10 Manfaat Bunga Rosella untuk Pria dan Wanita. Bunga rosella adalah salah satu bunga yang populer di Indonesia baik sebagai tanaman hias ataupun tanaman herba. Tanaman bunga rosella berasal dari benua afrika, di afrika rosella menjadi bahan makanan selai atau jeli, di jamaika sebagai bahan salad atau makanan mentah dan di beberapa negara termasuk di Indonesia, bunga Rosella menjadi tanaman hias dan minuman herbal untuk banyak manfaat kesehatan. 

Bunga rosela (Hibiscus sabdarifa L.) merupakan  salah  satu  tanaman  yang mengandung  zat wama  antosianin, mengandung senyawa fenolik seperti tanin, saponin dan flavonoid.

Baca juga: Manfaat Kurkumin dan sumbernya

Klasifikasi Bunga Rosella

Klasifikasi ilmiah bunga Rosella:

  • Divisi   :Tracheophyta
  • Subdivisi :Spermatophytina
  • Klad     :Angiospermae
  • Ordo     :Malvales
  • Famili     :Malvaceae
  • Subfamili :Malvoideae
  • Tribus     :Hibisceae
  • Genus     :Hibiscus
  • Spesies   :Hibiscus sabdariffa
  • Senyawa dan Gizi Bunga Rosella 

Kandungan senyawa  kimia Bunga Rosella

Berikut senyawa kimia dalam bunga Rosella:

  • Antosianin
  • Asam protosatekuat, 
  • Asam askorbat, 
  • Ekstrak saliks
  • Glikosida cardiac
  • Flavonoid
  • Saponin
  • Alkaloid
  • SardenoledA
  • Anthocyanins delphinidin-3-O-sambubioside
  • Cyanidin-3-O-sambubioside

Rosella kering mengandung flavonoid gossypetin

Pigmen utama terdentifikasi sebagai daphniphylline. Sejumlah kecil myrtillin (delphinidin 3-monoglucoside), Chrysanthenin (cyanidin 3-monoglucoside), dan delphinidin juga terdapat pada tanaman ini.

Kandungan Gizi bunga rosella

Kelopak bunga Rosella mengandung beberapa zat penting bagi tubuh, yaitu:

  • Vitamin C
  • Vitamin A,
  • Protein esensial
  • Kalsium, dan
  • 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh.

Wedang Rosella

Rp. 99.000

Manfaat Bunga Rosella bagi Kesehatan

Khasiat rosela cukup populer untuk berbagai jenis penyakit, yaitu menurunkan asam urat, Hipertensi, Deabetes mellitus, melangsingkan Tubuh, memperbaiki metabolisme tubuh, menghambat sel kanker, mencegah sariawan dan panas dalam, meredakan batuk, mencegah flu, menambah vitalitas, antioksidan, antihipertensi, antidepresi, aprodisiak, deuretik (peluruh kencing), antibiotik, sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol.

Secara tradisional, ekstrak kelopak rosella berkhasiat sebagai antibiotik, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), pelarut, deuretik (melancarkan buang air kecil), sedativ (penenang), dan tonik. Berikut 10 Manfaat Bunga Rosella untuk Pria dan Wanita:

1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Senyawa utama dalam bunga rosella adalah Antosianin yaitu senyawa utama yang berperan sebagai anti hipertensi. Berdasarkan studi Haji Faraji (1999) Terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11,2 % dan tekanan diastolik sebesar 10,7% setelah diberi terapi teh rosela selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang.

Menurut hasil penelitian M. Suzery, dkk (2010) Metode  maserasi  5oC  menghasilkan  total  antosianin  sebesar  77,26mg/100g, maserasi  25oC  sebesar  128,76mg/100g dan soxhletasi  sebesar  86,83mg/100g.

2. Penyakit Jantung

Manfaat utama yang kedua adalah penyakit jantung, dari penelitian yang dilakukan ilmuwan Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, konsumsi rosela digunakan sebagai salah satu cara baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

3. Asam Urat & Ginjal

Rosella diketahui dapat menurunan kreatinin, asam urat, tartrat, sitrat, kalsium, natrium, dan fosfat dalam urin pada 36 pria yang mengonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari penyebab asam urat dan penyakit ginjal (Kirdpon, 1994).

Juga, berdasarkan hasil penelitian Sri wahyuningsih, dkk (2015) menunjukkan bahwa ekstrak air kelopak bunga rosela dosis 46,25 mg/kgBB mempunyai efek antihiperurikemia terbaik di mana dapat menurunkan kadar asam urat.

4. Kanker dan Diabetes

Bunga Rosella mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Perlu Anda ketahui, jumlah antioksidan yang dikandung rosela tersebut memiliki aktivitas 4 kali lebih tinggi dibanding bubuk kumis kucing.

Penelitian lain oleh Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, juga menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosela terdiri atas senyawa antosianin, gossipetin dan glukosida hibiscin yang mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak.

Juga, peneliti dari Faculty of Agriculture, Kagoshima University, menemukan adanya kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin pada rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia

5. Kolesterol

Rosela juga terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL-kolesterol dalam darah. Penelitian terhadap efek kerabat bunga sepatu itu terhadap kegemukan juga dilakukan oleh Sayago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition, Universidad Complutense de Madrid, Spanyol. Menurut Sayago rosela mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak. 

 6. Deuretik

Hasil penelitian Elin yulinah, dkk (2015)  menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak air kelopak bunga rosela mempunyai efek diuretik dibandingkan dengan kontrol berbeda bermakna (P≤0,05).

7. Meningkatkan Sistem Imun dan Stamina

Berdasarkan hasil penelitian Mardiah, dkk (2019) uji sistem imun dengan bunga rosella, menggunakan bahan uji tikus, menemukan pemberian ekstrak rosela dosis 40,5 mg/KgBB dapat mempertahankan fungsi sistem imun pada tikus Sprague Dawley dengan peningkatan nilai rata-rata jumlah neutrofil segmen sebesar 42,2%, total serum protein sebesar 10,99g/dl, bobot limpa relatif sebesar 0,22% dan bobot hati relatif sebesar 3,27% yang masih dalam batas normal hewan coba dalam kondisi sehat sehingga dapat memberikan efek protektif terhadap serangan antigen. 

8. Anti Bakteri

Kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes. Aktivitas tersebut diduga karena adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang terkandung dalam bunga rosela (Safira, dkk, 2021).

Ekstrak kelopak rosela (Hibiscus sabdariffa L.) juga memiliki efek antibakteri terhadap beberapa mikroba patogen. Diketahui bahwa mikroba dapat ditemukan dalam bentuk biofilm yang relatif lebih resisten terhadap antibiotik. Hasil penelitan Soegianto (2012), menunjukkan fraksi etil asetat sebagai fraksi yang paling aktif dalam penghambatan pertumbuhan bakteri.

9. Anti inflamasi

Menurut hasil penelitian Susanti, (2011) uji Anti inflamasi menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak bunga rosela menurunkan volume edema (pembengkakan). Efek penurunan volume edema bunga ekstrak rosela 7,5% b/v lebih baik daripada efek suspensi deiklofenak secara statistik.

Juga hasil penelitian Adinda (2020), menunjukan teh kombucha bunga rosella sangat berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji Mann Whitney menunjukkan fermentasi kombucha rosela memiliki daya hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri

10. Meningkatkan hemoglobin

Rosella (Habicus Sabdariffa) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki kandungan mineral (fe) dan vitamin C paling tinggi. Hasil penelitian Hermawati (2022) menujukan bunga rosella memiliki pengaruh terhadap hemoglobin.  Anemia merupakan kadar hemoglobin di dalam darah rendah yaitu kurang dari 12 gr/dl pada remaja khususnya putri.Ketika hemoglobin tidak dapat berfungsi dengan baik, tubuh akan mengalami beberapa gejala berupa lemas dan cepat lelah, sakit kepala dan pusing, kulit terlihat pucat, dada berdebar, serta sesak napas dua miliar penduduk dunia mengidap anemia defisiensi zat besi.

Cara konsumsi bunga Rosella:

Menurut (Herrera-Arellano, 2004) standar konsumsi bunga Rosella dapat Anda buat dari 10 gram kelopak kering dan setengah liter air. Sekarang, ada produk wedang Rosella yang dapat Anda simpan untuk trapi herbal untuk beragam jenis penyakit di atas dengan penyajian cepat.

Berikut cara Penyajian, cukup rebus 5grm bunga rosella dalam 250 air hangat, atau dengan jumlah tertentu menggunakan perbandingan tersebut.

Efek samping bunga Rosella

Efek samping konsumsi bunga rosella khususnya bagi penderita asam lambung, menurut (Wikipedia), dapat mencapai pH 3,14 sehingga perlu diwaspadai reaksi lambung untuk pengidap maag, karena kemungkinan memiliki efek merugikan.

Bolehkah konsumsi bunga Rosella untuk penderita Asam lambung? dari pemaparan di atas maka sebaiknya untuk hindari herba ini.

Produk olahan bunga Rosella

Berikut beberapa pemanfaatan bunga Rosella dalam beragai produk olahan, yaitu:

  • Teh
  • Obat 
  • Selai
  • Sayuran
  • Tepung 

Demikian informasi 10 Manfaat Bunga Rosella untuk Pria dan Wanita, semoga bermanfaat.

Refrensi: 

M. Suzery, S. Lestari, and B. Cahyono. Penentuan Total Antosianin dari kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) dengan Metode Maserasi dan Sokletasi. UNDIP

Sri Wahyuningsih, Ellin Yulinah S, Sukrasno, Karina N. Efek Antihiperurikemia Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tikus Putih Wistar Jantan. Farmasi UNJANI, Farmasi ITB. 

Mardiah, Dwi Ariyanti Nur’utami, dan Arti Hastuti. Pengaruh Pemberian Serbuk Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Universitas Juanda Bogor. 

Safira Nafisa, Yuslia Noviani, Moch Futuchul Arifin, Calista Nathania. 2021. Formulasi dan Uji Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes. Universitas Pancasila. 

LISA SOEGIANTO, Dr. rer. nat. Triana Hertiani, M.Si., Apt. 2012. Isolasi dan Identifikasi Zat Antibakteri dalam Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.). UGM. 

Widy Susanti Abdulkadir , Febriyanti Polontalo. UJI EFEKANT IINFLAMASI EKSTRAKETANOL BUNGA ROSELA(HIBISCUS SABDARIFFA LINN.)PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS). 

Adinda Ismu Chofidah, S.Farm (2020) PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus DARI REBUSAN BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) DENGAN KOMBUCHA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) BERDASARKAN LAMA FERMENTASI. Other thesis, STIKES RS Anwar Medika.

Harmawati, Sandra Hardini, Prima Yulianti. 2022. PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PEMBERIAN REBUSAN EKSTRAK BUNGA ROSELA (HIBISCUP SABDARIFFAN) PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA DI SMAN 9 PADANG

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *