Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rutin Minum Kopi dan Teh Menurunkan Risiko Stroke dan Demensia

Ada banyak sekali ulasan tentang kopi dan teh bahkan di sainspedia sendiri banyak membahas tentang manfaat dan dampak buruk dari keduanya, bahkan ngopi-ngeteh dengan cara yang umum dengan campuran gula sering disinggung terkait diabetes

Kopi adalah minuman populer yang berada diurutan kelima sebagai minuman paling banyak dikonsumsi di dunia dan Teh betada pada posisi ke-2.

Tapi mungkin pandangan kita akan sesuatu harus terbuka, lihat dari banyak sisi, dan pengalaman refrensial tentang manfaat dan bahaya negatifnya. Jika diartikel lain mengulas tentang sisi kurang baiknya, sebaliknya studi terbaru ini juga tidak bisa diragukan karena mengulas hasil di lapangan. 



Stroke adalah kejadian yang mengancam jiwa yang menyebabkan 10 persen kematian secara global. Demensia adalah istilah umum untuk gejala yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak dan merupakan masalah kesehatan global dengan beban ekonomi dan sosial yang tinggi. Demensia pasca stroke adalah suatu kondisi di mana gejala demensia terjadi setelah stroke.

Sebuah studi baru oleh Yuan Zhang dan rekan-rekannya dari Universitas Kedokteran Tianjin, Tianjin, Cina mempelajari 365.682 peserta dari Biobank Inggris, yang direkrut antara tahun 2006 dan 2010 dan mengikuti mereka hingga 2020. Pada awalnya, para peserta melaporkan sendiri asupan kopi dan teh mereka. Selama masa studi, 5.079 peserta mengembangkan demensia dan 10.053 mengalami setidaknya satu stroke.

Melihat asupan makan dan minuman selama stusi, para peneliti menemukan bahwa orang yang minum 2-3 cangkir kopi atau 3-5 cangkir teh per hari, atau kombinasi 4-6 cangkir kopi dan teh memiliki kasus stroke atau demensia terendah. Individu yang minum 2-3 cangkir kopi dan 2-3 cangkir teh setiap hari memiliki risiko stroke 32% lebih rendah (HR, 0,68, 95% CI, 0,59-0,79; P <0,001) dan risiko demensia 28% lebih rendah. (HR, 0,72, 95% CI, 0,59-0,89; P = 0,002) dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi atau teh. Asupan kopi sendiri atau dalam kombinasi dengan teh juga dikaitkan dengan risiko demensia pasca-stroke yang lebih rendah.

Biobank Inggris mencerminkan sampel yang relatif sehat, relatif terhadap populasi umum yang dapat membatasi kemampuan untuk menggeneralisasi asosiasi ini. Juga, relatif sedikit orang yang mengembangkan demensia atau stroke yang dapat mempersulit untuk memperkirakan tingkat secara akurat ke populasi yang lebih besar. Akhirnya, meskipun ada kemungkinan bahwa konsumsi kopi dan teh dapat melindungi terhadap stroke, demensia, dan demensia pasca-stroke, kausalitas atau hubungan sebab akibat ini tidak dapat disimpulkan secara pasti dari hubungan tersebut.

Namun para penulis dengan studi mereka memberi keyakinan, "Bahwa konsumsi moderat kopi dan teh secara terpisah atau dalam kombinasi dikaitkan dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah."

Jurnal Referensi:
  • Yuan Zhang, Hongxi Yang, Shu Li, Wei-dong Li, Yaogang Wang. 2021. Consumption of coffee and tea and risk of developing stroke, dementia, and poststroke dementia: A cohort study in the UK Biobank. PLOS Medicine, 2021; 18 (11): e1003830 DOI: 10.1371/journal.pmed.1003830


Post a Comment for "Rutin Minum Kopi dan Teh Menurunkan Risiko Stroke dan Demensia"