Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa yangi Terjadi pada Otak saat Kesepian?

Sebuah penelitian oleh ilmuan dari Universitas McGill tentang kesepian pada otak, peneliti menemukan semacam watermark di otak orang-orang yang kesepian yang membuat mereka berbeda secara mendasar, yaitu variasi volume wilayah otak yang berbeda serta keadaan wilayah tersebut yang berkomunikasi satu sama lain.



Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 15 Desember 2020. Sebagian didanai oleh hibah Spreng dan Bzdok dari Institut Nasional AS tentang Penuaan.

Sebuah tim peneliti memeriksa data magnetic resonance imaging (MRI), genetika dan penilaian diri psikologis dari sekitar 40.000 orang dewasa paruh baya dan lebih tua yang secara sukarela memasukkan informasi mereka ke dalam UK Biobank yaitu sebuah database akses terbuka yang tersedia untuk ilmuwan kesehatan dunia. Mereka kemudian membandingkan data MRI partisipan yang dilaporkan dengan target mereka yang sering merasa kesepian dengan yang tidak.

Para peneliti menemukan beberapa perbedaan dalam otak orang yang kesepian. Manifestasi otak ini berpusat pada apa yang disebut jaringan default, yaitu sekumpulan wilayah otak yang terlibat dalam pemikiran batin seperti mengenang, merencanakan masa depan, membayangkan dan memikirkan orang lain. Para peneliti menemukan jaringan default dari orang-orang yang kesepian lebih kuat terhubung, dan yang mengejutkan volume materi abu-abu mereka lebih besar. Kesepian juga berkorelasi dengan perbedaan di forniks, yaitu seikat serabut saraf yang membawa sinyal dari hipokampus ke jaringan default. Pada orang yang kesepian, struktur saluran serat ini lebih terjaga.

Fungsi dari jaringan default yaitu saat mengingat masa lalu, membayangkan masa depan atau memikirkan masa kini, hipotetis. Fakta bahwa struktur dan fungsi jaringan ini secara positif dikaitkan dengan kesepian, mungkin karena orang yang kesepian lebih cenderung menggunakan imajinasi, ingatan masa lalu atau harapan masa depan untuk mengatasi isolasi sosial mereka.

Kesepian semakin diakui sebagai masalah kesehatan utama, dan penelitian sebelumnya menunjukkan orang tua yang mengalami kesepian memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan kognitif dan demensia. Memahami bagaimana kesepian memanifestasikan dirinya di otak bisa menjadi kunci untuk mencegah penyakit saraf dan mengembangkan pengobatan yang lebih baik.

"Kami baru mulai memahami dampak kesepian pada otak. Memperluas pengetahuan kami di bidang ini akan membantu kami lebih menghargai urgensi mengurangi kesepian di masyarakat saat ini," kata Danilo Bzdok, peneliti di The Neuro and the Quebec Artificial Intelligence Institute, dan penulis senior studi tersebut.


Jurnal Referensi:
  • R. Nathan Spreng, Alain Dagher, Philipp Koellinger, Gideon Nave, Emile Dimas, Anthony Ong, Laetitia Mwilambwe-Tshilobo, Thomas V. Wiecki, Julius M. Kernbach, Tian Ge, Avram J. Holmes, B. T. Thomas Yeo, Yue Li, Gary R. Turner, Robin I. M. Dunbar, Danilo Bzdok. 2020. The default network of the human brain is associated with perceived social isolation. Nature Communications, 2020; 11 (1) DOI: 10.1038/s41467-020-20039-w


Post a Comment for "Apa yangi Terjadi pada Otak saat Kesepian?"