Wednesday, September 18, 2019

Pernkopf Topographic Anatomy Of Man: Buku Kedokteran Termahal Karya Perang Dunia II


Sebuah karya terbaik dalam dunia kedokteran yang dibuat  semenjak Hitler berkuasa (PD II) . Buku tersebut berisi anatomy tubuh manusia yang sangat detail setiap inci irisan tubuh manusia, sehingga buku itu menjadi rujukan dokter bedah terbaik sepanjang masa. Purnarupa seni  yang sarat pengetahuan yang tinggi dari buku tersebut tenyata memiliki masalalu yang kelam yeng menodainya. Dengan bahasa sederhana refrensi buku tersebut adalah dari tubuh para korban pembunuhan dan penyiksaan, sayatan setiap gambar dan ilustrasi dalam buku tersebut merupakan replika real dari tubuh korban yang  menjadi objek buku itu ditulis. Buku tersebut merupakan proyek yang dikerjakan selama 20 tahun, mula dibuat sejak 1939, saat jerman memberlakukan hukum yang dikenal dengan third reich dimana setiap mayat tahanan yang dihukum mati dibawa kedeparteman anatomi untuk tujuan penelitian.

Buku itu dibuat oleh tokoh nasionalis nazi dokter Eduard Pernkopf, yang pernah menjadi dekan University of Vienna.  Loyalitasnya pada Nazi dibuktikann dengan sikapnya pada orang-orang yahudi dengan  memberhentikan semua akademisi yahudi dikampusnya. Penkorpf  bekerja 18 jam setiap hari untuk membedah jenazah, semntara tim seniman membuat ilustrasi gambar, Sejarah mencatat terkadang alasan hokum mati ditunda  karena departemen anatomi kepenuhan dengan mayat. 
BBC: Penkorf dan Senimannya
Seorang Dr dari harvavard medical school Dr. sabine hildebrant, paling tidak setengah dari 800 ilustrasi tersbut berasal dari mayat para tahanan politik.  para Gay, Lebisan, pembangkang politik, yahudi gipsi dll. Dari kulit, jaringan otot, tendon, syaraf organ-organ tubuh hingga tulang digambar dengan sangat rinci.
Pernkopf topographic anatomy of man atau yang sering di sebut atlas pernkopf sudah tidak lagi dicetak, membuatnya menjadi barang mahal, buku bekasnya yang terdiri dari beberapa halaman edisi bisa dijual hingga puluhan juta diinternet. 

Di amazon, dari pelaku penjual bebas beberapa halaman atau peredisinya  dijual dengan harga $1,601.40. 
Edisi pertama buku itu diterbitkan pada tahun 1937, ilustrasi oleh erich lepier dan karl endtresser, edisi tahun 1964 bahkan tetep memasukkan symbol nazi. Ribuan buku terjual ke seluruh dunia diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dengan pendahulaun kata pengantar yang mengesankan sebagai karya seni terbaik tentunya tanpa menyebutkan sejarah kelam dibuatnya. 

Setelah Nazi jatuh, Pernkopf ditangkap dan diberhentikan dari universitas, ditahan di kamp perang sekutu namun tidak pernah didakwa, setelah bebas ia kembali ke universitas dan melanjutkan program atlasnya. Menerbitkan edisi ke tiga di tahun 1952 dan meninggal pada tahun 1955. 

Namun memiliki buku tersebut bagi dokter beretika, hanya akan dibaca dalam ruang gelap tertutup, hanya orang-orang dengan temperament mencolok yang akan memamerkan koleksi buku tersebut. Alasannya adalah seperti yang kami terangkan diatas buku tersebut ditemukan bersama ratusan mayat yang dibunuh nazi. Ilustrasi ribuan halamannya berasal dari potongan dan irisan tubuh mayat-mayat tersebut.Para ahli medis  dan pengecamnya bergumam bahwa buku tersebut dinodai masa lalu yang kelam, yang dalam dunia medis  memperdebatkan etika penggunaannya. 
Ilustrasi Atlas  Penkorf
Beberapa dokter mengatakkan bahwa bahwa mereka tidak nyaman dengan sejarah asal usul buku tersebut (Dr Mackinnon), namun, buku tersebut dianggap sangat penting, bahkan mengklaimnnya bahwa mereka tidak dapat bekerja tanpa ilustrasi dari buku tersebut.  Buku tersebut terkait masalah moral (Profesor hokum kesehatan Rabi Joseph Polak),  meskipun berasal dari kejahatan yang sebenarnya tapi dapat digunakan untuk kebaikan.

Beberapa dokter yang bahkan sangat menjaga etika kedokteran, berpendapat bahwa atlas dapat digunakan dengan ketentuan bahwa pasien  harus mengetahui sumber refrensi dokter bedah tersebut berasal dari royal dengaan sejarah kelamnya.

The royal collage of surgeous, atlas tersebut tidak digunakan diinggris meski banyak disimpan dalam perpustakaan hanya sebagai sejarah. Hingga kini berdasarkan survey 59% ahli bedah mengetahui atlas pernkopf 13% diantaranya masih menggunakannya.

Beberapa kasus kedoteran yang tidak dipahami oleh para dokter bedah, meminta petunjuk pada atlas pernkopf dan mereka terbantu.


Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun