Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pijat dan Istirahat 10 Menit Membantu Tubuh Melawan Stres

Sebuah study oleh peneliti dari university of konstanz menunjukkan bahwa teknik relaksasi singkat dan mudah diterapkan dapat mengaktifkan sistem regeneratif parasympathetic nervous system (PNS) tubuh untuk melawan stres, ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana kita dapat mengobati penyakit terkait stres


Parasympathetic nervous system (PNS) adalah salah satu dari tiga divisi sistem saraf otonom. Sistem saraf parasimpatis atau PNS Kadang-kadang disebut sistem saraf istirahat dan pencernaan, sistem parasimpatis menghemat energi dengan memperlambat detak jantung, meningkatkan aktivitas usus dan kelenjar, dan melemaskan otot sfingter di saluran gastrointestinal


Stres diketahui memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan dan penyakit. Namun, tubuh kita memiliki sistem regeneratif bawaan atau semacam sistem penyembuhan sendiri untuk menangkal stres. Dengan memberikan sentuhan respons seperti relaksasi pijat dapat menjadi kunci untuk melindungi kesehatan kita dan memulihkan keseimbangan dalam tubuh kita.

Pijat atau urut adalah metode terapi tradisional dengan memberikan tekanan pada bagian tubuh. Pijat telah digunakan untuk meningkatkan relaksasi sejak lama bahkan sebelum ada nama kedokteran, namun tidak ada pendekatan sistematis untuk memastikan efeknya pada PNS dan apakah ini dapat digunakan sebagai rehabilitasi untuk pasien yang menderita penyakit terkait stres atau tidak.

Studi ini menunjukkan bahwa pijat adalah intervensi yang mudah diterapkan dan dapat meningkatkan mesin utama tubuh untuk relaksasi PNS dan juga mengarah pada pengurangan stres mental yang dirasakan.

"Untuk lebih memahami efek negatif stres, kita perlu memahami kebalikannya yaitu relaksasi," kata Jens Pruessner, kepala laboratorium Neuropsikologi dan Profesor di Cluster of Excellence "Pusat Studi Lanjutan tentang Perilaku Kolektif" di Universitas Konstanz. "Terapi relaksasi sangat menjanjikan sebagai cara holistik untuk mengatasi stres, tetapi penilaian ilmiah yang lebih sistematis dari metode ini diperlukan."

Metode
Peneliti dari Departemen Psikologi di Konstanz mengembangkan pendekatan standar untuk menguji apakah stimulasi sentuhan dapat meningkatkan relaksasi mental dan fisik. Mereka menerapkan dua pijatan sepuluh menit yang berbeda pada subjek manusia di laboratorium untuk menguji: 

D

  1. Pijatan kepala dan leher dirancang untuk secara aktif merangsang PNS dengan menerapkan tekanan sedang pada saraf vagal, yang merupakan saraf terbesar yang menuju ke PNS.
  2. Kemudian pijatan leher dan bahu dengan gerakan membelai lembut dirancang untuk memeriksa apakah hanya dengan menyentuh bisa membuat rileks.
  3. Kelompok kontrol dari peserta yang duduk dengan tenang di meja diuji untuk mengetahui efek istirahat tanpa stimulasi sentuhan.
  4. Relaksasi fisiologis diukur dengan memantau detak jantung peserta dan mengukur variabilitas detak jantung atau heart rate variability  (HRV), yang menunjukkan seberapa fleksibel PNS dapat merespons perubahan lingkungan. Relaksasi psikologis juga diukur dengan meminta peserta untuk menggambarkan seberapa rileks atau stres yang mereka rasakan.

Hasilnya
  1. Semakin tinggi HRV, semakin rileks tubuh.
  2. Sepuluh menit istirahat atau menerima pijatan menghasilkan penurunan stres psikologis dan fisiologis. Semua peserta melaporkan bahwa mereka merasa lebih rileks, dan lebih sedikit stres, dibandingkan dengan sebelum perawatan.
  3. Semua peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam variabilitas detak jantung, yang menunjukkan bahwa PNS diaktifkan dan tubuh secara fisiologis rileks hanya dengan istirahat saja.
  4. Efek fisiologis lebih terasa saat partisipan mendapat pijatan. Namun, tidak penting apakah pijatan itu lembut atau sedang - kontak taktil secara umum tampaknya meningkatkan relaksasi tubuh.

"Kami sangat terdorong oleh temuan bahwa periode singkat ketidakterikatan cukup untuk merilekskan tidak hanya pikiran tetapi juga tubuh," kata Maria Meier, seorang mahasiswa doktoral di lab Neuropsikologi dan penulis pertama studi tersebut. "Anda tidak memerlukan perawatan profesional untuk rileks.

Memiliki seseorang dengan lembut membelai bahu Anda, atau bahkan hanya mengistirahatkan kepala Anda di atas meja selama sepuluh menit, adalah cara yang efektif untuk meningkatkan mesin relaksasi fisiologis tubuh Anda."

Jurnal Referensi:
  • Maria Meier, Stephanie J. Dimitroff, Annika B. E. Benz, Eva Unternaehrer, Ulrike U. Bentele, Sabine M. Schorpp, Maya Wenzel, Jens C. Pruessner. 2020. Standardized massage interventions as protocols for the induction of psychophysiological relaxation in the laboratory: a block randomized, controlled trial. Scientific Reports, 2020; 10 (1) DOI: 10.1038/s41598-020-71173-w



Post a Comment for "Pijat dan Istirahat 10 Menit Membantu Tubuh Melawan Stres"