Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Minum Air Teh yang di Seduh dengan Air Keran.

Disinfeksi adalah proses penambahan zat dalam air minum untuk membunuh kuman atau mikroorganisme berbahaya yang dapat membahayakan manusia yang meminumnya.

Disinfektan membuat air menjadu lebih aman untuk diminum, sehingga kita tidak perlu khawatir dengan berbagai penyakit yang bersumber dari air minum sebelum disinfeksi di perkenalkan seperti demam tifod dan disentri. Sekarang, Baik Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian Penyakit menganggap desinfeksi air minum sebagai salah satu kemajuan terpenting dalam kesehatan masyarakat. 

Disinfektan yang paling umum adalah zat berbahan Klorin, di indonesia dikenal dengan Kaporit dengan rumus kimia Ca(ClO)₂ berfungsi secara efektif membunuh bakteri dan virus yang terbawa air dan terus menjaga air tetap aman saat mengalir dari pabrik pengolahan ke keran konsumen. Sumber-sumber air pemerintah khususnya di indonesia pasti menggunakan sistem disinfekasi, salah satunya adalah air keran.

Klorin sendiri masih dalam jalur aman bagi kesehatan. Tetapi, Klorin yang merupakan zat anorganik dapat bereaksi dengan bahan organik untuk membentuk produk samping desinfeksi Disenfektion Byproducts(DBPs) yang mana produk samping ini bisa saja menghasilkan senyawa berbahaya bagi kesehatan.

Contoh Beberapa senyawa DBP hasil reaksi klorin:
trihalomethanes (THM), asam haloasetat (HAA), klorit, dan bromat.

Menurut studi terbaru yang terbit 15 september 2021 di American Chemical Society, teh berpotensi menjadi jalur terbentuknya senyawa samping disenfektan (DBP). Teh mengandung sekitar 500 senyawa, termasuk polifenol, asam amino, kafein, dan lainnya, yang dapat bereaksi dengan klorin untuk membentuk DBP, beberapa di antaranya telah dikaitkan dalam studi epidemiologi dengan kanker dan hasil kelahiran yang merugikan.

Teh adalah minuman nonalkohol yang paling banyak dikonsumsi kedua setelah air minum didunia. Teh merupakan zat yang kaya akan antioksidan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Reaksi Teh dengan Klorin 


Ketika air keran dimasak untuk menyeduh teh, residu klorin dapat menghasilkan DBP dengan reaksi klorin dengan senyawa teh. Dalam penelitian yang dilakukan oleh ilmuan dari Departement of chemistry and biochemistry university of south carolina, memggunakan GC-MS mengukur 60 DBP yang umum menggunakan sampel teh hijau yang populer di Amerika serikat, teh abu-abu Earl, dan teh lipton yang diseduh menggunakan air keran yang disimulasikan (air nanopure dengan klorin).

DBP yang dibentuk oleh reaksi residu klorin dengan prekursor teh berkontribusi 12% dari total DBP dalam teh penyedah air keran nyata, dengan sisa 88% diperkenalkan oleh air keran itu sendiri. Dari 12%, asam dikloroasetat, asam trikloroasetat, dan kloroform adalah DBP utama yang terbentuk.

Dalam banyak kasus, level DBP yang diukur dalam teh lebih rendah daripada di air keran itu sendiri karena volatilisasi dan penyerapan ke daun teh.

Total halogen organik dalam teh hampir dua kali lipat relatif terhadap air keran, dengan 96% dbp terhalogenasi tidak diketahui. Sebagian besar halogen organik total yang tidak diketahui ini dapat berupa senyawa haloaromatik dengan berat molekul tinggi, yang dibentuk oleh reaksi klorin dengan polifenol yang ada dalam daun teh. Identifikasi 15 DBP Haloaromatik menggunakan kromatografi gas - spektrometri massa beresolusi tinggi menunjukkan bahwa ini mungkin terjadi. Studi lebih lanjut tentang identitas dan pembentukan DBP aromatik ini harus dilakukan karena DBP haloaromatik dapat memiliki toksisitas (tingkat racun) yang signifikan.

Penelitian ini didanai dari National Science Foundation, University of South Carolina dan Chinese Scholarship Council.


Jurnal Referensi:
Jiafu Li, Caroline O. Granger, Md. Tareq Aziz,Susan D. Richardson. 2021. Are Disinfection Byproducts (DBPs) Formed in My Cup of Tea? Regulated, Priority, and Unknown DBPs. Environmental Science & Technology, 2021; DOI: 10.1021/acs.est.1c03419




Post a Comment for "Bahaya Minum Air Teh yang di Seduh dengan Air Keran."