Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Point Penting Memahami Sel Volta - Galvani beserta Contoh Soal

Konsep dasar dari sel volta adalah mengubah reaksi kimia menjadi listrik atau suatu prosee reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Sistem Sel volta atau sel galvani banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dalam pembuatan batre dan aki jadi bisa kita lihat aplikasinya mencakup semua alat yang menggunakan batre dan aki.

Untuk memahami sel volta atau sel galvani, setidaknya ada 6 point penting yg yang harus diingat, yaitu:
  • Elektroda
  • Nilai Potensial reduksi
  • Diagram sel
  • Reaksi sel
  • Niai potensial standar
  • Jembatan Garam

Kita akan membahas setiap point dengan praktik contoh langsung

1. Elektroda
Elektroda adalah konduktor yang dapat menghantarkan arus listrik. Pada sistem sel volta eleltroda difokuskan pada fungsi kutub "katoda-anoda" dan menjadi point penting dalam mempelajari sel volta.

karena ada lagi sistem yang bekerja yang berhubungan dengan reaksi kimia dan listrik yang disebut sel elektrolisisi dimana arah fungsi katoda ataupun anodanya berbeda.

Perlu ditekankan dalam sistem sel volta
Katoda mengalami reaksi reduksi dan bernilai positif (+)
Anoda mengalami reaksi oksidasi dan bernilai negatif (-)

Kutub positif-negatif bukan sekedar penanda, tapi identitas sel volta yang menentukan nilai arus listrik (volt). Karena ada lagi sistem yang terkait reaksi kimia dan listrik yaitu sel elektrolisis dimana katoda yang mengalami reaksi reduksi bernilai negatif (-) dan anoda bernilai positif (+)

Untuk mengetahui mana elektroda yangbakan bertindak sebagai katoda dan anoda, tergantung dari zat kimia mana yang mengalami reaksi reduksi dan oksidasi

Contoh:
Dalam masing-masing elektroda diberikan zat kimia peraksulfat (AgSO4) dan tembagasulfat(CuSO4)


Untuk mengetahui mana zat kimia yang akan tereduksi dan teroksidasi maka kita alan melihat nilai potensial reduksinya.

2. Nilai potensial reduksi
Setiap elektroda, katoda atau anoda memiliki nilai potensial reduksi. Meskipun anoda adalah yang mengalami reaksi oksidasi, tetap memiliki nilai potensial reduksi dan tidak ada nilai potensial oksidasi pada sistem ini.

Contoh:
Pada zat kimia CuSO4 dan AgSO4 yang kita asumsikan telah kita celupkan masing-masing ekeltroda. Tembaga dan perak memiliki potensial reduksi,

Ag+   + e-     ---->   Ag +  E⁰: + 0,80
Cu2+   + 2e-     ---->   Cu +  E⁰: + 0,34


Jadi, yang bertindak sebagai katoda atau yang mengalami reduksi adalah Ag+ karena lebih positif.

3. Diagram sel
Diagram sel adalah gambaran singkat mengenai proses dalam sistem sel volta.

Perumusannya:
"Anoda||katoda"

Dari contoh tembaga dan perak diatas dapat kita buat diagram selnya yaitu
Cu|Cu2+||Ag+|Ag

4. Reaksi sel
Atau pada sisitem ini adalah Reaksi Redoks (reduksi-oksidasi) merupakan reaksi yang terjadi dalam rangkaian sel volta, sejatinya serah terima elektron dalam reaksi tersebutlah yang menciptakan arus listrik. Sehingga difinis dari sel volta sendiri yaitu sel eleltrokimia yang mengubah energi kimia dari reaksi redoks menjadi energi listrik.

Pada contoh Cu dan perak diatas
Katoda: Ag+   + e-     ---->   Ag
Anoda: Cu -> Cu2+ + 2e-
Reaksi Sel : 2Ag + Cu + 2e- -> Ag + Cu2+  +2e-

Untuk memahami reaksi redoks pada sistem sel volta yang perlu kita pelajari adalah reaksi penyetaraan redoks.

5. Nilai potensial standar (volt)

Jadi nilai potensial standar atau nilai volt, inilah sebagai ukuran besarnya arus listrik yang terbentuk dari reaksi kimia.

Dirumuskan:
E⁰ sel= E⁰Reduksi - E⁰Oksidasi atau
E⁰ sel= E⁰Katoda - E⁰Anoda

Dari contoh tembaga (cu) dan perak (Ag) diatas
Katoda: Ag+   + e-     ---->   Ag E⁰= +0,80
Anoda: Cu -> Cu2+ + 2e E⁰= -0,34
R. Sel : 2Ag+  + Cu + 2e -> Ag + Cu2+ +2e E⁰= +0,46

Ingat sekali lagi! Baik Tembaga ataupun perak memiliki Potensial reduksi. Pada kasus ini tembaga mengalami reaksi oksidasi maka nilai potensialnya menjadi sebaliknya yaitu negatif (-) atau ubah nilai kutub elektrodanya.

Cara langsung menghitung E⁰Sel sesuai perumusan diatas:
E⁰ sel= E⁰Reduksi - E⁰Oksidasi
E⁰ sel= E⁰Ag|Ag+ - E⁰Cu2+|Cu
E⁰ sel= +0.80 - + 0,34
E⁰ sel= +0,46 Volt

6. Jembatan garam
Keberadaan jembatan garam dalam sel volta muncul dari suatu permasalahan dalam reaksi serah terima elektron antara kataoda dan anoda atau zat yang mengalami reduksi dan oksidasi, sehingga membuat reaksi trus mengalami proses transfer dan zat yang mengalami pelepasan elektron atau oksidasi di anoda akan habis. Sehingga jembatan garam diberikan sebagai negoisasi yang menstabilkan kedua zat.

Bagaimana jambatan garam menstabilkan reaksi dalam sel volta?
Jembatan garam berisi zat garam atau hasil rekasi asam basa, yang memiliki ioniiisasi muatan positif dan negatif dimana kation akan menstabilkan katoda ata zat yang mengalami reduksi dan sebaliknya. Misalnya garam Na2SO4 dengan reaksi ionisasi:
Na2SO4 -> 2Na+ + SO4-

Open Kritik dan saran, silahkan coba dengan contoh yang lain semoga bermanfaat.

Post a comment for "6 Point Penting Memahami Sel Volta - Galvani beserta Contoh Soal "

Berlangganan via Email