Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Seperti Manusia, Simpanse Menderita Seumur Hidup jika Menjadi Yatim Piatu Sebelum Dewasa

Sebuah studi oleh ilmuan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, mengungkap bagaimana simpanse menjadi kirang kompetitif setelah menjadi yatim sebelum dewasa, dan sebuah alasan bekal apa yang diberikan induk simpanse sehingga bisa hidup setelah disapih.


Teori utama dalam evolusi manusia menyatakan bahwa orang tua yang terus memberikan makanan kepada keturunannya sampai mereka dewasa memungkinkan spesies kita memiliki otak terbesar dari spesies mana pun di planet ini dibandingkan dengan ukuran tubuh kita. Otak adalah jaringan yang mahal dan tumbuh perlahan menuju masa kanak-kanak yang panjang.

Pengasuhan orang tua yang berkelanjutan melalui masa kanak-kanak yang panjang memberikan waktu kepada anak-anak untuk mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di masa dewasa. Masa kanak-kanak panjang seperti itu jarang terjadi pada hewan, hanya bisa disamai oleh kera besar lainnya, seperti simpanse.

Simpanse mungkin memiliki masa kanak-kanak yang panjang, tetapi ibu jarang memberi mereka makanan secara langsung setelah berusia empat hingga lima tahun ketika mereka disapih. Kebanyakan ibu membiarkan anaknya mencari makan sendiri. Jadi, keunggulan kompetitif apa yang diberikan ibu simpanse kepada putra mereka saat mereka di sapih? Kami belum tahu jawabannya tetapi para ilmuwan punya beberapa ide.

"Satu gagasan adalah ibu tahu di mana menemukan makanan terbaik dan cara menggunakan alat untuk mengekstrak makanan yang tersembunyi dan sangat bergizi, seperti serangga, madu, dan kacang-kacangan," Crockford menunjukkan.

Keturunan secara bertahap mempelajari keterampilan ini selama masa bayi dan remaja mereka. Kita dapat berspekulasi bahwa satu alasan mengapa anak terus bepergian dan memberi makan dekat dengan ibu mereka setiap hari sampai mereka remaja, adalah karena melihat ibu mereka membantu mereka untuk belajar." Memperoleh keterampilan yang memungkinkan mereka untuk makan makanan yang lebih bergizi mungkin menjadi alasan mengapa kera besar mampu mengembangka otak yang jauh lebih besar dibandingkan dengan primata lainnya.

"Gagasan lain adalah bahwa ibu mewariskan keterampilan sosial, "Sama seperti manusia, simpanse hidup dalam dunia sosial yang kompleks dari persekutuan dan persaingan. Mungkin mereka belajar dengan memperhatikan ibu mereka kapan harus membangun aliansi dan kapan harus bertarung."

Journal Reference:
  • Catherine Crockford, Linda Vigilant, Liran Samuni and Roman M. Wittig. 2020. Postweaning maternal care increases male chimpanzee reproductive success. Science Advances, 2020 DOI: 10.1126/sciadv.aaz5746



Post a Comment for "Seperti Manusia, Simpanse Menderita Seumur Hidup jika Menjadi Yatim Piatu Sebelum Dewasa"