TORSI DAN BENDA TEGAR DENGAN TORSI TOTAL
10.6 Torsi
Ketika sebuah gaya yang bekerja pada benda tegar yang berputar pada sumbunya, objek cenderung berputar di sekitar sumbu. Kecenderungan gaya untuk memutar objek di sekitar sumbu diukur dengan suatu besaran yang disebut torsi
t (huruf yunani tau). Torsi adalah vektor, tapi kita akan memperhatikan hanya besarnya di sini, kita akan mengeksplorasi sifat vektor dalam Bab 11.dimana r adalah jarak antara sumbu rotasi dan titik aksi F, dan d adalah jarak tegak lurus dari sumbu rotasi ke garis aksi F. (Garis aksi gaya adalah garis khayal yang memperluas keluar kedua ujung vektor yang mewakili gaya. Garis putus-putus memanjang dari ekor F pada Gambar. 10.12 adalah bagian dari garis aksi F.) Dari kanan segitiga pada Gambar 10.12 dimana kunci sebagai bidang miring, kita melihat bahwa d = r sin
f. Besaran d disebut lengan momen (atau lengan tuas) dari F.Jika dua atau lebih gaya bertindak pada benda tegar seperti pada Gambar 10.13, masing-masing cenderung menghasilkan rotasi sumbu melalui O. Dalam contoh ini, F2 cenderung untuk memutar objek searah jarum jam dan F1 cenderung putar ke kiri. Kami menggunakan konvensi bahwa tanda dari torsi yang dihasilkan dari gaya adalah positif jika kecenderungan balik kekuatan yang berlawanan dan negatif jika kecenderungan berputar searah jarum jam. Misalnya, pada Gambar 10.13, torsi yang dihasilkan dari F1, yang memiliki momen lengan d1, positif dan sama dengan +F1d1, torsi dari F2 adalah negatif dan sama dengan -F2d2. Oleh karena itu, torsi total terhadap suatu sumbu melalui O adalah:
Torsi tidak harus berlawanan dengan gaya. Gaya dapat menyebabkan perubahan dalam gerak translasi seperti yang dijelaskan oleh hukum kedua Newton. Gaya juga dapat menyebabkan perubahan dalam gerak rotasi, tetapi efektivitas gaya dalam menyebabkan perubahan ini tergantung pada kedua besaran gaya dan lengan momen gaya, dalam kombinasi kita sebut torsi. Torsi memiliki satuan gaya kali panjang-newton meter dalam satuan SI- dan harus dilaporkan dalam satuan ini. Jangan bingung dengan torsi dan usaha, yang memiliki satuan yang sama tetapi konsep yang sangat berbeda.
10.7 Analisis Model: Benda Tegar Berdasarkan Torsi Total
Perhatikan sebuah partikel dengan massa m berputar dalam lingkaran dengan jari-jari r di bawah pengaruh gaya tangensial total ∑Ftdan gaya radial total ∑Fr seperti yang ditunjukkan pada Gambar 10.15. Gaya radial total menyebabkan partikel bergerak dalam lintasan melingkar dengan percepatan sentripetal. Gaya tangensial memberikan percepatan tangensial at , dan
Persamaan ini untuk benda tegar adalah sama seperti yang ditemukan untuk sebuah partikel bergerak dalam lintasan melingkar (Persamaan 10,20). Torsi total sekitar sumbu rotasi sebanding dengan percepatan sudut dari objek, dengan faktor proporsionalitas menjadi I, besaran yang tergantung pada sumbu rotasi dan pada ukuran dan bentuk objek. Persamaan 10.21 adalah representasi matematis dari model analisis benda tegar di bawah torsi total, analogi dengan rotasi partikel di bawah gaya total.
Akhirnya, perhatikan bahwa hasil ∑text = Iajuga berlaku bila gaya yang bekerja pada elemen massa memiliki komponen radial serta komponen tangensial. Itu karena garis kerja dari semua komponen radial harus melewati sumbu rotasi, maka, semua komponen radial menghasilkan torsi nol di sekitar sumbu (Serway, 2010:290-293).



