Obat Batuk Ambroxol dapat Menjadi Obat Alternatif Dimensia Parkinson. Demensia merupakan penyakit Parkinson yang menyebabkan hilangnya ingatan, kebingungan, halusinasi, dan perubahan suasana hati.
Ambroxol adalah obat umum yang banyak digunakan di Eropa, untuk mengobati penyakit pernapasan. Ambroxol membantu membersihkan lendir dan meredakan batuk, obat ini juga memiliki sifat anti peradangan, mengurangi kemerahan pada sakit tenggorokan.
Baca Juga: Bagaimana Olahraga Dapat Menjaga Orangtua dari Dimensia dan Alzeimer
Sebuah penelitian baru dari Lawson Research Institute (Lawson), cabang penelitian St. Joseph’s Health Care London, kini menyelidiki apakah Ambroxol obat batuk yang digunakan dengan aman selama beberapa dekade di Eropa dapat memperlambat demensia pada orang dengan penyakit Parkinson.
Tentang Ambroxol sebagai obat alternatif dimensia
Ambroxol mendukung enzim kunci yang disebut glukoserebrosidase (GCase), yang diproduksi oleh gen GBA1. Pada penderita penyakit Parkinson, kadar GCase seringkali rendah. Ketika enzim ini tidak berfungsi dengan baik, zat sisa menumpuk di sel-sel otak, yang menyebabkan kerusakan.
Dr. Stephen Pasternak pemimpin penelitian ini, mempelajari Ambroxol saat mengikuti program fellowship di The Hospital for Sick Children (SickKids) di Toronto, di mana obat ini diidentifikasi sebagai pengobatan untuk penyakit Gaucher yaitu kelainan genetik langka pada anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi GCase.
Ia kini menerapkan penelitian tersebut untuk mengeksplorasi apakah peningkatan GCase dengan Ambroxol dapat membantu melindungi otak pada penyakit yang berkaitan dengan Parkinson. “Penelitian ini penting karena demensia Parkinson sangat memengaruhi pasien dan keluarga,” ujar Pasternak. “Jika obat seperti Ambroxol dapat membantu, obat tersebut dapat memberikan harapan nyata dan meningkatkan kualitas hidup.
Studi yang terbit pada 30 Juni di jurnal bergengsi JAMA Neurology ini, Melakukan uji klinis selama 12 bulan yang melibatkan 55 partisipan dengan demensia penyakit Parkinson (PDD), memantau memori, gejala kejiwaan, dan GFAP, sebuah penanda darah yang terkait dengan kerusakan otak. Sekitar setengah dari mereka yang didiagnosis Parkinson mengalami demensia dalam 10 tahun, yang sangat memengaruhi pasien, keluarga, dan sistem perawatan kesehatan.
Hasil Penelitian Ambroxol sebagai Obat Dimensia
Penelitian yang Dipimpin oleh Ahli Saraf Kognitif Dr. Stephen Pasternak, dengan model uji memberikan satu kelompok Ambroxol setiap hari sementara kelompok lainnya menerima plasebo. Hasilnya:
- Ambroxol aman, ditoleransi dengan baik dan mencapai tingkat terapeutik di otak
- Gejala kejiwaan memburuk pada kelompok plasebo tetapi tetap stabil pada mereka yang mengonsumsi Ambroxol.
- Peserta dengan varian gen GBA1 berisiko tinggi menunjukkan peningkatan kinerja kognitif pada Ambroxol
- Penanda kerusakan sel otak (GFAP) meningkat pada kelompok plasebo tetapi tetap stabil dengan Ambroxol, menunjukkan potensi perlindungan otak.
Penelitian ini Didanai oleh Weston Foundation, studi ini merupakan langkah penting menuju pengembangan pengobatan baru untuk penyakit Parkinson dan gangguan kognitif lainnya.
Demikian artikel tentang Obat Batuk Ambroxol dapat Menjadi Alternatif Obat Dimensia Parkinson, dari review jurnal Jama Neurology. Selengkapnya Sainsped dapat mempelajari jurnalnya secara langsung melalui refrensi di bawah.
Jurnal Refrensi:
- Carolina RA Silveira, Kristy KL Coleman, Kathy Borron, Rommel G. Tirona, Guangyong Zou, Robert A. Hegele, Cheryl Wellington, Charles A. Rupar, Sophie Stukas, Elizabeth C. Finger, Robert Bartha, Jennie L. Wells, Michael J. Borrie, Sarah A. Morrow, Don Mahuran, Penny A. MacDonald, Mary E. Jenkins, Mandar S. Jog, George Dresser, Susan Fox, Richard Camicioli, Brian Feagan, Daniel A. Mendonça, Michael Mayich, Manas D. Sharma, Sachin K. Pandey, Stephen H. Pasternak. 2025. Ambroxol sebagai Pengobatan Demensia Penyakit Parkinson . JAMA Neurology , 2025; DOI: 10.1001/jamaneurol.2025.1687







Tinggalkan komentar