sifat-sifat kimianya. Tabel Priodik Unsur; Sejarahnya, Unsur, Priode dan golongan

Umumnya Tabel ditampilkan dalam bentuk baris dan kolom yang disebut periode dan golongan. Setiap unsur memiliki simbol kimia yang unik, biasanya terdiri dari satu atau dua huruf, dan nomor atom yang menunjukkan jumlah proton di dalam inti atomnya.

Baca juga: Bagaimana Tabel Priodik Unsur di Susun?

Tabel Periodik Unsur sangat berguna dalam kimia karena memberikan informasi tentang sifat-sifat kimia dan fisika dari unsur-unsur tersebut. Dengan menggunakan Tabel Periodik Unsur, kita dapat memprediksi reaktivitas kimia, konfigurasi elektron, dan banyak lagi. Tabel Periodik Unsur merupakan salah satu dasar penting dalam mempelajari kimia secara umum.

Sejarah penemuan tabel priodik unsur

Sejarah penemuan Tabel Periodik Unsur mulai pada abad ke-19, ketika para ahli kimia mulai mengidentifikasi unsur-unsur kimia. Pada tahun 1808, John Dalton mengemukakan teori atom yang menyatakan bahwa setiap unsur terdiri dari atom yang unik. Namun, pada saat itu, hanya sekitar 30 unsur yang diketahui.

Pada tahun 1869, Dimitri Mendeleev dan Lothar Meyer secara independen memperkenalkan Tabel Periodik Unsur. Mendeleev membangun tabel periodik berdasarkan berat atom dan sifat-sifat kimia unsur, sedangkan Meyer membangun tabel berdasarkan volume atom.

Tabel Periodik Unsur Mendeleev berisi 63 unsur yang terorganisir dalam delapan golongan dan belasan periode. Tabel ini memungkinkan para ilmuwan untuk memprediksi sifat-sifat unsur yang belum para ilmuan temukan.

Beberapa tahun kemudian, ilmuwan lain menemukan unsur-unsur baru yang sesuai dengan prediksi Mendeleev. Kontribusi dari para ahli kimia lainnya seperti Henry Moseley yang menemukan nomor atom dan Glenn Seaborg yang menambahkan unsur-unsur transuranium ke dalam tabel, membuat Tabel Periodik Unsur menjadi semakin lengkap.

Hari ini, Tabel Periodik Unsur telah menjadi dasar penting dalam pemahaman kimia modern. Perkembangan teknologi juga telah memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan dan mempelajari unsur-unsur baru yang lebih langka dan eksotis.

Jumlah unsur dalam tabel priodik unsur

Tabel Periodik Unsur terdiri dari 118 unsur yang telah ditemukan dan dikonfirmasi hingga saat ini. Unsur-unsur ini tersusun dalam periode (baris horizontal) dan golongan (kolom vertikal) berdasarkan sifat-sifat kimianya.

Setiap unsur memiliki simbol kimia unik yang terdiri dari satu atau dua huruf dan nomor atom yang menunjukkan jumlah proton di dalam inti atomnya. Jumlah unsur dalam Tabel Periodik Unsur telah berkembang seiring waktu seiring dengan penemuan unsur-unsur baru.

Tabel Periodik Unsur sangat penting dalam kimia karena memberikan informasi tentang sifat-sifat kimia dari unsur-unsur tersebut, memungkinkan para ilmuwan untuk memprediksi reaktivitas kimia dan konfigurasi elektron, serta memfasilitasi penelitian dan aplikasi kimia dalam berbagai bidang, seperti ilmu material, farmasi, dan teknologi energi.

Susunan dalam Tabel priodik unsur

Berikut beberapa kriteria penyusunan tabel priodik unsur, yaitu:

1. Nomor atom (jumlah proton)

Unsur-unsur dalam tabel periodik tersusun berdasarkan nomor atom atau jumlah proton setiap unsur tersebut. Unsur dengan nomor atom terkecil terletak pada bagian kiri atas, dan unsur dengan nomor atom terbesar terletak pada bagian kanan bawah.

2. Golongan

Unsur-unsur dalam tabel periodik juga terkelompokkan berdasarkan golongannya, yaitu unsur-unsur dalam satu golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama sehingga memiliki sifat kimia yang mirip. Misalnya golongan 1A berisi unsur logam alkali, golongan 2A berisi logam alkali tanah, dan seterusnya.

3. Periode

Unsur-unsur dalam tabel periodik juga dikelompokkan dalam periode atau baris tertentu berdasarkan kongfigurasi elektronnya. Satu periode merupakan satu lapisan elektron. Misalnya periode 1 memiliki 1 lapisan elektron, periode 2 memiliki 2 lapisan elektron, dan seterusnya.

4. Blok

Unsur-unsur dalam tabel periodik juga terbagi menjadi blok-blok tertentu berdasarkan subkulit elektronnya. Ada blok s, p, d, dan f. Misalnya blok s berisi unsur golongan 1A dan 2A, blok p berisi golongan 3A sampai 8A, dan seterusnya.

Jadi unsur-unsur dalam tabel periodik secara keseluruhan teratur secara sistematis berdasarkan 4 kriteria di atas, yaitu nomor atom, golongan, periode, dan blok.

Cara membaca tabel priodik unsur

Tabel Periodik Unsur menyediakan informasi tentang sifat-sifat kimia dan fisika dari unsur-unsur kimia yang telah ada. Untuk membaca tabel, pertama-tama kita harus memahami struktur dasarnya.

Tabel Periodik Unsur terdiri dari periode (baris horizontal) dan golongan (kolom vertikal). Periode menunjukkan jumlah kulit elektron yang terisi dalam atom, sedangkan golongan menunjukkan jumlah elektron valensi. Setiap unsur memiliki simbol kimia yang unik dan nomor atom yang menunjukkan jumlah proton di dalam inti atomnya.

Kita juga dapat melihat massa atom relatif dan konfigurasi elektron dari setiap unsur. Dalam membaca tabel, kita juga dapat mengidentifikasi tren dalam sifat-sifat kimia, seperti reaktivitas, ukuran atom, dan keelektronegatifan, yang dapat membantu memprediksi sifat-sifat unsur yang mungkin para ilmuan akan temukan.

Dengan memahami cara membaca tabel Periodik Unsur, kita dapat menggunakannya sebagai alat penting dalam mempelajari kimia dan memahami sifat-sifat unsur-unsur kimia yang berbeda.

Apa Itu Golongan dalam Tabel Periodik Unsur?

Golongan dalam tabel periodik unsur merupakan cara untuk mengelompokkan unsur-unsur kimia berdasarkan sifat-sifat yang serupa. Tabel periodik modern terdiri dari 18 kolom, yang disebut golongan, dan 7 baris, yang disebut periode. Setiap golongan dalam tabel periodik memiliki sifat-sifat kimia yang serupa karena unsur-unsur di dalamnya memiliki struktur elektron yang sama di lapisan terluar (valensi).

Berikut ini adalah ringkasan dari ke-18 golongan dalam tabel periodik unsur:

1. Golongan 1: Logam Alkali

Unsur-unsur yang termasuk dalam golongan ini adalah litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), cesium (Cs), dan fransium (Fr). Logam alkali memiliki satu elektron di lapisan valensi mereka, yang membuat mereka sangat reaktif. Mereka bereaksi dengan cepat dengan air dan oksigen, dan membentuk senyawa ionik dengan non-logam.

2. Golongan 2: Logam Alkali Tanah

Unsur-unsur golongan ini meliputi berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Logam alkali tanah memiliki dua elektron di lapisan valensi mereka, yang membuat mereka lebih reaktif daripada logam transisi tetapi kurang reaktif daripada logam alkali. Mereka juga membentuk senyawa ionik dengan non-logam.

3. Golongan 3-12: Logam Transisi

Logam transisi mencakup unsur-unsur seperti besi (Fe), tembaga (Cu), perak (Ag), dan emas (Au). Mereka memiliki sifat-sifat logam seperti konduktivitas listrik dan termal yang baik, serta kekuatan dan ketangguhan. Logam transisi memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi dan biasanya membentuk senyawa koordinasi.

4. Golongan 13: Boron dan Logam Pasca Transisi

Golongan ini terdiri dari boron (B), aluminium (Al), galium (Ga), indium (In), dan timah (Tl). Mereka memiliki tiga elektron di lapisan valensi dan cenderung membentuk senyawa ikatan kovalen.

5. Golongan 14: Karbon dan Silikon

Unsur-unsur dalam golongan ini meliputi karbon (C), silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sn), dan timbal (Pb). Mereka memiliki empat elektron di lapisan valensi dan bisa membentuk senyawa kovalen dan ionik.

6. Golongan 15: Nitrogen dan Fosfor

Golongan ini mencakup nitrogen (N), fosfor (P), arsen (As), antimon (Sb), dan bismut (Bi). Mereka memiliki lima elektron di lapisan valensi dan membentuk senyawa kovalen dan ionik dengan berbagai tingkat oksidasi.

7. Golongan 16: Oksigen dan Belerang

Unsur-unsur ini meliputi oksigen (O), belerang (S), selenium (Se), telurium (Te), dan polonium (Po). Mereka memiliki enam elektron di lapisan valensi dan cenderung membentuk senyawa anionik dengan logam.

8. Golongan 17: Halogen

Halogen mencakup fluor (F), klor (Cl), brom (Br), iodin (I), dan astatin (At). Mereka sangat reaktif karena memiliki tujuh elektron di lapisan valensi dan cenderung membentuk senyawa anionik dengan logam serta ikatan kovalen dengan non-logam.

9. Golongan 18: Gas Mulia

Gas mulia meliputi helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn). Mereka memiliki delapan elektron di lapisan valensi (kecuali helium yang memiliki dua) dan sangat stabil, sehingga jarang bereaksi denganunsur lain. Sifat ini membuat gas mulia sangat berguna dalam berbagai aplikasi industri dan ilmiah.

Dalam tabel periodik, unsur-unsur diatur dengan urutan nomor atom yang meningkat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Seiring dengan peningkatan nomor atom, unsur-unsur menunjukkan variasi sifat fisik dan kimia yang teratur, yang disebut tren periodik. Beberapa tren periodik yang penting meliputi keelektronegatifan, afinitas elektron, energi ionisasi, dan jari-jari atom.

Pemahaman tentang golongan dalam tabel periodik dan tren periodik yang berhubungan dengannya sangat penting dalam kimia, karena membantu memprediksi sifat dan reaktivitas unsur-unsur dan senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur tersebut. Pengetahuan ini juga penting dalam pengembangan berbagai aplikasi teknologi dan ilmiah, seperti sintesis bahan baru, proses manufaktur, dan pengobatan.

Apa itu priode dalam tabel priodik unsur?

Dalam Tabel Periodik Unsur, periode merujuk pada baris horizontal yang mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan jumlah kulit elektron yang terisi dalam atom. Setiap periode mulai dari unsur dengan kulit elektron terendah dan berakhir pada unsur dengan kulit elektron tertinggi.

Dalam satu periode, jumlah proton di dalam inti atom bertambah satu pada setiap unsur yang bersebelahan, sehingga jumlah elektron dan jumlah kulit elektron yang terisi juga bertambah satu. Hal ini menyebabkan sifat-sifat kimia unsur-unsur dalam satu periode cenderung serupa dan memiliki pola, seperti ukuran atom yang mengecil dari kiri ke kanan pada periode dan meningkat dari atas ke bawah pada golongan.

Memahami periode dalam Tabel Periodik Unsur sangat penting dalam mempelajari kimia, karena dapat membantu memprediksi sifat-sifat kimia dari unsur-unsur yang belum diketahui dan memfasilitasi penelitian dan aplikasi kimia dalam berbagai bidang. Tabel Priodik Unsur; Sejarahnya, Unsur, Priode dan golongan

Demikian ulasan tentang Tabel Priodik Unsur; Sejarahnya, Unsur, Priode dan golongan. Semoga bermanfaat!


Refrensi
Ilyasweb.com/tabel-priodi-kunsur
Teknobgt.com
Wikipedia.org

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar