Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bukti Ilmiah Kehancuran Kota Sodom Kaum Nabi Lut Oleh Ledakan Kosmik

Kehancuran kota kuno Tall el Hammam atau yang dikaitkan dengan kota sodom kaum nabi luth sebagai kota yang diazab karena prilaku pecinta sesama jenis dan diabadikan dalam kitab-kitab suci, nampaknya mendapat pembuktian dari para ilmuan setelah melakukan penelitain kurang lebih 15 tahun, penelitian ini terbit baru-baru ini di Nature: Scientific Reports, 20 september 2021.

Sebuah tim peneliti termasuk Dr. Sid Mitra dari East Carolina University, profesor ilmu geologi, telah menyajikan bukti bahwa sebuah kota Zaman Perunggu Tengah yang disebut Tall el-Hammam, yang terletak di Lembah Yordan di timur laut Laut Mati, dihancurkan oleh ledakan udara kosmik.

Penggalian arkeologi yang dimulai pada 2005, kata Mitra, dan para peneliti secara khusus tertarik pada lapisan perusak karbon dan abu setebal 1,5 meter di seluruh kota. Lapisan, yang berasal dari sekitar 1650 SM (sekitar 3.600 tahun yang lalu). Situs penggalian mencakup kompleks istana besar dengan dinding tebal dan gerbang monumental, yang sebagian besar hancur.

Para peneliti di berbagai bidang dipanggil untuk menganalisis bukti dari situs tersebut, termasuk Mitra, yang labnya berfokus pada analisis jelaga.

Para peneliti mengembangkan hipotesis bahwa telah terjadi tumbukan meteorit atau bolide meteor yang meledak dengan kecepatan 61.000 kph 4 kilometer diatas atmosfer, yang menghasilkan serpihan jatuh kebumi dengan kecepatan 1.200 kph dan membuat suhu disekitar lebih dari 2000⁰C. Para peneliti membandingkan ledakan itu dengan ledakan tahun 1908 di Tunguska, Rusia, di mana bolide selebar 50 meter meledak menghasilkan energi 1.000 kali lebih banyak daripada bom atom Hiroshima.

"Mereka menemukan semua bukti pembakaran suhu tinggi ini di seluruh lokasi," kata Mitra. "di mana pada Zaman Perunggu Pertengahan, tidak ada teknologi yang dapat menghasilkan api dengan suhu seperti itu. Dan itu kemudian mendukung gagasan bahwa ini adalah sumber energi eksternal seperti meteor."

Penelitian lain yang mendukung hipotesis termasuk adanya bata lumpur dan tanah liat atap; arah puing-puing; mineral leleh bersuhu tinggi; tembikar, batu bata, karbon seperti berlian intan, jelaga, sisa-sisa plester yang meleleh, termasuk platinum, iridium, nikel, emas, perak, zirkon, kromit, kuarsa yang meleleh dan disartikulasi ekstrem fragmentasi kerangka manusia. Masuknya garam terkait ledakan udara menghasilkan hipersalinitas, menghambat pertanian, dan menyebabkan ditinggalkannya pemukiman regional selama 300–600 tahun.

Kata peneliti, Tall el-Hammam mungkin merupakan kota tertua kedua yang dihancurkan oleh ledakan/dampak kosmik, setelah Abu Hureyra, Syria.

Para peneliti mempertimbangkan dan mengabaikan proses potensial lain yang dapat menjelaskan kehancuran, termasuk aktivitas gunung berapi atau gempa bumi, kebakaran hutan, peperangan dan kilat.

Makalah berjudul "Ledakan udara seukuran Tunguska menghancurkan Tall el-Hammam sebuah kota Abad Perunggu Pertengahan di Lembah Yordan dekat Laut Mati," dengan spekulasi oleh objek kosmik, juga telah menghasilkan tradisi lisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, menjadi sumber cerita tertulis tentang kaum Sodom dalam Kitab-kitab suci."


Catatan dalam Risalah Agama
dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu yang aman. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,” (Qs. Hud: 82-83)

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.” (Qs. Asy Syu’ara: 173)

Dalam kitab Kejadian 19:24 menggambarkan hujan belerang dari langit dan kehancuran kota-kota dan semua yang tinggal di dalamnya, serta tumbuh-tumbuhan di tanah.

"Jadi beberapa tradisi lisan berbicara tentang tembok Yerikho (sekitar 13 1/2 mil jauhnya) yang runtuh, serta kebakaran jika dikaitkan dengan Sodom," kata Mitra. "Sekali lagi ini adalah sains; dan ketika anda melihat pengamatan anda dalam catatan sejarah itu tampaknya cocok."

Studi ini tidak berusaha untuk membuktikan atau menyangkal hubungan sains dengan cerita kitab suci, tetapi penjelasannya tentang kehancuran kota konsisten dengan ayat-ayat kitab suci.


Jurnal Referensi:
  • Ted E. Bunch, Malcolm A. LeCompte, A. Victor Adedeji, T. David Burleigh, Robert E. Hermes, James H. Wittke, Charles Mooney, Dale Batchelor, Wendy S. Wolbach, Joel Kathan, Gunther Kletetschka,  Edward C. Swindel, Timothy Witwer, Mark C. L. Patterson, George A. Howard, Siddhartha Mitra, Christopher R. Moore, Kurt Langworthy, James P. Kennett, Allen West, Phillip J. Silvia. 2021. A Tunguska sized airburst destroyed Tall el-Hammam a Middle Bronze Age city in the Jordan Valley near the Dead Sea. Scientific Reports, 2021; 11 (1) DOI: 10.1038/s41598-021-97778-3



Post a Comment for "Bukti Ilmiah Kehancuran Kota Sodom Kaum Nabi Lut Oleh Ledakan Kosmik"