Cara Penentuan Kadar Air dan kadar Abu pada Sampel bahan dan minyak.

Cara Penentuan Kadar Air dan kadar Abu pada Sampel bahan dan minyak.


Kadar air adalah jumlah air yang terkandung dalam gram sampel yang merupakan selisih dari sampel sebelum dan sesuadah di keringkan  dan kadar abu adalah jumlah abu yang terdapat dalam gram sampel yang merupakan selisih dari sampel sebelum dan sesudah sampel di abukan.

Misalnya; Pada ekstraksi minyak, air sering menjadi alasan penyebab terjadinya hidrolisa asam lemak karenanya ebelum mengekstrak minyak untuk dipastikan kadar air dalam sampel untuk dikurangi. 

Ada beberapa cara mengurangi kadar air dalam sampel, yaitu:
  • Diangin-anginkan untuk bahan tipis halus seperti daun
  • Di jemur untuk bahan yang umumnya tebal


Tujuan analisis dan penentuan kadar air dan kadar abu, yaitu;
1. Karakterisasi bahan
     Analisis kadar abu dan kadar minyak pada sampel merupakan analisis kasar yang merupakan uji karakteristik sampel bahan dengan tujuan mengetahui seberapa siap sampel bahan untuk diuji lebih lanjut dengan melihat banyaknya kadar air ataupun kadar abu yang dianggap sebagai pengotor.

Penentuan Kadar air dan kadar abu:
Kadar Air
Sampel ditimbang sebanyak 10 gram kemudian dioven pada suhu105oC. kemudian di dinginkan kedalam desikator sebelum kemudian dihitung berat biji. kadar air dihitung dengan cara membandingkan berat sampel setelah di oven dengan sampel sebelum dioven.
                      
             %  Kadar air =  (grm sampel basah -  grm sampel kering)/grm sample basah



 Kadar Abu
Biji kepuh ditimbang 5 gram kemudian dimasukkan kedalam tanur pada suhu 600oC selama 3 jam setalah itu kemudian di masukkan kedalam oven untuk menurunkan panas cawan porselin pada suhu 100oC. Selanjutnya didinginkan di dalam desikator sebelum kemudian dihitung berat abu. kadar abu dihitung dengan cara membandingkan berat biji kepuh setelah di oven dengan berat biji kepuh sebelum dioven.
              
             %  Kadar abu =  (grm sampel basah -  grm abu)/grm sample basah



2. Sifat Fisiko Kimia sebagai kualitas mutu
     Kadar air dan kadar abu dalam hasil penelitian adalah sebagai standar mutu produk. Missal pada minyak nabati, adanya kandungan ar yang besar pada minyak menyebabkan terjadinya proses hidrolisa seingga berefek pada besarnya nilai bilangan asam lemak, memperngaruhi aroma dan rasa serta kemampuannya dalam bidang industry. Bilangan pengabuan juga dianggap hal berbahaya, karena besarnya bilanga pengabuan dalam sebagai industry dapat merusak mesin atau lannya.

Minyak inti Biji kepuh ditimbang sebanyak 1, 1,5 dan 2 gram kemudian dioven pada suhu 105oC. kemudian di dinginkan kedalam desikator sebelum kemudian dihitung berat minyak inti biji kepuh. kadar air dihitung dengan cara membandingkan berat minyak inti biji kepuh setelah di oven dengan berat minyak inti biji kepuh sebelum dioven.


SNI (2015) mensyaratkan mutu minyak berdasarkan kadar air dan abu pada minyak sebagai bahan bakar,yaitu: Kadar air 0,1%  dan Kadar abu 0,02%

Logika Penentuan ; jika dalam sampel pada suhu diatas titik didih air 105’c (dalam oven)  menghasilkan gram sampel yang lebih rendah dari  gram semuala, maka selisihnya dianggap sebagai kadar air tetapi jika gram sebelum dan sesudah pemanasan oven pada suhu 105’c adalah sama maka bahan dianggap tidak memiliki kadar air.  Sedangkan untuk bilangan abu, biasanya pengabuan menggunakan suhu yang lebih besar yaitu seperti alat Tanur, dengan menggunakan suhu 300-600’c jika kadar abu sesudah di abukan lebih rendah daripada gram sampel maka selisihnya dianggap kadar abu.

sumber: Mahsun, FMIPA, Universitas Mataram


0 Response to "Cara Penentuan Kadar Air dan kadar Abu pada Sampel bahan dan minyak."

Post a Comment

santun

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel