Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Penentuan Kadar Lemak dalam Bahan Makanan

Lemak dalam makanan adalah sejumlah lemak yang terkandung dalam suatu makanan atau minuman yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan yang menyediakan 9kkal/gram lemak.

Dewasa ini, kadar lemak menjadi faktor penting kualitas dan nilai jual suatu produk makanan. Dengan berbagai isu kesehatan dan gaya hidup, memperhitungkan asupan lemak harian menjadi indikator yang sangat penting.

Terlepas dari hal itu lemak merupakan kebutuah esensial bagi mahluk hidup. Fungsi lemak bagi tubuh yaitu:
  • Pelindung tubuh dari suhu dingin
  • Pelarut vitamin A, D, E, dan K,
  • Pelindung alat-alat vital tubuh seperti jantung dan lambung dengan membentuk bantalan lemak
  • Penghasil energi tertingggi,
  • Penahan rasa lapar, karena berfungsi sebagai cadangan energi
  • Bahan penyusun membran sel
  • Merupakan bahan penyusun hormon dan vitamin (khususnya untuk sterol),
  • Bahan penyusun empedu, Asam kholat dan hormon se*ks.

Lemak adalah zat organik yang tidak atau sukar larut dalam air, dan larut dalam pelarut organik seperti n-heksana, kloroform, eter, dan benzen. Unsur kimia penyusun dasar lemak yaitu Karbon(C), Hidrogen (H), Oksigen(O).

Metode analisis penentuan kadar lemak pada umumnya menggunakan pelarut n-heksan dibandingkan dengan lainnya, n-heksan merupakan pelarut organik yang lebih murah dan pada suhu 68⁰c sudah dapat habis menguap.

Ekstraksi lemak pada bahan makanan dapat menggunakan metode soxhletasi, yaitu Metode seoxhletasi merupakan metode ekstraksi berdasarkan persamaan polarilitas atau kelarutannya. Prinsip dari metode soxhletasi adalah penyarian sampel secara berulang-ulang menggunakan pelarut yabg sesuai, dimana pelarut diuapkan melalui sistem kondensasi lalu jatuh kembali menimpa sampel secara berulang, sehingga lemak dalam sampel ikut larut bersama pelarut.

Hasil yang didapat dari ekstraksi soxhletasi adalah campuran ekstrak sampel (lemak) dan pelarut n-heksan. Sehingga untuk mendapat ekstrak murninya, ekstrak tersebut harus dipisahkan. Dan metode pemisahan ekstrak dengan pelarut menggunakan metode epavorasi.

Epaporasi adalah metode pemisahan larutan berdasarkan perbedaan tingkat titik didih, pada kasus ekstrak hasil soxhletasi diatas, n-hexana memiliki titik didih yang jauh lebih rendah daripada lemak. Sehingga dengan alat epavorator yang disetting pada suhu 68⁰c dengan tekanan 335mbar dan putaran 40rpm, n-heksan habis menguap dan tersisa ekstrak murni (lemak).

Langakh-langkah Metode penentuan kadar lemak dalam bahan makanan
  • Ditimbang sebanyak 10 gram sampel yang telah dihaluskan (sebaiknya yang kering dan lewat 40 mesh) masukan kedalam kertas saring dan ikat tiap pujungnya (Ikat Pocong).
  • Masukan sampel kedalam tabung destilasi Soxhlet. 
  • Alirkan air pendingin melalui kondensor
  • Pasang tabung ekstraksi pada alat destilasi Soxhlet dengan pelarut n-Heksana secukupnya (200mL) di labu destilasi selama 4 jam.
  • Setelah residu dalam ekstraksi diaduk, ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan pelarut yang sama.
  • N-heksana yang telah mengandung ekstrak lemak di evaporasi untuk dipisahkan dengan ekstraknya.
  • Ekstrak kental yang didapat dimasukann kedalam botol/cawan pemanas yang dibersihkan dan diketahui beratnya.
  • Masukkan dalam oven pada suhy 105 °C sampai diperoleh berat konstan.
  • Berat residu dalam botol timbang, selisih antara berat cawan kosong dinyatakan sebagai berat lemak.

Hitung kadar lemak dengan persamaan
Kadar lemak=
berat lemak/berat sampel x 100%

Post a Comment for "Metode Penentuan Kadar Lemak dalam Bahan Makanan"