Apa itu Kelelahan Mental dan Bagaimana Mengatasinya?

0 Comment

Link

Seseorang dikatakan mengalami kelelahan mental ketika mereka merasa sangat lelah secara emosional dan mental, akibat tekanan atau tuntutan hidup yang berlebihan. Ini bukan hanya kelelahan fisik biasa, tetapi kondisi di mana pikiran terasa terkuras dan sulit untuk berkonsentrasi, berpikir jernih, dan merasa termotivasi. Apa itu Kelelahan Mental dan Bagaimana Mengatasinya?

Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental dan Pikiran

Ketika seseorang mengalami kelelahan mental, kinerja otak akan mengalami penurunan pada beberapa aspek.

Otak akan kesulitan mempertahankan fokus, mudah teralihkan, dan rentang perhatian menjadi lebih pendek. Selain itu, memori dan kemampuan untuk memproses informasi juga bisa terganggu, menyebabkan kesulitan dalam mengingat informasi baru atau detail penting.

Area Otak yang Merespon Kelelahan Mental

Berdasarkan penelitian yang baru dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience, dengan melakukan percobaan terhadap 28 orang, yang terdiri dari 18 orang perempuan dan 10 orang laki-laki. Percobaan yang dilakukan ini berupa pemberian tugas dengan tujuan untuk melatih ingatan mereka.

Percobaan terhadap menggunakan pencitraan MRI fungsional atau Magnetic Resonance Imaging yaitu pemeriksaan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail organ dan jaringan tubuh. MRI fungsional menggunakan aliran darah untuk mengukur area aktivitas yang luas di otak. Namun, MRI fungsional tidak secara langsung mengukur aktivasi neuron, atau nuansa yang lebih halus dalam aktivitas otak.

Tujuan dari penelitian tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi berbagai aspek kelelahan otak, dan dapat memberikan cara bagi dokter untuk mengevaluasi dan merawat orang-orang yang mengalami kelelahan mental luar biasa, termasuk mereka yang mengalami depresi dan gangguan stres pascatrauma.

Secara keseluruhan, hasil tes menemukan peningkatan aktivitas dan konektivitas di dua area otak ketika peserta melaporkan kelelahan kognitif. Dua area otak tersebut adalah insula kanan dan korteks prefrontal lateral dorsal. Insula kanan merupakan area terdalam di otak yang dikaitkan dengan rasa lelah, sedangkan korteks prefrontal lateral dorsal merupakan area di kedua sisi otak yang mengendalikan memori kerja. Untuk setiap peserta yang mengikuti penelitian Profesor Chib, ditemukan aktivitas di kedua lokasi otak tersebut selama kelelahan kognitif, meningkat lebih dari dua kali lipat.

Faktor Kelelahan Otak dan Kemungkinan Solusi yang ditawarkan

Menurut Profesor Chib pemimpin studi, bahwa kelelahan dikaitkan dengan banyak kondisi neurologis, termasuk gangguan stres pascatrauma dan depresi.

Penelitian Selanjutnya Profesor Chib akan mencoba untuk mengidentifikasi beberapa sirkuit saraf pada orang sehat untuk upaya kognitif, sehingga diperoleh bagaimana kelelahan berkembang di otak orang-orang dengan kondisi sehat.

Kemungkinan untuk mengatasi kelelahan kognitif bisa menggunakan pengobatan atau terapi perilaku kognitif. Dan penelitian terbaru yang menggunakan tugas pengambilan keputusan dan MRI fungsional dapat menjadi kerangka kerja untuk mengklasifikasikan kelelahan kognitif secara objektif.

Penelitian oleh Profesor Chib dan timnya ini dilakukan dengan pemindai MRI dan dengan tugas-tugas kognitif yang sangat spesifik. Harapannya hasil penelitian yang dilakukan ini dapat digeneralisasikan ke upaya kognitif lain dan tugas-tugas di dunia nyata.

Referensi Jurnal :

  • Vikram S. Chib, Grace Steward, Vivian Looi, Neurobiologi Kelelahan Kognitif dan Pengaruhnya terhadap Pilihan Berbasis Upaya. 2025. Jurnal Neurosains 45 (24): e1612242025 DOI: 10.1523/JNEUROSCI.1612-24.2025

Tags:

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar