Friday, December 7, 2018

Skizofrenia , disebabkan oleh kekurangan vitamin D sejak masih didalam rahim

 Skizofrenia adalah gangguan pada otak yang ditandai dengan gejala halusinasi , delusi dan gangguan kognitif  , kata ahli syaraf john McGrath dari Institut Otak Queensland diAustralia dan Universitas Aarhus di Denmark . Skizofrenia  juga dapat dipahami dengan sesorang yang tidak dapat membedakan mana hayalan dan kehidupan nyata .




Sudah lama menjadi misteri tentang penyebab Skizofrenia, tetapi penelitian terbaru ini mengungkap petunjuk yang sangat menarik . sebuah studi jangka panjang dari 2.602 kasus orang , dan hasilnya dikonfirmasi memiliki hubungan antara kekurangan vitamin D saat lahir yang mengembangkan skizofrenia di kemudian hari .  Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific. 

Meskipun pasien tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan sampai berumur 15 tahun , ahli syaraf sebelumnya berhipotesis bahwa itu dimulai dari rahim . ada semakin banyak bukti yang mendukung ide ini tetapi mekanisme yang tepat masih belum diketahui . Ada bukti yang cukup kuat bahwa Skizofrenia adalah genetic dan dalam beberapa kasus itu juga mungkin ada lebih dari satu faktor .

Kita ketahui bahwa vitamin D sangat penting penyerapan kalsium dalam tulang , dan kekurangan dapat menyebabkan gangguan seperti osteoporosis dan rakhitis tetapai masih memiliki bebarap fungsi dalam tubuh yang belum diketahui .

Studi yang baru diterbitkan ini  menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa dalam sampel bayi Denmark yang banyak , mereka yang memiliki kekurangan vitamin D saat lahir memiliki 44 persenn (%) peningkatan resiko terkena Skizofrenia ketika dewasa .

Penelitian yang dilakukan di Denmark , memanfaatkan Daftar Nasional Denmark yaitu sebuah basis data informasi kesehatan yang dianonimkan digunakan untuk mempelajari trend an static kesehatan . Para peneliti mengidentifikasi 2.602 individu yang lahir antara 1981 dan 2001 yang telah didiagnosa dengan Skizofrenia sebagai orang dewasa muda , dan melihat konsentrasi vitamin D dalam sampel darah orang-orang tersebut yang diambil ketika masih sebagai bayi yang baru lahir.

Mereka kemudian membandingkan ini dengan control yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin yang tidak harus mengembangkan Skizofrenia. Hasilnya adalah perbedaan yang jelas , vitamin D dapat menyumbang sebanyak 8 persen dari kasus Skizofrenia Denmark , peneliti. Dan berdasarkan data terbaru , nutrisi ini atau vitamin D bisa berperan dalam perkembangan Skizofrenia.

Petunjuk itu diidentifikasi memiliki hubungan antara  kelahiran dimusim dingin atau musim semi didaerah –daerah garis lintang tinggi seperti didenmark yaitu ketika sinar matahari jauh lebih sedikit , yang mendorong produksi vitamin D dalam tubuh dan meningkatkan resiko skiofrenia .

Menurut peneliti , bahwa penemuan ini bukanlah seluruh penjelasan , Skizofrenia dianggap sebagai hal lazim atau biasa terjadi didaerah dengan tingkat sinar matahari yang relative tinggi atau pada orang dengan tingkat vitamin D yang normal saat lahir.


Namun penelitian ini sangat membantu untuk mengambangkan metode yang sangat sederhana dan efektif untuk mencegah setidaknya beberapa kasus Skizofrenia. Dan langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh peneliti adalah uji klinis acak dari suplemen vitamin D pada wanita hamil yang kekurangan vitamin D , untuk memeriksa dampak pada perkembangan otak anak dan resiko gangguan perkembangan syaraf seperti autisme dan Skizofrenia, kata McGrath . 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun