Ilmuwan Temukan Cara Pohon Merekam Jejak Gempa Bumi

Pernahkah Anda membayangkan bahwa pepohonan memiliki kemampuan luar biasa untuk merekam jejak gempa bumi pada masa lalu? Bumi melepaskan energinya dari kedalaman, kemudian kita merasakannya sebagai getaran kuat yang merambat hingga ke permukaan tanah. Selanjutnya, peristiwa alam ini sering kali meninggalkan bukti paling sederhana berupa perubahan nyata pada lanskap alam sekitar kita. Ilmuwan Temukan Cara Pohon Merekam Jejak Gempa Bumi

Baca juga: Ternyata Butiran Pasir Menyimpan Setiap Momen Sejarah Perjalanan Bumi

Bencana alam ini memang membawa risiko besar, tetapi para peneliti juga mengeksplorasi sisi lain yang sangat menarik. Gempa bumi ternyata memberikan pengaruh unik terhadap kehidupan serta laju pertumbuhan pepohonan hijau sekitar lokasi kejadian.

Faktor yang Memengaruhi Besarnya Getaran Gempa

Berbagai macam kondisi yang saling berkaitan sangat memengaruhi besarnya getaran gempa ketika energi tersebut mencapai permukaan tanah.

Berikut adalah faktor-faktor penentu yang memengaruhi besaran getaran tersebut:

  • Bumi melepaskan sejumlah energi dalam skala tertentu dari dalam tanah.
  • Setiap daerah mengalami jenis gempa yang berbeda-beda saat fenomena terjadi.
  • Sumber arah gempa menjalar secara spesifik menuju ke permukaan tanah.
  • Letak geografis suatu daerah menentukan dampak getaran alam tersebut.

Penemuan Mengejutkan: Pengaruh Gempa pada Pohon

Melalui sebuah studi baru, para ilmuwan berhasil menemukan efek mengejutkan dari peristiwa gempa bumi terhadap keberlangsungan hidup pohon. Peneliti mencatat adanya peningkatan laju pertumbuhan pohon secara signifikan sesaat setelah gempa bumi besar tersebut berakhir. Lebih lanjut, pergeseran ketersediaan pasokan air tanah akibat getaran gempa mendorong langsung fenomena pertumbuhan yang sangat unik ini.

Para ahli sebenarnya sudah lama memahami bagaimana gempa bumi mampu mengubah nasib pepohonan pada suatu wilayah. Akan tetapi, mereka masih mencari tahu sisi lain mengenai cara gempa memengaruhi laju pertumbuhan pohon secara langsung. Oleh karena itu, batang pohon hidup menyimpan arsip biologis sebagai bukti nyata mengenai andil peristiwa alam tersebut.

Pendapat Ahli Terkait Hubungan Air dan Pohon

Christian Mohr, ahli hidrologi dari University of Potsdam di Jerman sekaligus penulis pertama, memberikan penjelasan mendetailnya. Beliau memaparkan hubungan erat antara peristiwa gempa dan ketersediaan air melalui beberapa poin penting berikut ini:

  • Gempa bumi besar mampu meningkatkan jumlah aliran dari berbagai sumber air sekitar.
  • Getaran kuat tersebut juga menaikkan permukaan air tanah secara signifikan.
  • Kondisi ini memberi akar tanaman akses air yang lebih melimpah, terutama pada lingkungan kering.
  • Oleh sebab itu, pohon secara teori akan mencatat respons hidrologis dengan mengubah tingkat pertumbuhannya ketika air membatasi mereka.

Langkah Penelitian pada Pohon Pinus di Negara Chili

Guna mengeksplorasi ide-ide ini, para peneliti segera menguji hipotesis mereka mengenai perubahan pasokan air tanah akibat fenomena gempa. Mereka menyatakan bahwa gempa mampu mendorong pertumbuhan pohon area lembah, namun justru menghambat pepohonan daerah lereng bukit.

Berikut adalah rincian data dan langkah penelitian yang para ahli lakukan:

  • Objek Penelitian: Para peneliti mempelajari secara mendalam laju pertumbuhan pohon pinus dari spesies Pinus radiata.
  • Lokasi Terdampak: Pohon-pohon pinus yang menjadi subjek penelitian tersebut tumbuh dengan subur pada wilayah negara Chili.
  • Peristiwa Gempa: Mereka mengukur efek gempa besar berkekuatan 8,8 SR yang sangat memengaruhi wilayah Maule pada tahun 2010.
  • Titik Pengambilan Sampel: Peneliti mengambil sampel dari pepohonan dasar lembah serta kelompok pohon pada area punggung bukit.
  • Ekstraksi Inti: Peneliti mengekstraksi dan menganalisis inti batang pohon tersebut secara khusus pada tahun 2014 lalu.

Hasil Analisis: Jejak Anatomi pada Batang Pohon

Hasil ekstraksi inti pohon pada tahun 2014 menunjukkan bahwa beberapa pohon lembah memang mengalami peningkatan pertumbuhan secara nyata. Lebih lanjut, sejumlah petunjuk anatomis pada struktur seluler batang pohon hidup membuktikan langsung temuan pascaseismik yang penting ini.

Adapun ciri-ciri peningkatan pertumbuhan pohon yang para peneliti catat meliputi:

  • Lingkaran batang pohon menunjukkan bukti nyata berupa peningkatan area lumen secara signifikan.
  • Sel pohon mengalami perubahan rasio isotop karbon yang cukup dramatis usai peristiwa gempa.
  • Kedua indikator tersebut memberikan perspektif tingkat seluler mengenai aspek kesehatan pohon selama masa pertumbuhannya.
  • Catatan seluler ini juga mengindikasikan kelancaran tingkat pertumbuhan serta melimpahnya ketersediaan air tanah sekitar pohon.

Sebaliknya, beberapa pohon lereng justru tidak tumbuh dengan baik selama periode waktu pengamatan yang sama. Fenomena ini menawarkan dukungan kuat bagi hipotesis yang para peneliti rumuskan pada awal pelaksanaan studi ilmiah mereka. Meskipun demikian, tim peneliti mengakui bahwa gempa tersebut hanya memberikan efek kecil dan tampaknya hanya berlangsung sementara.

Potensi sebagai Alat Paleoseismologi Masa Depan

Sebagai sebuah studi kasus terstruktur, temuan ini menunjukkan dengan jelas cara peneliti menerapkan teknik tersebut saat mengeksplorasi lapangan. Para peneliti mengatakan bahwa perubahan pascaseismik pada area lumen dan rasio isotop karbon menjalankan fungsi amat penting. Para ahli dapat memanfaatkan indikator biologis ini guna mempelajari laju pertumbuhan pohon sekaligus respons fotosintesis pasca gempa bumi.

Dengan demikian, para ilmuwan bisa menjadikan konsep ini sebagai ide cemerlang guna mempelajari sejarah gempa bumi masa lalu. Masyarakat ilmiah mengenal ilmu yang mempelajari peristiwa gempa bumi masa lampau ini melalui istilah paleoseismologi.

Jurnal Referensi Penelitian

Sebagai kelengkapan informasi, berikut adalah rincian data terkait jurnal referensi studi penelitian kehutanan dan gempa ini: Ilmuwan Temukan Cara Pohon Merekam Jejak Gempa Bumi

Penerbit: Biogeosciences.

Nama Peneliti: Christian H. Mohr, Michael Manga, Gerhard Helle, Ingo Heinrich, Laura Giese, dan Oliver Korup.

Tahun Publikasi: 2021

Judul Jurnal: Trees Talk Tremor—Wood Anatomy and Content Reveal Contrasting Tree-Growth Responses to Earthquakes.

  • Christian H. Mohr, Michael Manga, Gerhard Helle, Ingo Heinrich, Laura Giese, Oliver Korup. 2021. Trees Talk Tremor—Wood Anatomy and Content Reveal Contrasting Tree-Growth Responses to Earthquakes. Biogeosciences. https://doi.org/10.1029/2021JG006385
  •