Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membuat Larutan Baku Standar Berbagai Variasi dan Contohnya

Larutan standar atau larutan baku adalah larutan yang sudah diketahui konsentrasinya, dalam analisis kimia biasanya ditempatkan pada buret sebaga titran atau dibuat deret dalam analisis spektrofotometri.

Tujuan dari larutan standar adalah untuk mendapat jumlah kadar atau nilai konsentrasi dari larutan yang belum diketahui kadarnya.

Umumnya larutan baku standar berdasarkan sifat bahan dibagi menjadi dua, yaitu:
Larutan standar primer adalah larutan standar primer dari bahan murni yang dengan pasti dapat diketahui konsentrasinya melalui perhitungan massa dan dapat digunakan untuk standarisasi larutan standar skunder. Contohnya: Kalium dikromat (K2Cr3O7), Natrium klorida (NaCl), Asam oksalat dan asam benzoat.

Larutan baku sekunder adalah larutan standar yang tidak dapat diketahui dengan pasti konsentrasinya dan mesti dibakukan dengan larutan baku primer untuk dapat digunakan. Contohnya Kalium permanganat (KMnO4), Perank nitrat (AgNO3), Natrium hidroksida (NaOH), Besi II Sulfat (FeSO4).

Contoh Pembakuan larutan standar skunder
1. Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat.
Reaksinya: C2H4.2H2O(aq) + 2NaOH(aq) -> Na2C2O4(aq) + 4H2O(l)
2. Standarisasi NaOH dengan Asam asetat.
Reaksinya: CH3COOH(aq) + NaOH(aq) -> CH3COOH(aq) + H2O(aq) 
3. Standarisasi HCl dengan asam borak
Na2B4O710H2O + 2HCl -> 2NaCl + 4H3BO3 +5H2O 

Penggunaan larutan standar

Standarisasi larutan basa yang belum diketahui konsentrasinya dengan larutan asam sebagai larutan standar dalam Buret. Penerapan paling umum adalah pada titrasi asam basa. Biasanya penentuan konsentrasi larutan standar melalui pergitungan Molaritas dan Normalitas yang ditentukan melalui Massa.

Standarisasi suatu analit kimia melalui perbandingan absorbansi dengan sampel pada panjang gelombang tertentu, dimana larutan standar dibuat variasi tertentu, konsentrasi sampel dapat ditentukan melalui hukum Lambert beer.

Contohnya:
1. Cara Pembuatan larutan standar glukosa untuk standarisasi karbohidrat
Lankah-langkahnya:
  • Tentukan volume dan konsentrasi larutan baku standar total yang akan dibuat
  • Tentukan volume dan variasi konsentrasi standar yang akan dibuat
  • Masukkan larutan kedalam labu takar dan encerkan sampai tanda batas
  • Beri label pada setiap larutan variasi standar
Pertama, pembuatan larutan standar total dengan memperkirakan dengan jumlah variasi yang nantinya akan digunakan biar tidak mubazir. Jika menggunakan satuan konsentrasi ppm maka gunakan persamaan
ppm= mg/l

Misalnya baku totalnya adalah 1000ppm
Maka larutkan 1000mg atau 1gr glukosa dalam 1 liter air. Sekarang kita sudah punya 1 liter larutan glukosa 1000ppm sebagai standar pokok.

Kedua, pembuatan variasi larutan standar. Misal variasinya adalah 50, 100, 200, 250 dan 500 (ppm) sebanyak 50 ml. Cara membuatnya adalah dengan persamaan pengenceran
V1.M2 = V2.M2

Pembuatan 50ml larutan glukosa 50 ppm dari 1000 ppm larutan total

V1.1000=50.50
=2,5ml

Perhitungan selanjutnya 100, 200, 250, 250 dan 500 ppm sebanyak 50ml dengan cara yang sama
100 ppm= 5ml
200 ppm= 10ml
250 ppm= 12,5 ml
500 ppm= 25ml

Ketiga, volume yang sudah dihitung diatas 2.5, 5, 10, 12.5, 25 (ml) diambil dari larutan baku pokok 1000 ml masukkan kedalam masing-masing labu takar ukuran 50ml.

Keempat, berikan label pada setiap labu takar berdasarkan konsentrasinya.

Baca: Uji Kadar Karbohidrat dengan Spektrofotometri 

2. Cara pembuatan larutan standar C organik

Pembuatan larutan standar C organik dapat juga menggunakan glukosa yang tersedia. Tapi perlu diingat bahwa standar glukosa karbohidrat berbeda dengan C organik, jika standar karbohidrat langasung dapat menggunakan glukosa karena merupakan unit yang sama tapi untuk C organik, hanya menggunakan elemet C (carbon) dalam senyawa glukosa (C6H12O6) melalui pergitungan stoikiometri.

Misalnya membuat larutan standar C organik 300 ppm 500 ml dari glukosa. Langkahnya:
Pertama, Hitung dulu konsentrasi yang akan digunakan melalui persamaan ppm.
ppm= mg/liter
Maka, untuk membuat larutan 300 ppm sebanyak 500 ml digunakan 150mg.

Kedua, tentukan C dalam C6H12O6
Ar C / Mr C6H12O6 = m C / x
72 / 204 = 150 / x
=425 mg

Jadi, untuk membuat 300ppm C organik 500ml dalam glukosa menggunakan 425mg glukosa. Timbang dan encerkan sampai tanda batas dalam labu takar 500 ml.

Ketiga, buat variasi standar sesuai ketentuan metode (misal: 0, 5, 10, 20, 50, 100 sebanyak 25 ml)
Hitung dengan persamaan pengenceran seperti contoh 1 diatas lalu buat dalam labu takar 25ml.

Yups! demikian materi cara membuat larutan baku standar beserta contohnya dalam analisis spektrofotometri. Jika ada yang keliru atau yang ditanyakan silahkan berikan masukan dan pertanyaan dikolom komentar. 

Post a Comment for "Cara Membuat Larutan Baku Standar Berbagai Variasi dan Contohnya"