Wednesday, October 16, 2019

Kandungan Senyawa Daun Kratom dan Manfaatnya

Salah satu tanaman obat tradisional
yang telah digunakan untuk terapi berbagai penyakit adalah tanaman kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Kratom merupakan tanaman asli penduduk di Asia Tenggara khususnya di Thailand, Malaysia, dan Indonesia. DiIndonesia daun Kratom banyak tumbuh di Kalimantan dengan sebutan Kandema.


Klasifikasi Ilmiah Krotom: 

  • Kingdom:Plantae
  • Clade:Angiosperms
  • Clade:Eudicots
  • Clade:Asterids
  • Order:Gentianales
  • Family:Rubiaceae
  • Genus:Mitragyna
  • Species:M. speciosa

Daun kratom masuk kedalam new psychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid lainnya seperti heroin dan ganja.

Secara empiris, daun segar atau kering kratom dapat dikunyah, diseduh menjadi teh, atau dijadikan rokok. Kratom digunakan dalam obat rakyat sebagai stimulan pada dosis rendah, dan pada dosis tinggi dapat memiliki efek sedatif.

Ciri Tanaman Karatom
Hasil penetapan parameter spesifik organoleptis simplisia daun kratom dari Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi masing-masing memiliki bau khas kuat, rasa pahit, berwarna hijau kecokelatan dan hijau kekuningan.

Kandungan senyawa daun Kratom
Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) memiliki kandungan kimia berupa senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tritrpenoid, dan derivat glikosida. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin merupakan senyawa yang memiliki pontensi efek sedatif.

Komponen utama dari daun kratom adalah alkaloid indol. Senyawa alkaloid yang dimaksud adalah mitragynine, dan 7-hydroxymitragynine. Senyawa 7-hydroxymitragynine memiliki efek analgesik dan afinitas yang tinggi pada reseptor opioid. Peneliti telah menemukan bahwa alkaloid 7-hydroxymitragynine ini lebih efektif daripada morfin, bahkan setelah aplikasi oral. Efek yang dihasilkan 13 kali lebih kuat daripada morfin. Mastumoto dkk (2004) menguji efekdari 7-hydroxymitragynine dengan ileum
(usus halus distal) guinea-pig, ditemukan bahwa 7-hydroxymitragynine bekerja pada ujung saraf dan menghambat pelepasan, neurotransmitter.
Budidaya Kratom diAmerika (Dahlan Iskan)

Manfaat daun Kratom berdasarkan Penelitian Ilmiah, yaitu:

1. Sebagai zat seditif (Stimulan).
    Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman obat
tradisional yang menghasilkan efek stimulan (pada dosis rendah) dan efek sedatif (pada dosis tinggi).  Ekstrak etano daun kratom diuji coba pada Mencit dengan cara: 25 ekor secara acak dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif (diazepam), kelompok kontrol negatif (suspensi CMC 1%), kelompok fraksi etanol daun kratom 27.20mg/20g BB (dosis I), 54.39 mg/20g BB (dosis II), dan 108.78 mg/20g BB (dosis III). Hasil penelitian menunjukkan adanya efek sedatif pada dosis 27.20 mg/20g BB, 54.39mg/20g BB dan 108.78 mg/20g BB, dimana ketiga dosis tersebut memiliki potensi yang lebih besar jika dibandingkan dengan kontrol positif diazepam. Dosis efektif dari fraksi etanol daun kratom adalah dosis 27.20 mg/20g BB.

2. Daun Kratom sebagai Kemoprevensi (Kanker Payudara).

     Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas sitotoksik dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam daun kratom terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui karakteristik senyawa yang berperan dalam aktivitas sitotoksik tersebut. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu maserasi, partisi, dan
kromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi diklorometana mempunyai nilai IC50 sebesar 238,34 µg/mL dan isolat mempunyai nilai IC50 sebesar 159,66 µg/mL, yang tergolong ke dalam sitotoksik moderat dan dapat digunakan sebagai kemoprevensi.

Berdasarkan penelitian yang ditelah dilakukan (Ikhwan., dkk. 2018) bahwa senyawa sitotoksik yang diperoleh dari fraksi etil asetat tergolong dalam sitotoksik moderat terhadap sel kanker payudara T47D dengan nilai IC50 161,67 µg/mL. Adapun karakteristik senyawa yang diperoleh dari analisis spektroskopi Uv-Vis, infra merah dan 1H-NMR diprediksi senyawa sitotoksik yang diperoleh merupakan golongan fenolik berupa kuersetin-3-O-β-glukopiranosida.

3. Daun kratom sebagai obat Parkinson
    Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa alkaloid Mitragynine yang diketahui memiliki efek sitotoksik yang tinggi terhadap penyakit parkinson (Saidin, 2008).

4. Daun Kratom sebagai obat antiproliferetif, eritroleukimia dan kanker usus
    senyawa alkaloid Mitragynine ini mampu berperan sebagai antiproliferatif terhadap eritroleukimia dan kanker usus besar (Goh dkk., 2014). Analisis metabolit sekunder terhadap daun kratom diketahui mengandung sebagian besar senyawa alkaloid, termasuk beberapa senyawa metabolit sekunder lainnya seperti flavonoid, terpenoid, saponin, polifenol, dan berbagai glikosida (Cinosi dkk., 2015).

5. Daun Kratom sebagai antinoseftik, analgesik.
    Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth) diketahui memiliki efek analgesik opioid. Senyawa yang terkandung dalam daun kratom adalah mitraginin yang memiliki afinitas kuat pada reseptor opioid. Daun kratom memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai antinosiseptif. Uji coba Aktivitas antinosiseptif dan persen daya antinosiseptif fraksi diklorometana pada mencit jantan Swiss.  Fraksi diklorometana daun kratom dosis 3 (280 mg/kgBB) memiliki persen daya antinosiseptif sebesar 86%, diikuti oleh dosis 2 (140 mg/kgBB) dan dosis 1 (70 mg/kgBB) masing-masing sebesar 81% dan 51%. (Luliana., dkk. 2018).

Refrensi:
  • Matsumoto, K., Syunji, H., Hayato, I., Hiromitsu, T., Norio, A., Dhavadee, P., Kazuo, W., 2004, Antinociceptive effect of 7-hydroxymitragynine in mice: Discovery of an orally active opioid analgesic from the Thai medicinal herb Mitragyna speciosa, Jurnal, Life Sciences 74 (2004) 2143–2155.
  • Petricia Suryandari, Puji Ardiningsih, Ari Widiyantoro. 2018. SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI DIKLOROMETANA DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D. Univeraitas tanjungpura Pontianak.
  • Sri Luliana, Robiyanto, Muhamad Rido. Islamy. 2018. Aktivitas Antinosiseptif Fraksi Diklorometana Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Rute Oral Pada Mencit Jantan Swiss. Univeristas tanjungpura pontianak. 
  • Darul Ikhwan, Harlia1, Ari Widiyantoro. 2018. KARAKTERISASI SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D
  • YENI RIDAYANI. 2013. UJI EFEK SEDATIF FRAKSI ETANOL DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) PADA MENCITJANTAN GALUR BALB/c. Universitas Tanjungputra Pontianak.
  • Kapp, F. G., Hans, H. M., Volker, A., Martin, W., Maren, H. C., 2011, Intrahepattic Cholestatis Following Abuse of Powdered Kratom (Mitragyna 
  • spesiosa), J. Med. Toxicol, DOI 10.1007/s13181-011-0155-5.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun