Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kapan Waktu yang Tepat Minum Kopi? Setelah atau Sebelum Sarapan?

Kopi memiliki daya tarik yang meluas di seluruh dunia bahkan memiliki one day with coffe (1 oktober). Kopi sekarang menjadi minuman paling populer di dunia, dengan sekitar dua miliar cangkir dikonsumsi setiap hari. Di AS, sekitar setengah dari orang di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas minum kopi setiap hari, sementara di Inggris, menurut British Coffee Association, 80% rumah tangga membeli kopi instan untuk konsumsi di rumah. Di Indomesia Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276 ribu ton. Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22%/tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton (Katadata.co.id)


Baru-baru ini Menurut Sebuah Penelitian dari Center for Nutrition, Exercise & Metabolism di University of Bath (Inggris) yang mengamati efek terjaga tidur dan kopi pagi di berbagai penanda metabolik yang berbeda. Menemukan bahwa kurang tidur satu malam berdampak terbatas pada metabolisme kita dan minum kopi sebagai cara untuk terjaga dari tidur dapat memiliki efek negatif pada kontrol glukosa darah (gula), Penelitian ini terbit di British Journal of Nutrition.

Mengingat pentingnya menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang aman untuk mengurangi risiko kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung, hasil penelitian ini dapat memiliki implikasi kesehatan yang 'luas' terutama mengingat popularitas global kopi.

Metode penelitian:


Untuk penelitian ini, ahli fisiologi di University of Bath meminta 29 pria dan wanita sehat untuk menjalani tiga eksperimen semalam yang berbeda dalam urutan acak:
  • Pertama, kondisi partisipan tidur malam dengan normal dan diminta mengonsumsi minuman manis saat bangun pagi.
  • kelompok partisipan lain mengalami gangguan tidur malam (dimana peneliti membangunkan mereka setiap jam selama lima menit) kemudian setelah bangun diberikan minuman manis yang sama.
  • kelompok partisipan ketiga mengalami gangguan tidur yang sama (yaitu terbangun sepanjang malam) namun kali ini pertama kali diberikan kopi hitam kental 30 menit sebelum mengonsumsi minuman manis tersebut setelah bangun.

Dalam setiap kelompok tes partisipan ini, sampel darah dari peserta diambil setelah minuman manis yang kandungan energinya (kalori) sebanding dengan apa yang biasanya dikonsumsi untuk sarapan.

Hasilnya:
Temuan mereka menyoroti bahwa gangguan tidur semalam (terfragmentasi) tidak memperburuk respons glukosa darah / insulin peserta saat sarapan yang dibandingkan dengan tidur malam normal.

Namun, kopi hitam pekat yang dikonsumsi sebelum sarapan secara substansial meningkatkan respons glukosa darah terhadap sarapan sekitar 50%. Meskipun survei tingkat populasi pada sisi lain menunjukkan bahwa kopi dapat dikaitkan dengan kesehatan yang baik, penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa kafein berpotensi menyebabkan resistensi insulin. Oleh karena itu, studi baru ini mengungkapkan bahwa praktik kebiasaan umum dengan minum kopi setelah tidur malam yang buruk untuk mengatasi rasa kantuk dapat menciptakan masalah lain dengan membatasi kemampuan tubuh untuk mentolerir gula dalam sarapan Anda.

Profesor James Betts, Wakil Direktur Pusat Nutrisi, Latihan dan Metabolisme di Universitas Bath yang mengawasi pekerjaan tersebut, menjelaskan: "Kami tahu bahwa hampir separuh dari kita akan bangun di pagi hari dan, sebelum melakukan hal lain, minum kopi - Secara intuitif semakin kita merasa lelah, semakin kuat kopinya. Penelitian ini penting dan memiliki implikasi kesehatan yang luas karena sampai saat ini kita memiliki pengetahuan yang terbatas tentang apa yang terjadi pada tubuh kita, khususnya untuk metabolisme dan darah kita. kontrol gula.

Sederhananya, kontrol gula darah kita terganggu ketika hal pertama yang bersentuhan dengan tubuh kita adalah kopi terutama setelah tidur malam yang terganggu. Kita mungkin memperbaiki ini dengan makan dulu dan kemudian minum kopi nanti jika kita merasa masih merasa perlu. Mengetahui hal ini dapat memiliki manfaat kesehatan yang penting bagi kita semua. "

Peneliti utama, Harry Smith dari Departemen Kesehatan di Bath menambahkan: "Hasil ini menunjukkan bahwa satu malam tidur yang terganggu saja tidak memperburuk respon glukosa darah / insulin peserta terhadap minuman manis. Namun, memulai hari setelah tidur malam yang buruk dengan kopi kental memang memiliki efek negatif pada metabolisme glukosa sekitar 50%.

Sehingga, cara paling aman adalah memilih waktu terbaik dengan mengambil sarapan terlebih dahulu dan setelahnya jika ingin tetap meminum kopi.

Jurnal Referensi:
  • Harry A. Smith, Joel Thomas, Jean-Philippe Walhin, Aaron Hengist, Philippa Heath, Oliver Perkin, Yung-Chih Chen, Javier T. Gonzalez, James A. Betts. 2020. Glucose control upon waking is unaffected by hourly sleep fragmentation during the night, but is impaired by morning caffeinated coffee. British Journal of Nutrition, 2020; 1 DOI: 10.1017/S0007114520001865

Post a Comment for "Kapan Waktu yang Tepat Minum Kopi? Setelah atau Sebelum Sarapan?"