Monday, December 3, 2018

Genekologis: Perubahan bentuk organ kewanitaan adalah sesuatu yang lumrah


Payudara dan organ keawanitaan adalah dua organ tubuh wanita yang sangat vital dan penting sebagai wujud dan ciri menonjol sisi wanita sesorang . namun tidak dapat dipungkiri baik karena faktor usia ataupun melahirkan organ tersebut bentuk anatomi organ tersebut akan berubah .

Payudara yang kendor , Ini adalah hal yang lumrah dan pasti terjadi . Hanya tanggapan orang , seperti halnya pria yang selalu menilai bahwa wanita yang memiliki payudara kendor melorot itu jelek, siapa peduli?. 



Salah satu Faktor yang menyebabkan  payudara melorot adalah Faktor Gravitasi . Faktor Gravitasi didifinisikan sebagai kekuatan yang tidak dpat dihindari , ditambah dengan komposisi berat payudara yang semakin besar seiring bertambahnya usia . payudara akan kehilangan komposisi lemak sehingga lama- kelamaan akan melorot kendor.

Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi faktor gravitasi ini adalah menggunakan Bra yang baik dan tepat .

Organ kewanitaan atau vegina , Faktor aktivitas menjadi faktor utama bentuk fisiologis organ kewanitaan mengalami perubahan , seperti aktivitas sexs dan melahirkan . Menurut Dkoter dari klinik Bamed  Womens Ni komang Yeni Dhanasari keluhan organ kewanitaan didominasi oleh wanita pada usia reproduktif 35-40 tahun . sebagian besar adalah usia setalah melahirkan .

Meski pada dasarnya adalah lumrah terjadi,  Namun wanita menginginkan organ kewanitaannya dapat kembali .  Menurut Ni Komang Yeni Dhanasari seorang ahli kebidanan dan kandungan mengatakan  keinginan wanita untuk melakukan peremajaan kewanitaan adalah suatu kebutuhan esensial bukan sekeda tren . untuk mendapatkan kualitas dalam berhubungan , orgasme yang lebih baik .

Salah satu tekhnik yang dapat dilakukan tanpa operasi adalah Vaginal Rejuvination atau peremajaan kewanitaan . Tekhnik ini dikabarkan dapat menggunakan laser , prp , Botoks, radiofrequency dan juga filters.

Sc.republika 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun