10 Manfaat Limbah Sawit yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas sawit terbesar di dunia yang memproduksi minyak nabati dalam jumlah yang sangat melimpah. Meskipun inti biji sawit menjadi komponen utama yang dimanfaatkan, namun proses pengolahannya juga menghasilkan berbagai macam limbah padat yang sangat besar volumenya. 10 Manfaat Limbah Sawit yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Baca juga: Minyak sawit merupakan edible oil terbesar didunia

Persentase Limbah yang Dihasilkan dalam Setiap Ton Sawit

Setiap satu ton buah sawit yang diproses akan menghasilkan berbagai jenis limbah padat serta limbah cair dalam jumlah yang cukup signifikan. Berikut adalah rincian persentase limbah yang dihasilkan berdasarkan data dari Mandiri pada tahun 2012 yang mencatat jumlah limbah mencapai 126.317,54 ton per tahun:

  • Tandan Kosong Sawit: Menghasilkan sekitar 23% atau setara dengan 230 kg dari setiap satu ton buah sawit yang diolah.
  • Limbah Sabut Sawit: Menghasilkan sekitar 13% atau setara dengan 130 kg dari total berat buah sawit yang masuk proses produksi.
  • Serabut Sawit: Memberikan kontribusi limbah sebesar 13% atau sekitar 130 kg yang dihasilkan selama masa pengolahan berlangsung di pabrik.
  • Limbah Cangkang Sawit: Menghasilkan sekitar 6,5% atau setara dengan 65 kg yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai guna.
  • Lumpur Sawit: Menghasilkan limbah sebesar 4% atau 40 kg yang merupakan hasil sampingan dari proses produksi minyak mentah tersebut.
  • Limbah Cair: Merupakan bagian terbesar dari limbah proses yang mencapai persentase hingga 50% dari total input bahan baku sawit.

Manfaat Tandan Kosong Sawit sebagai Sumber Energi dan Nutrisi

Tandan kosong merupakan limbah padat terbesar yang memiliki kandungan senyawa makro serta mikro yang sangat penting bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Berdasarkan penelitian Singh (1989), tandan kosong mengandung Karbon sebesar 42,8%, K2O 2,9%, Nitrogen 0,8%, P2O5 0,22%, serta MgO 0,40%.

1. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa

Berdasarkan hasil uji lab ITB pada tahun 2010, tandan kosong dari Distrik Jair memiliki nilai kalori sebesar 4.492,7436 kalori per gram. Kandungan selulosa yang mencapai 41,392% memungkinkan limbah ini dikonversi menjadi tenaga listrik yang diperkirakan mampu menghasilkan daya sebesar 7,33 MW.

2. Pemanfaatan sebagai Pupuk Kompos Organik

Tandan kosong mengandung senyawa organik seperti N 1,5%, P 0,5%, K 7,3%, dan Mg 0,9% yang sangat berpotensi sebagai substrat pupuk. PT REA Kaltim Plantations telah membuktikan bahwa penggunaan limbah ini sebagai pupuk dapat mengurangi biaya pemupukan tanaman hingga mencapai 60%.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Tandan Kosong:

  • Persiapkan komposisi bahan yang terdiri dari 10 kg limbah tandan kosong sawit sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos tersebut.
  • Campurkan dengan 0,5 kg pupuk kandang, 0,5 kg dedak, 2 liter air sumur, 0,1 liter air kelapa, serta 0,1 liter EM-4.
  • Selain itu, penelitian Venny dan Lia menunjukkan penambahan jamur merang dapat meningkatkan kadar Kalium hingga sebesar 64,15% pada kompos.
  • Hasilnya, pupuk ini mengandung senyawa streptomyces yang bersifat racun terhadap hama serta penyakit tanaman karena adanya enzim khusus stremtomisin.

Potensi Cangkang Sawit sebagai Bahan Bakar dan Bioetanol

Cangkang sawit memiliki karakteristik fisik yang kuat dan kandungan kimia yang sangat berguna jika diolah kembali dengan teknologi yang tepat. Dengan kandungan selulosa lebih dari 41%, cangkang sawit dapat menjadi solusi energi alternatif yang ramah lingkungan untuk berbagai sektor industri.

3. Konversi Menjadi Bioetanol

Penelitian oleh Lucky dan Erwan menunjukkan bahwa matrial lignoselulosa pada cangkang dapat dikonversi menjadi monosakarida menggunakan enzim Zymomonas mobilis saat fermentasi. Proses konversi glukosa ini mampu mencapai angka sebesar 97,81% dengan hasil akhir berupa yield etanol sebesar 56,44% yang efektif.

4. Produksi Arang Aktif dan Asap Cair

Arang aktif dari cangkang sawit memiliki luas permukaan antara 300 hingga 2000 m2 per gram yang berfungsi sebagai adsorben pemurnian air. Selain itu, proses pirolisis cangkang sawit menghasilkan asap cair yang mengandung senyawa fenol 4,13% serta karbonil 11,3% yang bersifat antimikroba.

5. Bahan Bakar Pengganti Batubara

Cangkang sawit memiliki nilai kalor yang tinggi setara dengan batubara jenis lignit menurut penelitian yang dilakukan oleh Effendi pada tahun 2008. Penggunaannya dalam industri karet terbukti mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 22,8% serta mengurangi produksi abu hingga 62%.

Kegunaan Sabut Sawit dalam Industri dan Pertanian

Sabut sawit merupakan serat yang memiliki daya tahan mekanik yang baik serta kandungan selulosa yang cukup tinggi untuk berbagai aplikasi. Berikut adalah beberapa rincian manfaat sabut sawit yang telah ditemukan melalui berbagai penelitian ilmiah di laboratorium maupun lapangan:

6. Penguat Sifat Mekanik Komposit

Penelitian Hutubarat (2014) mengungkapkan bahwa sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan penguat sifat mekanik pada material komposit fiber glass. Penambahan serat ini secara signifikan mampu meningkatkan tingkat kelenturan serta tingkat kekerasan pada produk akhir komposit yang dihasilkan tersebut.

7. Media Pengolahan Limbah Cair

Sabut sawit mengandung 40% selulosa yang dapat berfungsi sebagai mediator pertumbuhan mikroba untuk menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS pada limbah. Menurut Kuadrat (2011), bahan yang mengandung selulosa serta lignin ini memiliki daya serap 6000 kali lebih besar dibandingkan arang aktif.

8. Bahan Baku Pembuatan Pulp (Kertas)

Menurut Saraswati dkk (2013), serat sabut sawit dapat diolah menjadi pulp dengan tingkat kecerahan mencapai 65,4% dan kuat tarik 4,06 kgF/cm2. Produk kertas yang dihasilkan memiliki karakter fisik ketahanan sobek sebesar 1622 mN dengan nilai rendemen akhir sebesar 26,80% yang stabil.

9. Media Tanam Alternatif

Penelitian Gusta dkk (2014) menunjukkan bahwa kombinasi sabut sawit dan kompos kiambang dapat menggantikan posisi topsoil dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit tanaman. Hal ini sangat efektif untuk digunakan pada tahap awal pertumbuhan bibit sawit (prenursery) dengan hasil parameter tinggi bibit yang baik.

10. Bahan Bakar Boiler dan PLTU

Limbah padat seperti cangkang dan serat serabut sangat melimpah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler pada pabrik pengolahan kelapa sawit. Penggunaan cangkang pada PLTU 6 MW menghasilkan output rata-rata sebesar 4,5 MW per hari dengan tingkat efisiensi total mencapai angka 20,5%.

Demikianlah sepuluh manfaat utama dari pengolahan limbah sawit yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi, lingkungan, serta kemandirian energi nasional kita. 10 Manfaat Limbah Sawit yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Refrensi:

  • Hutabarat, U. 1. J., Sifat Mekanik Komposit Fiber Glass Dengan Penguat Serat Sabut Buah Kelapa Sawit Berorientasi Presentase Jumlah Serat Secara Random, 2014, 8(2). 18-27.
  • Effendi. 2008. Jambi Belum Ekspor Cangkang Jamasri, Diharjo K., dan Gunesti, Kajian Sifat Kelapa Sawit.
  • Jati, A. W.; Kusumawardhani N. A.; dan Setyorini E.; Optimasi Pembuatan Pulp Serabut Sawit (Elais guineensis) Melalui Proses Hidrolisis dengan NaOH. Majalah inovasi “Riset Material Lanjut”, 2011, 10(3), hal. 2.
  • Ginayati, L; Faisal, M.; Suhendrayatna.
  • Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengolah Limbah Cair, 2011, 6(12), hal. 891-898.
  • Gusta. A. R.; Kusumastuti, A.; Parapasan, Y.; Kundari, N. A.; Slamet W., Tinjauan
  • Pemanfaatan Zompos Kiambang dan Sabut
  • Kelapa Sawit sebagai Media Tanam Alternatifpada Prenursery Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq), 2015, 15(2), 151-155.
  • Harris, Anam, J., Mahmudsyah, S., 2013, Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
  • Mandiri, Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan, Jakarta, 2012, 61.
  • Laboratorium Kimia. 2010. Analisis Tandan Kosong Kelapa Sawit, Bandung
  • Mandiri, Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan, Jakarta, 2012, 61.
  • Manusawai. H. A., Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair, 2011, 6(12), 892