Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Efek Negatif Polusi Cahaya bagi Kesehatan dan Janin

Penelitian dari Universitas Lehigh, studi pertama untuk memeriksa dampak kesehatan janin dari polusi cahaya berdasarkan pengukuran langsung dari skyglow, aspek penting dari polusi cahaya. Menggunakan keteraturan empiris yang ditemukan dalam fisika, yang disebut Hukum Walker, sebuah tim menemukan bukti penurunan berat badan lahir, panjang kehamilan yang lebih pendek, dan kelahiran prematur.

Skyglow adalah efek cahaya buatan yang menerangi langit.

Secara khusus, kemungkinan kelahiran prematur dapat meningkat sekitar 1,48 poin persentase (atau 12,9%), menurut para peneliti, sebagai akibat dari peningkatan kecerahan malam hari. Kecerahan malam hari dicirikan dengan hanya dapat melihat seperempat hingga sepertiga dari bintang yang terlihat di langit malam alami yang tidak tercemar. Penemuan ini telah diterbitkan dalam sebuah artikel di Southern Economic Journal yang berjudul, "Polusi ringan, kurang tidur, dan kesehatan bayi saat lahir."

Salah satu kemungkinan mekanisme biologis yang mendasari temuan tersebut, berdasarkan literatur yang ada, adalah gangguan ritme sirkadian akibat polusi cahaya, menurut Muzhe Yang, rekan penulis studi dan profesor ekonomi di Lehigh's College of Business. Yang mengatakan gangguan ritme sirkadian dapat menyebabkan gangguan tidur yang kemudian menyebabkan hasil kelahiran yang merugikan.

"Sementara penggunaan cahaya buatan yang lebih banyak di malam hari (ALAN) sering dikaitkan dengan kemakmuran ekonomi yang lebih besar, penelitian kami menyoroti manfaat kesehatan 'kegelapan' yang sering diabaikan," kata Yang. "Kita harus menyadari bahwa jam biologis (yaitu, ritme sirkadian) tubuh manusia, seperti semua kehidupan di bumi, membutuhkan 'kegelapan' sebagai bagian dari siklus terang-gelap, untuk secara efektif mengatur fungsi fisiologis, seperti sebagai tidur. "

Meskipun penting bagi masyarakat modern, ALAN dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh manusia dan karenanya menjadi "polutan". Manfaat ALAN bagi masyarakat, misalnya melalui peningkatan aktivitas ekonomi, dapat diimbangi oleh eksternalitas negatif ALAN seperti efek kesehatan yang merugikan, kata para penulis.

Kontribusi ALAN terhadap perubahan tingkat pencahayaan alami nokturnal sering disebut sebagai polusi cahaya. Polusi cahaya dianggap sebagai masalah berkelanjutan di seluruh dunia.

Jurnal Referensi:
  • Laura M. Argys, Susan L. Averett, Muzhe Yang. 2021. Light pollution, sleep deprivation, and infant health at birth. Southern Economic Journal, 2020; 87 (3): 849 DOI: 10.1002/soej.12477



Post a Comment for "Efek Negatif Polusi Cahaya bagi Kesehatan dan Janin"