Monday, October 28, 2019

Perbedaan Serai Wangi - Serai Dapur, Kandungan Senyawa dan Manfaatnya

Umumnya tanaman serai atau sereh dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sereh dapur lemongrass dan sereh wangi yang dikenal sebagai sitronella. Keduanya memiliki aroma yang berbeda. Serai dimanfaatkan minyaknya, serai wangi dikenal dengan sitronelal oil, nama tersebut diambil dari komponen senyawa utamanya. Sedangkan serai dapur dikenal dengan lemograss oil, nama tersebut diambil dengan alasan bau dari serai dapur seperti lemon.

Minyak sereh wangi telah dikembangkan di Indonesia dan minyak atsirinya paling banyak diproduksi secara komersial dan termasuk komoditas ekspor. Dari segi komposisi kimianya, keduanya memiliki komponen utama yang berbeda. Sereh wangi kandungan utamanya adalah citronella, sedangkan sereh dapur adalah sitral.

Serai Dapur ataupun wangi merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam famili rumput-rumputan atau Poaceae. Serai Bumbu Dikenal juga dengan nama serai dapur (Indonesia), sereh (Sunda), dan bubu (Halmahera) (Oyen dan Dung, 1999). Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis (Oyen dan Dung, 1999).

Menurut Muhlisah (1999), tanaman serai dapur memiliki klasifikasi sebagai berikut :
  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Bangsa : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Marga : Cymbopogon
  • Jenis : Cymbopogon citratus (DC.) Stapf
Klasifikasi untuk serai wangi, yaitu:
  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Bangsa : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Marga : Cymbopogon
  • Jenis serai wangi: Cymbopogon nardus
Sereh dapur terbagi menjadi 2 varitas, yaitu sereh flexuosus(Cymbopogon Flexuosus) dan sereh citratus (Cymbopogon Citratus). Dalam dunia perdagangan minyak atsiri, minyak sereh flexuosus disebut sebagai East Indian lemongrass oil (minyak sereh dapur India Timur). Sedangkan sereh citratus dikenal dengan West Indian lemongrass oil (minyak sereh dapur India Barat). Keduanya dapat tumbuh subur di Indonesia meskipun yang terbanyak adalah jenisWest Indian. Perbedaan yang sangat jelas dari keduanya terletak pada sifat-sifat minyak atsiri yang dihasilkan. Minyak sereh India Timur lebih berharga dari pada India Barat, terutama karena kandungan sitralnya yang lebih tinggi.

Komposisi senyawa:
     Kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman serai antara lain pada daun serai dapur mengandung 0,4% minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral, sitronelol (66-85%), ߙb-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, b-felandren, p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol, a-terpineol, geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten, metil heptenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, dan b-kariofilen oksida (Rusli dkk., 1979). Berdasarkan data GC-MS ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus DC) mengandung 26 senyawa dengan komponen utama: Heksadekanol, Asam Nerat, Geraniol, Hidroksidihidromaltol, Asam Palmitat, dan Hidroksimetilfurfural. (Anieta, 2013).

Menurut penelitian lain, Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri serai dapur mengandung 33 puncak senyawa dengan 3 puncak senyawa mayor yaitu 1-β-pinen (12, 78%), Z-sitral (28, 24%) dan E-sitral (35, 43%).

Serai wangi menurut Wijesekara (1973), senyawa utama penyusun minyak serai adalah sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Gabungan ketiga komponen utama minyak serai dikenal sebagai total senyawa yang dapat diasetilasi. Ketiga komponen ini menentukan intensitas bau harum, nilai, dan harga minyak serai. Serai wangi yang mengandung senyawa utama sitronellal sekitar 32-45%, geraniol 10 - 12%, sitronellol 11 - 15%, geranil asetat 3 - 8%, sitronellal asetat 2 - 4% dan senyawa lainnya.

Tiga senyawa penting serai dapur dan serai wangi, yaitu: 

1. Sitral
    Minyak sereh dapur merupakan salah satu jenis minyak atsiri terpenting. Minyak atsiri ini digunakan untuk menghasilkan sitral yang merupakan konstituen utama dari minyak sereh dapur. Sitral merupakan bahan pembuat ionon. Minyak sereh dapur memiliki bau lemon yang keras karena mengandung kadar sitral yang tinggi (65% sampai 85%) sehingga minyak sereh dapur dinamakan lemongrass oil. Minyak sereh dapur dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, sabun, dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa ionon. Ionon adalah golongan senyawa-senyawa aromatis sintetik yang banyak digunakan sebagai pewangi dalam berbagai macam parfum dan kosmetika. Ionon memiliki bau seperti violet yang intensif dan tahan lama (Guenther et.al.,1970.

2. Sitronelal
    Sitronelal adalah cairan tak berwarna, dengan bau menyegarkan dan mempunyai sifat racun dehidrasi (desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus-menerus. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan. Kualitas minyak sereh wangi ditentukan oleh komponen utama di dalamnya yaitu kandungan sitronelal. Sitronelal merupakan senyawa monoterpena yang mempunyai gugus aldehid, ikatan rangkap dan rantai karbon yang memungkinkan mengalami reaksi siklisasi aromatisasi (Irna dan Ernayenti, 2007). Selain itu, sitronelal juga merupakan bahan dasar sintesis pembuatan fragrance seperti sitronelol, isopulegol, mentol dan ester-ester lainnya yang mempunyai bau dan wangi yang khas. Sitronelal bila direaksikan dengan berbagai senyawa yang bersifat asam seperti anhidrida asetat dan sebagainya akan mengalami siklisasi menjadi isopulegol dan sejumlah isomer (isopulegol sebagai produk utama) (Irna dan Ernayenti, 2007).

3. Sitronelol
    Sitronelol merupakan salah satu pewangi yang paling penting yang banyak digunakan dalam parfum, kosmetik, dan sabun mandi. Sitronelol berupa cairan tak berwarna yang memiliki bau seperti bunga mawar (Singh dkk., 2011).

4. Geraniol
    Geraniol adalah salah satu senyawa monoterpenoid dan alkohol dengan formula C10H18O. Geraniol berupa cairan berwarna kuning pucat. Senyawa ini tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam bahan pelarut organik yang umum. Baunya menyengat dan sering digunakan sebagai parfum (Singh dkk., 2011). Sastrohamijojo (2002), telah melakukan penelitian tentang cara isolasi geraniol melalui proses saponifikasi residu minyak serai setelah diambil sitronelalnya disebut residu, dididihkan dengan larutan NaOH dalam alkohol. Tujuannya adalah untuk mensaponifikasi ester-ester sitronelol dan geraniol agar supaya menjadi produk alkohol.

Manfaat Serai Berdasarkan Penelitian, yaitu: 
1. Manfaat serai dapur:
    Salah satu tanaman herbal Indonesia yang mengandung minyak atsiri adalah
serai dapur. Minyak atsiri serai dapur memiliki kandungan utama berupa sitral. Berdasarkan analisis Spektrometri massa dan diuji potensinya sebagai pelangsing aromaterapi secara in vivo menggunakan hewan uji tikus putih jantan dewasa galur Sprague-Dawley. Hasil inhalasi minyak atsiri, sitral, menunjukkan rerata bobot badan tikus setelah masa perlakuan lebih rendah dibandingkan dengan tikus kelompok normal dan kontrol yang mengonsumsi pakan tinggi kolesterol Kelompok tikus dengan inhalasi sitral memiliki rerata bobot badan akhir masa perlakuan terendah dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan penelitian ini ialah sitral merupakan senyawa yang berpotensi sebagai pelangsing aromaterapi.

Obat nyamuk demam berdarah
Hasil uji daya proteksi tertinggi terhadap nyamuk Aedes aegypti yaitu pada ekstrak etanol batang serai bumbu (Andropogon citratus DC) sebesar 85, 0% pada kadar 5% . (Anieta, 2013).

Dari Hasil pengujian aktivitas minyak atsiri serai dapur terhadap rayap dengan konsentrasi 0%(Kontrol negatif), 5%, 10%, 15%, 20%, 25%(v/v) minyak atsiri dan 0, 25%(v/v) reagen fibronil membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang diberikan maka mortalitas rayap semakin besar seiring dengan penurunan persentase berat kertas umpan.

Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik di rongga mulut disebabkan oleh pertumbuhan abnormal Candida albicans. Minyak serai bumbu terbukti memiliki aktivitas antifungi terhadap C. albicans. (Meta, 2016)

2. Manfaat serai wangi 
    Sereh wangi sering dijumpai dalam produk citronella oil yang memiliki manfaat menguntungkan seperti obat-nyamuk, anti-jamur, antibakteri, insekta larvasidal,  antipiretik (dapat meredakan demam dan sakit kepala),anti inflammatory, aromatik, antispasmodic (bersifat sebagai muscle relaxer), dan dapat digunakan untuk agen-agen pembersih.

Ekstrak daun serai wangi sebagai insekta, Berdasarkan pengujian secara in vivo disimpulkan bahwa semakin besar pemberian konsentrasi sitronelal ekstrak daun serai wangi pada bawang daun maka intensitas serangan colletotrichum sp. akan semakin kecil. (Ria, dkk. 2014).

Minyak atsiri serai wangi memiliki potensi sebagai antifitoviral dan menekan perkembangan Potyvirus penyebap penyakit mosaik pada tanaman nilam. Kemampuan aktivitas antifitoviral dari minyak atsiri dapat ditingkatkan dengan formulasi nanopartikel, seperti nanoemulsi. Potyvirus dapat menurunkan produksi terna basah dan kering tanaman nilam mencapai masing-masing 35% dan 41%. (Rita, dkk. 2017).

Pengujian minyak serai terhadap jamur Secara in vivo, dengan cara buah apel direndam kedalam larutan minyak atsiri serai wangi kemudian buah ditusuk dan ditetesi suspensi jamur C. gloeosporioides penyebab penyakit antraknosa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 konsentrasi anti fungi dan 4 ulangan. Konsentrasi minyak atsiri serai wangi yaitu 500 ppm hingga 1500 ppm. Buah apel yang diberi minyak atsiri serai wangi konsentrasi 1500 ppm menunjukkan efek penghambatan 90, 22% pertumbuhan jamur dan berat miselium jamur 55 mg secara in vitro. (Astri, 2014).

Pengobatan konvensional memberikan banyak efek samping. Penggunaan obat tradisional kini digencarkan sebagai alternatif pengobatan karena dinilai lebih mudah dijangkau baik harga maupun ketersediaannya. Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman obat. Bagian yang sering digunakan yaitu minyak atsiri hasil destilasi daun serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas minyak atsiri serai wangi, nilai LC50 minyak atsiri serai wangi, dan mengetahui kandungan kimia minyak atsiri serai wangi. Daun serai wangi didestilasi untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri yang dihasilkan diuji toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach. dengan seri kadar 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 100 ppm, dan 50 ppm. Efek toksisitas minyak atsiri serai wangi dianalisis dengan menghitung LC50 selama 24 jam perlakuan dan dilakukan GC-MS untuk mendeteksi kandungan senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri serai wangi. Hasil penelitian menunjukkan minyak atsiri serai wangi bersifat toksik dengan nilai LC50 323.59 μg/ml sehingga dapat dinyatakan bahwa minyak atsiri serai wangi dapat digunakan sebagai kandidat antikanker.

Refrensi:
Ria Kurniasih, Syamsuddin Djauhari, Anton Muhibuddin, Edi Priyo Utomo. 2014. Pengaruh Sitronelal Serai Wangi (Cymbopogon winterianus Linn) Terhadap Penekanan Serangan Colletotrichum Sp. Pada Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.)

Anita Verawati, Khairul Anam, Dewi Kusrini. 2013. Identifikasi kandungan kimia ekstrak etanol serai bumbu (Andropogon citratus DC) dan uji efektivitas repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti

Alfi Nura. 2017. Uji Toksisitas Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Universitas Sumut

Rita Noveriza, Maya Mariana, Sri Yuliani 2017. Keefektifan formula nanoemulsi minyak serai wangi terhadap potyvirus penyebab penyakit mosaik pada tanaman nilam

Astri Septiyaningsih Nugraheni, Syamsuddin Djauhari, Abdul Cholil, Edi Priyo Utomo. 2014. Potensi Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon winterianus) sebagai Fungisida Nabati terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) pada Buah Apel

Meta juniatik. 2016. FORMULASI MOUTHWASH NANOEMULSI MINYAK SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans ATCC 10231 TERUJI IN VITRO

ERNA PUJI ASTUTI. 2012. Pemisahan Sitral dari Minyak Atsiri Serai Dapur (Cymbopogon citratus) sebagai Pelangsing Aromaterapi.

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun