Sunday, December 9, 2018

Organofosfat , Bahan yang dapat merusak system saraf

Pakar kesehatan masyarakat telah menemukan  bukti yang cukup bhwa paparan prntl untuk penggunaan insektisid berbahn orgnofosft menempatkan anak-anak pada resiko gangguan perkembangn syaraf .



Dlam studi tinjauan ilmiah dan ajakan bertindk yang dipublikasikan di Plos Medicine , para peneliti menyerukan intervensi pemerinth segara menghentikan semua organofosfot .  

Kata penulis utma dalam studi tersebut , Hertz-Picciotto , professor ilmu kesehtan lingkungan Davis dan peneliti dengan UC Devis MIND Institute .  ada banyak bukti kuat , bahwa paprn wanita hamil terhadap tingkat pestisida organofosfat yng sangat rendah dikaitkan dengan IQ yang lebih rendah dn kesulitn dalam belajar serta maslah memori pda anak-anak mereka. Menurutnya , meskipun Organofosfat – klorpirifos , telah menjadi sorotn nasional studinya melibtkn seluruh kelas dari senyaw tersebut .

Orgnofosft wlny dikembangkan sebagi gas saraf dan senjata perang , namun saat ini organofosfat digunakan untuk membunuh serangga , dipeternakan , pertanian , lapangan golf , pusat perbelanjaan dan pusat sekolah . Organofosfat membunuh serangga dengan memblokir sinyal syarafnya .
Orang dapat terkena dengan bahan kimia ini dari maknan yng dimkan , minuman , dan lewat udara . Akibatnya  menurut studi ini Organofosfat terdeteksi di sebagian besar penduduk AS. Meskipun sebagain produk organofosfat telah dimodifiksi untuk menurunkan efeknya , namun menurut penulis studi ini itu tidaklah cukup.

Berdasrkan lebih dari 30 studi epidomologi dan sejumlh studi eksperimental pada hewan dan kultur sel , peneliti mempercayai bahwa bukti ini jelas , bahwa terpapar dengan Organofosfat sebelum kelahiran , bahkan pada tingkat yng dikatakan aman masih memiliki efek terhdap perkembangan kognitif , prilaku dan social yng buruk .  sehingg tidak mengerankan bahwa Organofosfat pada  dasarnya dirancang untuk adalah merusak atau mempengaruhi system syaraf pusat.

Namun fakta dilapangan , meskipun Badan perlindungan lingkungan AS , penasehat ilmiah , ilmuan telah memberikan bukti yang jelas penggunanya masih berlanjut .  ini mungkin karena komposisinya berada dilevel rendah  didasarkan pada Eksposur berkelanjutan yang tidak menyebabkan gejala klinik pada waktu singkat yang dpt terlihat yang mengarah pada asumsi salah menganggap bahwa ini tidak berbahayaa .

Menurut Hertz – Picciotto  keracunan akut tragis tentu saja dapat terjadi . namun pada penelitin tersebut menunjukan bahwa efek dari paparan tingkat rendah , kronis pada fungsi otak dapat bertahan selama masa kanak-kanak , remaja bahkan seumur hidup dan itu juga tragis.


Journal Reference :
1. Irva Hertz-Picciotto, Jennifer B. Sass, Stephanie Engel, Deborah H. Bennett, Asa Bradman, Brenda Eskenazi, Bruce Lanphear, Robin Whyatt. Organophosphate exposures during pregnancy and child neurodevelopment: Recommendations for essential policy reforms. PLOS Medicine, 2018; 15 (10): e1002671 DOI: 10.1371/journal.pmed.1002671

Source: dailyscience



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun