Musik Latar, Menggangu Memori Kerja Verbal dan Menurunkan Kreativitas Kinerja

Musik Latar, Menggangu Memori Kerja Verbal dan Menurunkan Kreativitas Kinerja
Pandangan umum yang bahkan masih berlaku hingga kini tentang music yang dapat meningkatkan kreativitas kinerja dengan berbagai retorika ulasan diinternet.  Penelitian dari berbagai universitas menemukan hasil yang menentang pendapat popular tersebut bahwa menghadirkan music latar sebagai latar belakang kerja adalah kesalahan .  


Kreativitas adalah aspek penting dari kegiatan yang mendukung kognitif seperti desain produk inovatif, kemajuan ilmiah, dan komunikasi iklan dan pemasaran yang efektif. Latar belakang musik adalah stimulus lingkungan yang diketahui mempengaruhi kinerja kognitif, yang awalnya diklaim meningkatkan kreativitas orang untuk tugas-tugas yang melibatkan kemampuan spasial seperti menggambar (lihat Schellenberg, Nakata, Hunter, & Tamoto, 2007). Pada penelitian terbaru ini Peneliti memberikan klarifikasi yang jelas terkait masalah kreativitas yang berhubungan dengan wawasan verbal bahwa dengan menghadirkan music latar adalah sesuatu yang keliru .


Psikolog dari University of Central Lancashire, University of Gävle di Swedia dan Lancaster University menyelidiki dampak dari musik latar pada kinerja dengan menghadirkan orang-orang dengan masalah wawasan verbal yang diyakini meningkatkan  kreativitas.
Hasilnya , Mereka menemukan bahwa musik latar "mengganggu secara signifikan" kemampuan orang untuk menyelesaikan tugas-tugas kreativitas verbal mereka.

Dr Neil McLatchie dari Lancaster University mengatakan: "Kami menemukan bukti kuat dari gangguan kinerja ketika memainkan musik latar dibandingkan dengan kondisi latar belakang yang tenang tanpa musik."
Peneliti Berpendapat ,  mungkin karena musik mengganggu memori kerja verbal.

Para peneliti menggunakan tiga percobaan yang melibatkan tugas verbal di lingkungan yang tenang dan saat terpapar musik :
  • Pada percobaan pertma dengan musik , lirik yang tidak dikenal . Hasilnya konsisten dengan temuan sebelumnya, yang menunjukkan suara latar belakang yang tidak berarti bagi peserta, dapat mengganggu kinerja tuga yang memerlukan komponen memori kerja verbal seperti ingatan seri, asalkan mereka memiliki sifat keadaan berubah yang cukup besar
  • Pada percobaan kedua music tanpa lirik , dengan hasil yang semakin menentang pandangan umum bahwa kebisingan latar belakang mengarah pada pemrosesan disfluensi, yang pada hasilnya mempromosikan kreativitas dengan melahirkan pemikiran abstrak yang meningkat (Mehta et al., 2012). Hasil berlawanan dengan gagasan , bahwa kegagalan untuk menemukan fasilitasi kinerja CRAT melalui musik latar belakang adalah karena kehadiran Penjelasan di Eksperimen 1. Di sini, kami menunjukkan dalam Eksperimen 2 bahwa musik tanpa lirik (yaitu, dengan tidak adanya pidato apa pun konten) masih gagal menghasilkan fasilitasi dalam kreativitas dan pada kenyataannya mengakibatkan penurunan kreativitas dibandingkan dengan kondisi yang tenang.
  • Percobaan Ketiga , Musik dengan Lirik yang dikenal, Pada temuan ini musik dengan lirik yang akrab mengakibatkan penurunan kinerja CRAT, meskipun secara keseluruhan adanya keuntungan seperti peningkatan suasana hati yang positif seperti yang diidentifikasi oleh enam negara mood yang diakui dalam PoMS. Mengingat bahwa penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi bahwa suasana hati positif dapat mengarah pada peningkatan skor RAT (Rowe et al., 2007), Namun pada kasus kinerja dan music didukung oleh  temuan ini menunjukkan bahwa penurunan kinerja dalam kondisi musik tampaknya tidak didorong oleh suasana hati. Memang, temuan ini lebih lanjut mendukung gagasan bahwa kinerja CRAT bergantung pada memori kerja verbal, dan bahwa ini rentan terhadap gangguan oleh suara tidak stabil, dengan atau tanpa kehadiran bicara. 

Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kinerja tugas verbal antara kondisi tenang dan kebisingan perpustakaan. Para peneliti mengatakan ini karena kebisingan perpustakaan adalah lingkungan tidak mengganggu.

Kesimpulkan, temuan ini menantang pandangan populer bahwa musik meningkatkan kreativitas, dan sebaliknya menunjukkan musik  (tidak ada lirik, lirik yang akrab atau lirik yang asing), secara konsisten mengganggu kinerja kreatif dalam pemecahan masalah wawasan.



Jurnal Refrensi :

Emma Threadgold, John E. Marsh, Neil McLatchie, Linden J. Ball. 2019.  Background music stints creativity: Evidence from compound remote associate tasks. Cognitive Psychology Published by John Wiley & Sons Ltd. DOI: 10.1002/acp.3532
 

0 Response to "Musik Latar, Menggangu Memori Kerja Verbal dan Menurunkan Kreativitas Kinerja "

Post a Comment

santun

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel