Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

Paparan cahaya buatan di malam hari merupakan faktor risiko lingkungan di mana-mana dalam masyarakat modern. Efek Polusi Cahaya Buatan Malam Hari, Meningkatkan Risiko Diabetes

Intensitas polusi cahaya perkotaan telah meningkat sedemikian rupa sehingga tidak hanya mempengaruhi penduduk kota besar. Tetapi juga penduduk di daerah yang jauh seperti pinggiran kota dan taman hutan yang mungkin berjarak ratusan kilometer dari sumber cahaya.

Baca juga: Eefek polusi cahaya bagi kesehatan janin

Para penulis mencatat: “Meskipun lebih dari 80% populasi dunia terpapar polusi cahaya di malam hari, masalah ini mendapat perhatian terbatas dari para ilmuwan hingga beberapa tahun terakhir.”

Siklus 24 jam siang-malam bumi telah menghasilkan sebagian besar organisme, termasuk mamalia. Mahluk hidup sebagian besar memiliki sistem waktu sirkadian (kira-kira 24 jam) bawaan dengan urutan alami periode terang dan gelap. Polusi cahaya dapat mengubah ritme sirkadian serangga, burung, dan hewan lainnya, yang mengakibatkan kematian dini dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Efek Polusi Cahaya Buatan Malam Hari

Cahaya buatan juga terlibat sebagai penyebab potensial disregulasi metabolik melalui  perubahan waktu asupan makanan. Tikus yang terpapar cahaya buatan atau light at Night (LAN) buatan mengembangkan intoleransi glukosa, menunjukkan peningkatan gula darah dan insulin.

Studi lain menemukan bahwa tikus yang terpapar cahaya putih redup nokturnal dengan kecerahan minimal selama 4 minggu telah meningkatkan massa tubuh dan mengurangi toleransi glukosa. Sebagai pembanding dengan hewan yang lingkungannya benar-benar gelap di malam hari, meskipun memiliki konsumsi dan pengeluaran energi yang kira-kira setara.

Sebuah studi terhadap pekerja shift malam menemukan bahwa mereka yang terpapar LAN yang lebih terang cenderung mengganggu ritme sirkadian. Selain itu risiko penyakit jantung koroner yang lebih besar. Penelitian lain menemukan bahwa paparan LAN luar yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan 13% dan 22% kemungkinan kelebihan berat badan dan obesitas. Sementara paparan LAN di kamar tidur dilaporkan berhubungan positif dengan perkembangan diabetes pada orang tua.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *