Manfaat Tidur yang Baik untuk Jantung dan Risiko Stroke

Mahsun saleh S.Si

0 Comment

Link

Manfaat Tidur yang Baik untuk Jantung dan Risiko Stroke. Penting untuk mengetahui manfaat tidur yang baik serta aakibat buruk dari kurangnya kuaaltas tidur, terutama dampak laangsung pada penyakit jantung dan Stroke.

Prevalensi yang rendah dari tidur yang baik adalah hal penting mengingat kesibukan kita, kata penulis studi Dr. Aboubakari Nambiema dari INSERM (Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Nasional Prancis). Pentingnya kualitas tidur dan kuantitas untuk kesehatan jantung harus menjadi bahan ajar sejak dini. Meminimalkan kebisingan malam hari dan stres di tempat kerja dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Baca juga: Kenapa tidak boleh tidur dengan Lampu menyala?

Studi sebelumnya tentang tidur dan penyakit jantung umumnya berfokus pada satu kebiasaan tidur, seperti durasi tidur atau sleep apnea, di mana pernapasan berhenti dan kembali mulai saat tidur. Selain itu, penelitian sebelumnya sering menilai tidur hanya pada awal. Studi saat ini menggunakan skor tidur sehat yang menggabungkan lima kebiasaan tidur. Para peneliti menyelidiki hubungan antara skor tidur dasar, dan perubahan skor tidur dari waktu ke waktu, dan insiden penyakit kardiovaskular.

Tidur yang Baik Memiliki Risiko Penyakit jantung dan stroke Rendah

Penelitian ini melibatkan 7.200 peserta Paris Prospective Study III (PPP3), sebuah kohort prospektif berbasis komunitas observasional. Pria dan wanita berusia 50 hingga 75 tahun dan bebas penyakit kardiovaskular direkrut di pusat medis pencegahan antara 2008 dan 2011. Usia rata-rata adalah 59,7 tahun dan 62% adalah pria. Peserta menjalani pemeriksaan fisik dan mengisi kuesioner tentang gaya hidup, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, dan kondisi medis.

Informasi lima kebiasaan tidur pada awal dan dua kunjungan tindak lanjut berasal dari Kuesioner. Masing-masing faktor mendapat 1 poin jika optimal dan 0 jika tidak. Skor tidur sehat mulai dari 0 hingga 5, dengan 0 atau 1 merupakan nilai buruk dan 5 nilai optimal. Hasil penilaian, Mereka yang memiliki skor optimal memiliki pola tidur 7 hingga 8 jam per malam, tidak pernah atau jarang mengalami insomnia, tidak sering mengantuk di siang hari, tidak mengalami sleep apnea, dan kronotipe dini (menjadi orang pagi). Para peneliti memeriksa insiden penyakit jantung koroner dan stroke setiap dua tahun selama total 10 tahun.

Hail Penelitian

Tidur nyenyak

Pada awal, 10% peserta memiliki skor tidur yang optimal dan 8% memiliki skor yang buruk. Selama rata-rata tindak lanjut delapan tahun, 274 peserta mengembangkan penyakit jantung koroner atau stroke. Para peneliti menganalisis hubungan antara skor tidur dan kejadian kardiovaskular setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, konsumsi alkohol, pekerjaan, merokok, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, tingkat kolesterol, diabetes, dan riwayat keluarga serangan jantung, stroke atau kematian jantung mendadak. Mereka menemukan bahwa risiko penyakit jantung koroner dan stroke menurun sebesar 22% untuk setiap kenaikan 1 poin dalam skor tidur pada awal. Lebih khusus lagi, mereka yang memiliki skor 5 memiliki risiko penyakit jantung atau stroke 75% lebih rendah.

Para peneliti memperkirakan proporsi kejadian kardiovaskular dapat dicegah dengan tidur yang lebih sehat. Mereka menemukan bahwa jika semua peserta memiliki skor tidur yang optimal, 72% kasus baru penyakit jantung koroner dan stroke dapat menurun setiap tahun.

Lebih dari dua tindak lanjut, hampir setengah dari peserta (48%) mengubah skor tidur mereka: pada 25% menurun sedangkan pada 23% meningkat. Ketika para peneliti memeriksa hubungan antara perubahan skor dan kejadian kardiovaskular. Mereka menemukan bahwa kenaikan 1 poin dari waktu ke waktu berefek terhadap penurunan 7% risiko penyakit jantung koroner atau stroke.

Kesimpulan: Manfaat Tidur yang Baik Memiliki Risiko Penyakit Jantung dan Stroke yang Lebih Rendah

Dr. Nambiema berkata: “Penelitian kami menggambarkan potensi tidur nyenyak untuk menjaga kesehatan jantung. Memperbaiki tidur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner dan stroke yang lebih rendah. Kami juga menemukan bahwa sebagian besar orang mengalami kesulitan tidur. Mengingat bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Perlu kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya tidur yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.”

Sumber: European Society of Cardiology

Tags:

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar