Terapi Cahaya Merah Tua: Solusi Sederhana untuk Meningkatkan Penglihatan di Usia 40 Tahun

Ketika manusia memasuki usia 40 tahun, sel-sel pada retina mata secara alami mulai mengalami penuaan yang cukup signifikan bagi kesehatan. Laju penuaan seluler ini sebagian besar dipicu oleh penurunan fungsi mitokondria yang bertugas menghasilkan energi atau ATP untuk mendukung kerja sel. Terapi Cahaya Merah Tua: Solusi Sederhana untuk Meningkatkan Penglihatan di Usia 40 Tahun

Baca juga: Bagaimana Mata biru Terjadi?

Retina merupakan organ yang menua lebih cepat dibandingkan organ lainnya karena memiliki kepadatan mitokondria paling besar pada sel fotoreseptor mata. Akibatnya, terjadi pengurangan jumlah ATP hingga 70% selama masa hidup manusia yang menyebabkan penurunan drastis pada fungsi fotoreseptor di retina. Tanpa energi yang memadai, sel-sel fotoreseptor tidak lagi mampu menjalankan peran normalnya untuk menangkap cahaya dan memberikan penglihatan yang tajam.

Penemuan Luar Biasa dari University College London (UCL)

Sebuah penelitian terbaru oleh ilmuwan ophthalmology dari University College London (UCL) menemukan adanya respon positif mitokondria terhadap paparan sinar merah. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada tahun 2021 ini menunjukkan bahwa cahaya merah tua dapat meningkatkan penglihatan seseorang. Profesor Glen Jeffery, sebagai penulis utama dari UCL Institute of Ophthalmology, menjelaskan bahwa mitokondria memiliki kepekaan khusus terhadap cahaya gelombang panjang. Panjang gelombang cahaya yang mencakup rentang 650 hingga 900 nanometer terbukti mampu meningkatkan kinerja mitokondria dalam menghasilkan energi seluler bagi retina. Intervensi sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi biaya sosial akibat masalah kesehatan penglihatan secara global.

Dasar Penelitian: Kekuatan Cahaya Merah Tua Setiap Hari

Penelitian inovatif ini sebenarnya didasarkan pada pekerjaan tim sebelumnya yang telah menunjukkan efek positif dari paparan cahaya merah tua harian. Paparan cahaya merah tua selama tiga menit setiap hari terbukti mampu ‘menyalakan’ kembali mitokondria sel untuk menghasilkan energi di retina. Hal ini secara alami membantu meningkatkan penglihatan yang menurun akibat usia tanpa perlu prosedur medis yang sangat rumit bagi pasien. Selain itu, para ilmuwan ingin menetapkan efek paparan singkat tiga menit dengan menggunakan tingkat energi yang lebih rendah dari penelitian sebelumnya. Uji coba pada lalat juga menemukan bahwa mitokondria menampilkan beban kerja yang berubah-ubah tergantung pada waktu paparan yang diberikan peneliti.

Langkah-Langkah dan Prosedur Penelitian pada Manusia

Untuk mempelajari efek ini lebih lanjut, para peneliti mengembangkan temuan mereka dari studi sebelumnya pada tikus, lebah, dan lalat buah. Dalam uji coba klinis terhadap manusia, tim peneliti mengikuti langkah-langkah sistematis yang melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang usia dan jenis kelamin:

  • Pemilihan Peserta: Peneliti melibatkan 20 orang peserta yang terdiri dari 13 orang perempuan serta 7 orang laki-laki dalam penelitian ini.
  • Proses Paparan Cahaya: Semua peserta terkena cahaya merah tua dengan panjang gelombang 670nm selama tiga menit di pagi hari hari.
  • Waktu Intervensi: Paparan cahaya dilakukan secara konsisten antara pukul 8 pagi hingga pukul 9 pagi untuk mendapatkan hasil yang optimal.
  • Pengujian Ulang: Penglihatan warna partisipan diuji kembali tiga jam setelah paparan, dan sepuluh peserta diuji lagi satu minggu setelah paparan awal.
  • Uji Banding Sore: Enam peserta melakukan tes yang sama di sore hari antara pukul 12 siang hingga 1 siang setelah beberapa bulan.

Hasil Signifikan: Peningkatan Penglihatan yang Terukur

Temuan riset menunjukkan adanya peningkatan rata-rata yang signifikan sebesar 17% dalam penglihatan warna partisipan setelah mendapatkan paparan cahaya merah tua. Peningkatan ini bahkan bertahan selama satu minggu penuh pada peserta yang diuji ulang setelah tujuh hari sejak paparan cahaya tersebut dilakukan. Pada beberapa peserta yang berusia lebih tua, peningkatan fungsi penglihatan bahkan mencapai angka 20% yang bertahan selama satu minggu penuh pula. Namun, hasil yang berbeda ditemukan ketika pengujian dilakukan pada siang hari atau sore hari antara pukul 12 siang hingga 1 siang. Pengujian sore hari tersebut menunjukkan peningkatan 0%, yang berarti paparan cahaya merah tua tidak memberikan pengaruh apa pun jika dilakukan sore.

Perbandingan Energi dan Keamanan Perangkat LED

Penelitian ini menggunakan energi cahaya yang dipancarkan oleh obor LED hanya sebesar 8mW/cm2, jauh lebih rendah dibandingkan 40mW/cm2 pada studi sebelumnya. Meskipun energinya dikurangi, hal ini hanya meredupkan cahaya dan sama sekali tidak memengaruhi panjang gelombang cahaya merah tua yang masuk ke mata. Profesor Jeffery menekankan bahwa kedua tingkat energi tersebut sangat aman bagi mata manusia, namun pengurangan energi memberikan manfaat tambahan yang signifikan. Penggunaan perangkat LED sederhana seminggu sekali di pagi hari dapat mengisi ulang sistem energi yang menurun di sel retina manusia. Proses ini diibaratkan seperti mengisi ulang baterai yang telah habis agar fungsi penglihatan mata dapat kembali bekerja secara maksimal lagi.

Masa Depan Terapi Mata yang Terjangkau bagi Dunia

Teknologi ini dianggap sangat aman karena energi cahaya gelombang panjang 670nm tidak jauh lebih besar daripada cahaya yang ditemukan di lingkungan alami. Profesor Jeffery telah bekerja sama dengan Planet Lighting UK di Wales untuk memproduksi perangkat mata infra merah dengan harga yang terjangkau. Tujuan utamanya adalah menyediakan solusi kesehatan mata bagi jutaan orang tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mencapai puluhan ribu dolar Amerika Serikat. Di masa depan, paparan cahaya merah tua selama tiga menit seminggu sekali dapat dilakukan sambil membuat kopi atau mendengarkan podcast favorit. Penambahan rutinitas sederhana semacam itu diharapkan dapat mengubah sistem perawatan mata dan penglihatan di seluruh dunia secara efektif dan efisien. Terapi Cahaya Merah Tua: Solusi Sederhana untuk Meningkatkan Penglihatan di Usia 40 Tahun


Jurnal Referensi:

  • Harpreet Shinhmar, Magella Neveu, Chris Hogg, Glen Jeffery. 2021. Weeklong improved colour contrasts sensitivity after single 670 nm exposures associated with enhanced mitochondrial function. Scientific Reports, 2021; 11 (1) DOI: 10.1038/s41598-021-02311-1.
  • Penyelenggara Dana: Biotechnology and Biological Sciences Research Council, dan Sight Research UK.
  • Donasi: Lab Profesor Glen Jeffery di UCL Institute of Ophthalmology melalui platform Give Now UCL.