Ini Bahan Kimia dalam Plastik dengan Risiko Kematian Tertinggi!

0 Comment

Link

Ini Bahan Kimia dalam Plastik dengan Risiko Kematian Tertinggi!. Tahukah Anda, plastik plastik yang kita temukan di sekitar kita, mulai dari alat makan, peralatan dapur, alat-alat bangunan, bahkan alat medis kesehatan, dapat berkontribusi pada kematian penyakit jantung. Hal ini terkait dengan bahan kimia yang terdapat didalamnya, yang dapat memicu berbagai penyakit yang dapat menimbulkan kematian.

Baca juga: Bahaya Plastik pada Tingkat DNA

Pernahkah kita berpikir, plastik yang berada di sekitar kita terbuat dari bahan seperti apa!. Berdasarkan penelitian dari NYU Grossman School of Medicine, yang terbit di jurnal eBioMedicine (2025), para peneliti menemukan bahan kimia yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik yaitu Ftalat, meningkatkan resiko kematian.

Ftalat adalah  bahan kimia yang tersebar luas di dunia dan digunakan dalam industri pembuatan plastik untuk meningkatkan kelenturan dan daya tahan.

Risiko Penyakit dari Paparan Bahan Kimia Ftalat

Sekarang, Para ahli telah menemukan bahaya dari paparan jenis bahan kimia ftalat tertentu selama beberapa dekade. Paparan bahan kimia ftalat ini banyak ditemukan di dalam deterjen, pelarut, kosmetik, pipa plastik, dan berbagai produk lainnya. Sehingga, dengan banyaknya ditemukan paparan bahan kimia ini, para ahli mengaitkannya dengan meningkatnya risiko penyakit saat bahan kimia ini dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil dan dicerna.

Adapun penyakit-penyakit yang dimaksud seperti obesitas, diabetes, bahkan masalah kesuburan dan kanker. Jenis ftalat yang saat ini menjadi fokus para peneliti di  NYU Langone Health adalah jenis DEHP (di-2-ethylhexyl phthalate).

Sifat dan Karakter dari DEHP – Ftalat

DEHP merupakan senyawa organik sintetik yang biasanya dimanfaatkan sebagai tambahan dalam membuat berbagai jenis plastik, tambahan ini bertujuan untuk menambah fleksibilitas dalam pembuatan plastik. Karena itu, beberapa bahan plastik yang kita temukan seperti wadah makanan dan alat-alat  dari plastik lainnya lebih fleksibel dan lebih lembut.

Karakteristik dari DEHP ini tidak mudah larut dalam air akan tetapi mudah larut dalam lemak. Sehingga, Makanan atau bahan lain tinggi lemak akan membuat DEHP terlarut.

Dalam penelitian lain, bahan kimia DEHP ini juga banyak digunakan pada alat-alat medis yang berbahan plastik dan kandungan DEHP ini dapat berpindah atau luluh ke bahan yang dibungkus dengan kandungan DEHP. Beberapa Penelitian tersebut diantaranya adalah penelitian terkait luluhnya DEHP dari kantung intravena PVC ke dalam sejumlah obat-obatan dan komponen obat, seperti pelarut dan surfaktan. Selain itu, berpindahnya DEHP dari kantung PVC ke LVPS (0,9% NaCl) dan LVPS siklosporin pada konsentrasi 2,5 dan 0.5mg/ml, dimana persentase DEHP sekitar 0,02-0,08% yang berpindah dari dalam kantung.

Kasus Kematian dari Bahaya DEHP

Paparan plastik dari bahan DEHP ini memiliki risiko yang tinggi terkait dengan kesehatan, bahkan dikaitkan dengan kematian. Pada tahun 2018, di wilayah Asia dan Timur Tengah, bahan kimia DEHP ini menurut para ahli kemungkinan sudah berkontribusi pada kematian terkait masalah jantung sebesar 356.000 lebih kasus. Peneliti menemukan DEHP ini pada kasus peradangan pada arteri, dimana bahan ini ditemukan pada  kemasan makanan dan peralatan medis.

Dalam analisis terbaru mereka, paparan DEHP ini diperkirakan berkontribusi terhadap 356.238 kematian, atau lebih dari 13% dari semua angka kematian global akibat penyakit jantung pada tahun 2018 di antara pria dan wanita yang berusia 55 sampai 64 tahun.

Ilmuwan peneliti asosiasi di NYU Grossman School of Medicine, Sara Hyman,BS. mengatakan, “Dengan menyoroti hubungan antara ftalat dan penyebab kematian utama di seluruh dunia, temuan kami menambah bukti yang luas bahwa bahan kimia ini menimbulkan bahaya besar bagi kesehatan manusia”. Hyman, Mahasiswa pascasarjana di NYU School of Public Global Health menambahkan, bahwa dalam sebuah penelitian sebelumnya dari tahun 2021, tim peneliti menghubungkan ftalat dengan lebih dari 50.000 kematian dini setiap tahun, sebagian besar karena penyakit jantung, diantara orang Amerika yang lebih tua.

Data yang digunakan oleh tim peneliti adalah data kesehatan dan lingkungan dari lusinan survei populasi untuk memperkirakan paparan DEHP di 200 negara dan wilayah. Informasi tersebut termasuk sampel urin yang mengandung produk pemecahan kimia yang ditinggalkan oleh aditif plastik. Sedangkan data kematian diperoleh dari sebuah kelompok penelitian di AS yang mengumpulkan informasi medis di seluruh dunia untuk mengidentifikasi tren dalam kesehatan masyarakat yakni Institute for Health Metrics and Evaluation.

Negara-Negara dengan Kerugian Tertinggi Akibat DEHP

Diantara temuan utama, penelitian telah menunjukkan bahwa kerugian di wilayah gabungan Asia Timur dan Timur Tengah serta wilayah gabungan Asia timur dan Pasifik masing-masing menyumbang sekitar 42% dan 32% dari kematian akibat penyakit jantung yang terkait dengan DEHP. Secara khusus, India memiliki jumlah kematian tertinggi dengan 103.587 orang meninggal dunia, diikuti oleh China dan Indonesia.

Para peneliti juga memperkirakan beban ekonomi akibat kematian yang diidentifikasi dalam studi mereka sekitar $510 miliar dan mungkin mencapai $3,74 triliun.

Seorang profesor di Departemen Kesehatan Populasi, Trasande, memperingatkan bahwa analisis ini awalnya tidak dirancang secara khusus untuk membuktikan bahwa bahan kimia DEHP secara langsung menyebabkan penyakit jantung dan risiko kematian lebih tinggi, dan tidak mempertimbangkan jenis ftalat lainnya. Sehingga, akibat dari bahan kimia ini, kemungkinan jauh lebih tinggi.

Trasande juga mengatakan bahwa para peneliti selanjutnya berencana untuk melacak bagaimana pengurangan paparan ftalat seiring waktu dapat mempengaruhi tingkat kematian global, serta memperluas penelitian ke masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh bahan kimia, seperti kelahiran prematur.

Demikian artikel dengan judul Ini Bahan Kimia dalam Plastik dengan Risiko Kematian Tertinggi! ulasan dari review jurnal eBiomedicine, untuk lebih jelasnya anda bisa membacanya dijurnal asli melalui link refrensi dibawah.

Jurnal Refrensi

Sara Hyman,  Chiara Giannarelli, Jonathan Acevedo, Leonardo Trasande. 2025. Paparan ftalat dari plastik dan penyakit kardiovaskular: estimasi global mortalitas yang dapat diatribusikan dan tahun-tahun kehidupan yang hilang . eBioMedicine , 2025; 105730 DOI: 10.1016/j.ebiom.2025.105730

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar