Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Serangga yang dapat di Konsumsi Manusia

Entomophagy adalah praktik lama memakan serangga, dengan tercatat 2.037 spesies serangga berbeda yang saat ini dimakan secara global di sebagian besar negara non-Barat (Jongema, 2015).


Dibandingkan dengan ternak tradisional, dan beberapa tanaman pertanian, serangga yang dapat dimakan memiliki jejak lingkungan yang rendah, karena mereka memiliki efisiensi konversi pakan yang tinggi (de Souza ‐ Vilela, Andrew, & Ruhnke, 2019; van Huis, 2013), laju pertumbuhan yang cepat, dan fekunditas tinggi (Mitsuhashi, 2010; Nakagaki & Defoliart, 1991)

Untuk mengurangi hambatan masuk ini, penyelidikan telah menunjukkan bahwa konsumen Barat lebih bersedia memakan serangga yang diproses dan disamarkan dalam suatu produk, dibandingkan memakannya secara utuh (Gmuer, Nuessli Guth, Hartmann, & Siegrist, 2016; Hartmann, Shi , Giusto, & Siegrist, 2015; Schösler, Boer, & Boersema, 2012).

Spesies serangga yang paling umum di makan manusia
Beberapa spesies serangga yang lebih umum diterima di pasar Barat adalah jangkrik (Gryllidae), belalang (Locusta migratoria), ulat tepung (Tenebrio molitor), dan ulat sutera (Bombyx mori) (EFSA, 2015)

1. Jangkrik (Grylliade)

Menurut penelitian Barker et al. (1998); Osimani et al. (2018). Salah satu jenis jangkrik yaitu jangkrik rumahan Cricket (Acheta domesticus) memiliki kadar protein sebesar 64.4 - 73.6 (g/100g). Kadar lemak 12.3 - 22.87.6 (g/100g) dan kadar kitin sebesar 7.6 - 19.1 (g/100g)

2. Belalang (Locusta migratoria)

Menurut Elagba (2020) Locusta migratoria (Orthoptera: Acrididae) yang biasa dimakan oleh masyarakat mengandung protein sebesar 50,42 (g/100g), kandungan lemak 19,62 g/100g. Adapun selengkapnya menurut aman paul (2015) kandungan nutrisi beberapa spesies belalang keluarga Acrididae dapat dilahat pada tabel dibawah



3. Ulat sutera (Bombyx mori)

Menurut Masayuki., etc. (2010) Persentase kandungan protein dan lemak total menurut berat kering masing-masing adalah 55,6 dan 32,2%.

4. Ulat tepung (Tenebrio molitor)

Menurut penelitian oleh Ghaly and Alkoaik (2009); Yi et al. (2013)., Ulat tepung atau ulat kuning yang juga disebut sebagai ulat bambu memiliki kadar protein 50.1 - 76.2 (g/100g). Kadar lemak 27.2 - 31.1 (g/100g) dengan kadar kitin 0.

Baca juga: Ulat Tepung makanan alternatif Manusia kaya protein


5. BSF (Hermetia illucens)



Menurut beberapa penelitian oleh Bosch et al. (2014); Bußler et al. (2016); Caligiani et al. (2018); Finke, (2013); Meneguz et al. (2018). Kandungan protein BSF yaitu 30.0 - 52.9 (g/100g). Kandungan lemak 20.0 - 40.7 (g/100g) dan kitin sebanyak 2.1 - 9.0 (g/100g).

Baca juga: BSF Makanan Alternatif Manusia Kaya Protein


Adapun perbandingan serangga diatas dengan protein yang dimiliki sumber umum seperti sapi dan ayam dapat dilihat di tabel dibawah ini

Selain itu serangga tersebut juga kaya akan asam amino esensial seperti Isoleucine, leucine, lysine, methionine+cysteine, phenyl alanine+tyrosine, threonine, tryptophan, valine, histidine Isoleucine, leucine, lysine, methionine+cysteine, phenyl alanine+tyrosine, threonine, tryptophan, valine, histidine. Dapat dilihat di faftar dibawah ini.


Refrensi:
  • Elagba H. A. Mohamed. 2015. Determination of Nutritive Value of the Edible migratory locust Locusta migratoria, Linnaeus, 1758 (Orthoptera: Acrididae). Natural History Museum, University of Khartoum
  • Aman Paul, Michel Frederich, Roel Uyttenbroeck, Séverin Hatt, Priyanka Malik, Simon Lebecque, Malik Hamaidia, Krystian Miazek, Dorothée Goffin, Luc Willems, Magali Deleu, Marie-Laure Fauconnier, Aurore Richel, Edwin De Pauw, Christophe Blecker, Arnaud Monty, Frédéric Francis, Éric Haubruge & Sabine Danthine. 2015. Grasshoppers as a food source? A review. https://doi.org/10.25518/1780-4507.12974
  • Masayuki Yamato, Mitsuaki katagiri, Hiroyuki Tomotake. 2010. Silkworm Pupae (Bombyx mori) Are New Sources of High Quality Protein and Lipid. Journal of Nutritional Science and Vitaminology 56(6):446-8. DOI: 10.3177/jnsv.56.446

Post a Comment for "Daftar Serangga yang dapat di Konsumsi Manusia"