Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Magawa, Tikus Pahlawan dan Badan Pelatihan Hewan Pendeteksi Ranjau

Magawa adalah tikus berkantung raksasa Afrika (Cricetomys ansorgei) lahir di Tanzania di Universitas Pertanian Sokoine (SUA) pada November 2013. tempat semua tikus pendeteksi ranjau darat APOPO dilahirkan dan dilatih. Pada tahun 2016, ia dikirim ke Siem Reap di Kamboja di mana ia memulai karirnya.

Magawa memegang rekor pendeteksi ranjau darat paling banyak, pada tahun 2020 ia menerima Medali Emas PDSA non-anjing pertama – penghargaan keberanian hewan yang setara dengan medali George Cross.

Magawa Dilatih oleh badan amal Belgia APOPO untuk tujuan pendeteksi ranjau darat dan dipekerjakan di Kamboja, Magawa menjadi HeroRAT tersukses mereka hingga saat ini. Antara 2017 dan 2021, Magawa mendeteksi semua ranjau di provinsi Siem Reap dan Preah Vihear di Kamboja. Dia kemudian pensiun dari tugas pada usia tujuh tahun.

APOPO adalah badan amal sekaligus temoat pelatihan hewan pendeteksi Bom, lembaga ini bekerja di banyak negara di seluruh dunia untuk menonaktifkan dan menghapus ranjau darat yang tidak meledak, yang tertinggal dari konflik masa lalu. Lebih dari 60 juta orang yang tinggal di 59 negara dari Kamboja hingga Zimbabwe, melakukannya setiap hari karena ketakutan akan ranjau darat dan sisa-sisa konflik masa lalu lainnya. Ranjau darat masih menimbulkan rasa sakit dan ketakutan bagi generasi baru orang Kamboja, generasi yang bahkan belum lahir ketika ranjau ini diletakkan. Membersihkan ladang ranjau adalah pekerjaan yang intens, sulit, berbahaya dan menuntut akurasi dan waktu. 


 
Selama karirnya, Magawa menemukan lebih dari 100 ranjau darat dan bahan peledak lainnya, menjadikannya HeroRAT paling sukses APPO hingga saat ini"Magawa juga mendeteksi 38 bagian lain dari ERW (sisa-sisa bahan peledak perang), termasuk mortir dan granat yang tidak meledak.

Melalui usahanya, Magawa memberi kenyamanan warga Kamboja untuk hidup bebas tanpa rasa takut.
“Setiap penemuan yang dia buat mengurangi risiko cedera atau kematian bagi orang-orang Kamboja.”- APPO

Alasan kenapa tikus dijadikan pendeteksi bom
Menurut APPO, seekor tikus dapat mencari area seluas lapangan tenis dalam waktu 20 menit. Yang dapat manusia lakukan hingga empat hari. Sebelumnya anjing nejadi pilihan utama, namun ada konsekuensi dengan berat bobot anjing masih dapat memicu ledakan ranjau. Tikus dengan ukuran dan beratnya yang kecil, tikus dapat berlari di atas ranjau tanpa memicunya sambil mengendus senyawa kimia dalam bahan peledak.

HeroRat Magawa Meninggal Dunia
APOPO menyampaikan berita duka melalui laman resminya pada tanggal 11 januari 2022, "meninggal dengan damai" pada akhir pekan. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang baik dan menghabiskan minggu lalu "bermain dengan antusiasme yang biasa", Magawa mulai melambat, makan lebih sedikit, dan tidur lebih banyak saat akhir pekan mendekat.

Guinnes World Record juga menulis belasungkawa dilamannya

“Terima kasih kepada kalian semua bahwa Magawa akan meninggalkan warisan abadi dalam kehidupan yang dia selamatkan sebagai tikus pendeteksi ranjau darat di Kamboja.” -Apopo


Refrensi:
https://www.guinnessworldrecords.com/news/2022/1/magawa-the-mine-detecting-hero-rat-dies-aged-8-688739
https://www.apopo.org/en/latest/2022/01/In-Loving-Memory-of-Magawa
https://www.apopo.org/en



Post a Comment for "Magawa, Tikus Pahlawan dan Badan Pelatihan Hewan Pendeteksi Ranjau"