6 Penyakit Kucing yang dapat Menular ke Manusia

6 Penyakit Kucing yang dapat menular ke Manusia. Halo Sainsped, siapa nihh yang paling suka merawat binatang peliharaan di rumah terutama kucing? perlu Anda ketahui, selain suka merawat kucing, kalian juga perlu hati-hati dengan beberapa penyakit yang dibawa oleh kucing dan dapat ditularkan ke manuaia.

Baca juga: Ini yang Membuat Kucing Menjadi Hewan Termalas!

Peyakit Kucing yang dapat Menular ke Manusia

Menurut Shannon Johnson dan Daniel Yetman yang disadur dari artikel mereka, Healthline (Everything You Need to Know About Scabies, 2023). Beberapa penyakit yang dibawa kucing dan dapat ditularkan pada manusia, yaitu:

1. Scabies

Scabies adalah penyakit kucing pertama yang wajib diwaspadai karena dapat menularkan pada manusia. Scabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dan menyebabkan ruam-ruam kemerahan.

Pendapat dari Shannon Johnson dan Daniel Yetman diamini oleh ahli dermatologi Dr. Rachel Murray dari Sampson Regional Medical Center yang menjelaskan bahwasanya scabies tidak hanya menimbulkan ruam-ruam kemerahan, tetapi juga dapat memicu rasa gatal-gatal parah terutama pada malam hari. Pada penderita yang sudah terinfeksi oleh Scabies, sangat diperlukan identifikasi dan penanganan cepat, karena jika salah mendiagnosis, dapat menyebabkan morbiditas, peningkatan beban ekonomi dan infeksi yang berkelanjutan (Scabies, 2024).

2. Cacingan

Penyakit kedua yang sering tidak dihiraukan adalah cacingan. Cacing pada binatang peliharaan ini juga bisa menularkan pada manusia terutama jenis cacing gelang atau cacing tambang (Toxocara cati dan Toxascaris leonine).

Infeksi cacing gelang dari kucing kepada manusia tentu dapat mengakibatkan banyak dampak negatif, antara lain gangguan pada usus (mual, muntah, diare, muntaber sampai kehilangan nafsu makan), gangguan pernapasan (batuk kronis, radang paru-paru, sesak napas dan mengi/radang saluran pernapasan) dan masalah penglihatan.

3. Infeksi Jamur

Penyakit ketiga selanjutnya adalah infeksi jamur (ringworm). Infeksi ini hampir sama seperti scabies, bedanya adalah kulit yang terinfeksi oleh ringworm berbentuk melingkar/lingkaran/membulat dengan bintik-bintik merah.

Seorang dokter umum North London Medical Center, dr. Philippa Vincent menerangkan dari artikel Patient menerangkan kalau ringworm disebabkan oleh jamur Tinea korporis dan dapat disembuhkan dengan krim anti jamur seperti terbinafin, klotrimazol, ekonazol, ketokonazol, dan mikonazol. Krim-krim yang sudah disebutkan bisa mengatasi infeksi jamur pada kulit.

4. Toxoplasma

Penyakit keempat yakni Toxoplasma. Dilansir dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwasanya Toxoplasma disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini bisa bertahan dalam jangka waktu lama (hingga seumur hidup) dalam tubuh manusia dan hewan.

Ada beberapa orang yang perlu berhati-hati dari penyakit Toxoplasma ini, antara lain;

  • Perempuan hamil, Toxoplasma pada kehamilan ini bisa menyebabkan janin dalam kandungan mengalami gangguan perkembangan otak, gangguan pertumbuhan, lahir prematur bahkan meninggal dalam kandungan.
  • Bayi yang lahir dari Ibu yang terinfeksi Toxoplasma selama atau sebelum kehamilan.
  • Orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita autoimun, HIV/AIDS, seseorang yang sedang menjalani kemoterapi jenis-jenis tertentu dan mereka yang baru saja melakukan transplantasi organ.

Beberapa ahli kesehatan juga mengungkapkan kalau parasit Toxoplasma bisa tertular dari kotoran kucing atau tanah yang tersentuh oleh manusia dengan gejala-gejala seperti terkena flu yakni demam, nyeri otot, skit kepala, sakit tenggorokan, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening terutama di leher.

5. Alergi

‎Selanjutnya yang kelima yakni mengalami reaksi alergi terhadap bulu kucing. Mungkin ada nih, diantara kawan-kawan, keluarga atau teman sainsped yang mudah bersin atau hidung terasa gatal ketika dekat dengan kucing? Nah ciri-ciri seperti itu juga termasuk ke dalam gejala dari reaksi alergi terhadap kucing. Contoh lainnya adalah mata bisa berubah menjadi berarir, kemerahan, gatal dan bisa mengganggu jadwal tidur malam, karena sesak napas. Hal yang perlu kawan sainsped perhatikan dan wajib ke dokter apabila setelah dua minggu gejala pilek tidak sembuh-sembuh ketika melakukan kontak dengan kucing. Dalam kasus yang lebih berbahaya dapat menurunkan tekanan darah, pingsan hingga kematian jika tidak mendapatkan penanganan.

‎6. Rabies

Dan yang terakhir adalah Rabies. Bukan hanya anjing saja loh kawan Sainsped yang bisa terkena Rabies, kucing juga bisa karena penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Ditinjau dari artikel Dinas Kesehatan Provinsi Bali (2019), penyakit ini berasal dari binatang-binatang yang tidak tervaksinasi dengan benar dan dapat menularkan kepada manusia melalui cakaran, gigitan ataupun air liur hewan yang sudah terinfeksi.

Selain itu Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga menambahkan jika terkena rabies, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah mencuci bekas gigitan binatang dengan sabun/deterjen dengan air mengalir selama 15 menit, memberi obat antiseptik (alkohol 70 % dan obat merah) pada bekas luka gigitan dan segera melaporkan kepada rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya dan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Tips Merawat Hewan Peliharaan Agar Terhindar dari Penyakit Menular

Tapi jangan khawatir kawan sainsped, ada beberapa cara kok yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan binatang favorit kita, yakni;

  • Bersihkan area tempat dengan cara mencuci kandang, peralatan makan/minum, tempat pembuangan pup kucing dengan air panas yang mengalir dan menyikatnya dengan sabun yang higienis
  • Gunakan selalu sarung tangan saat berkebun, menanam tanaman, menyentuh tanah atau pasir yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing yang mengandung Toxoplasma, parasit, dll.
  • Cucilah tangan dengan sabun dan air setiap kali Anda menyentuh sesuatu yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing yang mengandung Toksoplasma.
  • Jika Anda memiliki kucing, gantilah kotak kotorannya setiap hari
  • Jika sempat mandikanlah kucing dua kali dalam seminggu. Memandikan kucing dapat membantu merontokkan bulu-bulu kucing yang terlihat kusam dan menumbuhkan bulu dengan cepat
  • Memberikan kucing makanan kering (dry food) atau makanan basah (wet food) dari kaleng dan jangan memberikan daging mentah pada kucing, karena untuk meminimalisir penyakit cacingan
  • Jagalah kucing agar berada tetap di dalam rumah
  • Bawalah kucing ke dokter untuk mengontrol kesehatannya seperti melihat fisik kucing apakah ada yang sakit, melakukan vaksinasi kucing (vaksin inti/core vaccines) dan vaksin non inti (non core vaccines).

Demikian artikel tentang 6 Penyakit Kucing yang dapat Menular ke Manusia. Semua hewan peliharaan pada dasarnya dapat menjadi vektor pembawa penyakit dan dapat ditularkan pada manusia, pilihannya adalah berani memilihara berarti menjamin memberikan pemeliharaan yang baik.

Daftar Pustaka

  1. Shannon Johnson dan Daniel Yetman. Healthline. 2023. Everything You Need to Know About Scabies.
  2. Rachel Murray. National Library of Medicine; National Center for Biotechnology Information. 2024. Scabies.
  3. Philippa Vincent. Patient.info. 2023. Ringworm; Causes, Symptomps and Treatment.
  4. U.S. Centers for Disease Control and Prevention. 2025. About Toxoplasmosis.
  5. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 2019. Bahaya Penyakit Rabies.