Wednesday, October 9, 2019

10 Manfaat Limbah Sawit (Tandan Kosong, Cangkang dan Sabut)

Sawit adalah salah satu komoditas utama indonesia, tumbuhan penghasil minyak nabati indonesia ini merupakan penghasil minyak tertinggi di dunia. Hampir minyak pangan (edible oil) dunia merupakan hasil dari minyak sawit.
Buah sawit terdiri dari beberapa komponen dan inti biji sawit menjadi komponen utama yang dimanfaatkan, adapaun cangkang, tandan kebanyakan menjadi limbah tidak terpakai, padahal komponen limbah ini merupakan komponen bagian terbesar dari jumlah kecil yang dimanfaatkan.


Persentase limbah sawit:
Dimana dalam 1 ton sawit dapat menghasilkan limbah tandan kosong 23% atau 230Kg, limbah cangkang sawit 6,5% atau 65Kg, limbah sabut sawit 13% atau 130Kg, lumpur sawit proses produksi 4% atau 40Kg, Serabut 13% atau 130Kg dan limbah cair sebesar 50%, limbah tandan kosong merupakan limbah padat yang dihasilkan dalam jumlah besar sekitar 126.317.54 ton/tahun (Mandiri, 2012).
Tandan Kosong sawit
Sabut sawit
Lalu apa yang bisa dibuat, atau apa manfaat dari limbah sawit? Berdasarkan berbagai macam penelitian, berikut Manfaat atau daya guna dari limbah sawit

1. Manfaat tandan kosong limbah sawit sebagai pembangkit listrik tenaga (Biomassa)
     Tandan kosong sawit mengandung berbagai komponen senyawa makro dan mikro yang penting bagi pertumbuhan tanaman antara lain antara lain, yaitu: (singh, 1989)
  • C: 42,8%
  • K2O: 2,9%
  • N: 0,8%
  • P2O5: 0,22%
  • MgO: 0,40%
  • Cu: 23 ppm
  • Zn: 51ppm
Sabut kelapa sawit mengandung Nutrient, fosfor (P), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Karbon (C). (Manusawai, 2012).

Limbah sawit sebagai Bahan Bakar
Hasil uji lab ITB (2010). Mengenai limbah tandan kosong sawit dari Distrik Jair, Kebupaten boven digoel provinsi Papua memiliki kalori sebesar 4.492.7436 kalori/g atau 18.719.5656 joule/g, mengandung pati 11,550% bb dan mengandung selulosa 41,392% bb. Perhitingannya tandan kosong di taksir dapat menghasilkan listrik sebesar 7,33 MW.

2. Manfaat tandan kosong limbah sawit sebagai pupuk.
    Limbah tandan kosong sawit mengandung beberapa senyawa organik yaitu, N 1,5%; P 0,5%; K 7,3% dan Mg 0,9%. Memiliki potensi sangat besar sebagai substrat pupuk . PT.REA Kaltim Plantations mengembangkan tandan kosong sebagai daur ulang kembali untuk pupuk sawit dan mengurangi biaya pupuk 60% untuk biaya pemupukan.

Seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Jaka Darma (201) bahwa Kombinasi pembuatan pupuk dengan bahan dasar limbah tandan kosong menghasilkan pupuk kompos terbaik yang melebihi standar SNI. Menghasilkan kadar Nitrogen (N) sebesar 0,2725% dengan kadar fosfor (P) 1,30%. Dengan aplikasi uji coba efektivitas pada tanaman cabe dan jagung dengan bobot yang lebih berat dibanding pupuk kompos yang lain.

Cara membuat pupuk kompos dari tandan kosong Limbah sawit:
  • Proses pembuatannya dilakulan dengan komposisi: 0,5 Kg pupuk kandang, dedak 0,5Kg, air sumur 2 liter, air kelapa 0,1 liter, EM-4 0,1 liter dan limbah tandan kosong swit 10 Kg.
  • Selain itu menurut penelitian (Venny dan Lia) Pupuk kompos juga dapat dibuat dengan komponen tandan kosong, jamur merang dan E-4 10 ml. Hasilnya Meningkatkan kadar Nitrogen sebesar 48,84%; Posfor 44,16%; , Kalium 64, 15% dan menurunkan kadar C. Aplikasinya, pupuk yang dihasilkan menjadi tahan terhadap hama karena kandungan jamur dengan senyawa streptomyces yang menghasilkan enzim stremtomisin yang bersifat racun terhadap hama dan penyakit, selain itu pupuk ini mengandung bakteri fotosintetik yang dapat mensintesis senyawa nitrogen, gula dan substansi bioaktif, yang dapat diserap secara langsung oleh tanaman serta sebagai substrat perkembangan mikroorganisme menguntungkan.

3. Manfaat cangkang sawit Limbah Sawit sebagai Bioetanol
    Dengan kandungan selulosa lebih dari 41% (Lab, ITB). Prinsip pengembangan Bioetanol dari matrial lignoselulosa adalah dengan mengkonversi seluruh polisakarida yang ada menjadi monosakarida dengan memanfaatkan berbagai jenis enzim dari penelitian yang dilakukan (Lucky dan Erwan) dengan fermentasi menggunakan enzim zymomonas mobilis dengan hasil konversi glukosa sebesar 97,81% dengan yield etanol sebesar 56,44%.

Limbah cangkang sawit sebagai arang aktif
Arang atau karbon aktif adalah arang yang diaktifkan dengan cara direndam dalam bahan kimia atau dengan cara mengalirkan uap panas kedalan bahan sehingga pori-pori bahan menjadi terbuka dengan luas permukaan 300-2000 m2/g (Rahmawati, 2006). Arang aktif digunakan untuk adsorben, pemurnian gas, penjernihan air, dll. Arang aktif dapat dibuat dari semua bahan yang mengandung arang, baik arang organik maupun non organik dengan syarat bahan tersebut memiliki struktur berpori (Mulia, 2007).

4. Manfaat cangkang sawit, Limbah sawit Kelapa sawit untuk asap cair.
    Asap cair adalah asap dari berbagai bahan yang diuapkan kemudian melalui proses kondensasi pengembunan untuk menjadi asap cair. Asap cair dapat digunakan untuk pengawet makanan, pengawet kayu anti rayap, korosif dll.

Asap cair limbah cangkang sawit dari penelitian Ginayati (2015) untuk mengawetkan tahu agar tahan lama. Darmaji (1999) asap cair cangkang kelapa sawit hasil pirolisis adalah senyawa fenol 4,13%; Karbonil 11,3%; asam 10,2%; senyawa tersebut bersifat antimikroba yang dapat mengawetkan makanan.

5. Manfaat Cangkang sawit, limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar    Cangkang kelapa sawit memiliki potensi yang cukup besar jika dimanfaatkan sebagai bahan bakar karena nilai kalor yang dimilikinya cukup tinggi sekelas batubara jenis lignit (Effendi, 2008). Penggunaan biomassa cangkang sawit dalam industri karet mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dan abu yang dihasilkan masing-masing 22,8% dan 62%. Seperti pembuatan bahan bakar cangkang sawit di baristand industri banda aceh yaitu teknologi pembuatan Briket dari cangkang sawit dengan hasil Briket yang dihasilkan sesuai dengan standar SNI.

6. Manfaat sabut sawit, limbah sawit  sebagai bahan penguat sifat mekanik komposit Fibber glass.
    Berdasarkan penelitian Hutubarat (2014) Manfaat sabut kelapa sawit sebagai bahan penguat sifat mekanik komposit Fibber glass. Penambahan sabut kelapa sawit menunjukan tingkat kelenturan dan kekerasan lebih tinggi.

7. Manfaat sabut kelapa sawit sebagai bahan pengolahan limbah cair
     Sabut kelapa sawit mengandung 40% selulosa sehingga memiliki potensi sebagai bahan pengolahan limbah. Pemanfaatan sabut kelapa sawit sebagai baham pengolahan limbah cair menurut Manusiawai (2011) dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikroba yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah cair pabrik. Menurut kuadrat (2011) bahan yang mengandung selulosa dan lignin memiliki daya serap 6000 kali lebih besar daya serap dibanding arang aktif.

8. Manfaat sabut kelapa sawit dalam pembuatan kertas (Pulp)    Menurut Jati, dkk (2010) mengatakan bahwa serat sabut kelapa dapat dimanfaat utuk menghasilkan pulp berupa lembaran. Dari penelitian Saraswati dkk (2013) penanfaatan serat sabut kelapa sawit sebagai pulp didapatkan hasil, kecerahan mencapai 65,4% dan kuat tarik sebesar 4,06 kgF/cm2 dengan karakter fisik keatahan sobek 1622 mN, dengan rendemen 26,80%.

9. Manfaat sabut kelapa sawit, sebagai media tanam alternatif
      Penelitian Gusta dkk (2014) pemanfaatan sabut kelapa sawit dan kompos kiambang mampu menggantikan posisi topsoil dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit tanaman sawit dilihat dari parameter tumbuhan tinggi bibit

10. Manfaat sabut kelapa sawit sebagai bahan baku alternatif pengganti batubara dan solar sebagai bahan pembangkit listrik
      Menurut penelitian syarifuddin dan hanesya (2012) limbah padat kelapa sawit seperti cangkang, serat serabut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler pada pabrik pengolahan kelapa sawit juga pada pusat listrik tenaga uapa (PLTU), dengan keuntungan biaya relatif murah serta ketersediaan yang melimpah.

Pada saat PLTU 6MW menggunakan bahan bakar cangkang menghasilkan output rata-rata sebesar 4,5 MW/hari atau membutuhkan cangkang 4,7 tin/hari. Sedangkan saat PLTU 6 MW menggunakan bahan bakar fiber menghasilkan output rata-rata 2,3 MW/hari membutuhkan 4,2 ton/hari. Dengan efisiensi total PLTU 6 MW pada saat menggunakan cangkang sawit yaitu 20,5% dan 13% saat menggunakan bahan bakar fiber (Haris, 2013).

Refrensi:
Haryanti, Andi., Dkk. 2014. Studi pemanfaatan Limbah Padat Sawit. Universitas Mulawarman: Samarinda.
https://www.academia.edu/download/55703768/161-288-1-SM.pdf
  • Hutabarat, U. 1. J., Sifat Mekanik Komposit Fiber Glass Dengan Penguat Serat Sabut Buah Kelapa Sawit Berorientasi Presentase Jumlah Serat Secara Random, 2014, 8(2). 18-27.
  • Effendi. 2008. Jambi Belum Ekspor Cangkang Jamasri, Diharjo K., dan Gunesti, Kajian Sifat Kelapa Sawit.
  • Jati, A. W.; Kusumawardhani N. A.; dan Setyorini E.; Optimasi Pembuatan Pulp Serabut Sawit (Elais guineensis) Melalui Proses Hidrolisis dengan NaOH. Majalah inovasi "Riset Material Lanjut", 2011, 10(3), hal. 2.
  • Ginayati, L; Faisal, M.; Suhendrayatna.
  • Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengolah Limbah Cair, 2011, 6(12), hal. 891-898.
  • Gusta. A. R.; Kusumastuti, A.; Parapasan, Y.; Kundari, N. A.; Slamet W., Tinjauan
  • Pemanfaatan Zompos Kiambang dan Sabut
  • Kelapa Sawit sebagai Media Tanam Alternatifpada Prenursery Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq), 2015, 15(2), 151-155.
  • Harris, Anam, J., Mahmudsyah, S., 2013, Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
  • Mandiri, Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan, Jakarta, 2012, 61.
  • Laboratorium Kimia. 2010. Analisis Tandan
  • Kosong Kelapa Sawit, Bandung
  • Mandiri, Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan, Jakarta, 2012, 61.
  • Manusawai. H. A., Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair, 2011, 6(12), 892.


Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun