Ternyata Burung Beo Bisa Lebih Pintar dari Manusia? Simak Hasil Penelitian Harvard Berikut!
Dunia hewan memang selalu menyimpan kejutan yang luar biasa, terutama ketika kita berbicara mengenai kemampuan kognitif spesies yang sangat berbeda dengan kita. Banyak orang menganggap bahwa kecerdasan tinggi hanya milik manusia saja, padahal evolusi telah membentuk kemampuan otak yang unik pada berbagai makhluk. Salah satu penemuan paling mengejutkan datang dari laboratorium riset di Amerika Serikat yang membandingkan memori visual antara burung dan manusia. Ternyata Burung Beo Bisa Lebih Pintar dari Manusia? Simak Hasil Penelitian Harvard Berikut!
Baca juga: Fakta Tentang Burung Pelatuk, Kepalanya Seperti Palu
Penelitian menarik ini dilakukan oleh para ahli dari Harvard University, Cambridge, USA, yang hasilnya resmi terbit dalam jurnal Scientific Reports pada 6 Mei 2020. Tim peneliti ini dipimpin oleh Hrag Pailian, seorang rekan postdoctoral, bersama psikolog Irene Pepperberg dan Susan E. Carey. Mereka berusaha mengungkap bagaimana kemampuan manipulasi memori kerja visual bekerja pada lintas spesies, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga burung.
Mengenal Griffin, Si Burung Beo yang Jenius
Subjek utama dalam penelitian ini adalah seekor burung beo abu-abu Afrika (Psittacus erithacus) yang sangat cerdas bernama Griffin. Saat penelitian berlangsung, Griffin sudah berusia 22 tahun dan telah menjadi subjek studi kognitif sejak ia berumur 7,5 minggu. Griffin bukan burung sembarangan karena ia sudah menguasai sekitar 30 kata bahasa Inggris dan memahami arti dari 40 kata lainnya.
Metode Penelitian: Tantangan “Game Shell”
Para peneliti menggunakan metode eksperimen yang unik untuk menguji batas memori kerja visual, yaitu dengan varian “Game Shell” atau permainan cangkir.
- Peserta: Griffin harus bersaing dengan 21 mahasiswa Harvard (undergraduates) serta 21 anak-anak yang berusia antara 6 hingga 8 tahun.
- Prosedur: Peneliti menyembunyikan pom-pom warna-warni di bawah cangkir plastik, lalu cangkir-cangkir tersebut dikocok atau ditukar posisinya beberapa kali di atas meja.
- Tingkat Kesulitan: Eksperimen ini terdiri dari 14 jenis percobaan yang semakin sulit, di mana jumlah pom-pom bertambah hingga empat buah dan jumlah pergeseran posisi mencapai empat kali.
- Tugas: Setelah cangkir berhenti bergerak, peserta harus menunjukkan lokasi warna pom-pom tertentu yang diminta oleh peneliti dari tumpukan terpisah.
Hasil Penelitian yang Menakjubkan
Hasilnya benar-benar di luar dugaan banyak orang karena Griffin menunjukkan performa yang sangat luar biasa stabil. Burung beo ini berhasil mengungguli kelompok anak-anak pada seluruh 14 jenis percobaan yang dilakukan oleh tim peneliti Harvard. Griffin bahkan menyamai atau bahkan melampaui kemampuan mahasiswa Harvard dalam 12 dari 14 sesi percobaan yang diberikan.
Hrag Pailian menyatakan kekagumannya dengan berkata, “Pikirkan tentang hal ini: Bayan abu-abu mengungguli mahasiswa tingkat akhir Harvard. Itu sangat luar biasa.” Ia menambahkan bahwa meskipun para mahasiswa tersebut berasal dari jurusan teknik atau pra-medis, Griffin tetap mampu mengalahkan mereka dengan sangat telak. Akurasi Griffin baru mulai menurun ketika ia harus melacak empat pom-pom yang dikocok sebanyak empat kali di akhir hari.
Kesimpulan: Warisan Evolusi yang Purba
Penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan memanipulasi informasi dalam memori kerja visual bukan hanya milik manusia modern saja. Fakta bahwa burung beo bisa tampil setara dengan manusia menunjukkan bahwa manipulasi mental adalah kemampuan kuno yang sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu. Hal ini kemungkinan besar sudah dimiliki oleh leluhur bersama kita sebelum garis evolusi memisahkan mamalia dan burung di masa lampau.
Sebagai penghargaan atas kerja kerasnya mengalahkan para jenius dari Ivy League, para peneliti memberikan hadiah berupa kacang mete mentah untuk Griffin. Sementara itu, para mahasiswa Harvard harus rela menerima kenyataan bahwa dalam permainan memori ini, mereka kalah cerdas dari seekor burung. Ternyata Burung Beo Bisa Lebih Pintar dari Manusia? Simak Hasil Penelitian Harvard Berikut!
Referensi Jurnal:
- Hrag Pailian, Susan E. Carey, Irene M. Pepperberg. “Age and Species Comparisons of Visual Mental Manipulation Ability as Evidence for its Development and Evolution.” Scientific Reports. 6 Mei 2020.



