Tuesday, December 4, 2018

Fakta & Hoaks Penyebaran Virus HIV

Sekitar 37 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV, virus human immunodeficiency. Sementara perawatan tersedia untuk mencegah atau mengobati infeksi HIV, tidak ada vaksin untuk itu.

Banyak pendekatan saat ini sedang dikembangkan: beberapa pencegahan untuk digunakan oleh orang-orang yang berisiko terkena penyakit dan beberapa ditujukan untuk membersihkan virus yang bersembunyi di dalam sel.

 Tujuan dari vaksin adalah memberi sistem kekebalan tubuh kita senjata yang tepat untuk mengalahkan virus. Sayangnya, HIV sangat mudah beradaptasi - HIV dapat mengubah komponen dan menjadi tidak dapat dikenali.

Selain itu,  Ada dampak sosial yang terjadi yaitu pemisahan diri dari mereka yang terinfeksi dangan mereka yang tidak terinfeksi.  Kehawatiran akan menularnya virus ini sangat tinggi,  sehingga tidak heran pengidap HIV dianggap sebagai aib . 

Ada banyak persepektif dalam masyarakat umum bagaimana HIV ditularkan,  dilansir dari IFlscience bahwa Penularan HIIV dapat terjadi lewat beberapa system,  yaitu:

                          
  • Berhubungan sexsual
  • Penqgunaan obat-obatan
  • Transfusi darah
  • Kehamilan, dari ibu ke anak
  • Pengunaan bahan bahan medis tidak sterill
Dan beberapa hal tentang penyebaran HIV yang tidak benar, yaitu:
  • Bersentuhan seperti berjabat tangan
  • Menggunakan bahan bahan makanan bersamaan
  • Berciuman
  • Gigitan serangga, nyamuk dan lain-lain
  • Dan mandi bersama , seperti dikolam renang

Mengapa HIV sulit disembuhkan?

Pertanyaan tersebut juga pernah dibahas dalam animasi yang merupakan hasil kerja sama Science of HIV dengan Ted-Ed. Untuk mendapatkan jawabannya, ternyata Anda perlu mengerti terlebih dahulu bagaimana HIV menyerang manusia dan berubah menjadi AIDS.

Analogi HIV dalam tubuh  seperti burung "kedasih" atau burung "Kukuk" burung super tega dalam luasnya kerajaan burung. ia menaruh telurnya kedalam sarang burung lain yang umumnya lebih kecil, kemudian ia ditetaskan di beri makan, hinga tubuhnya menjadi lebih besar bahkan dari induk yang menetaskannya dan tentu anak anak asli dari burung tersebut terbuang dri sarangnya dan mati. Inilah kurang lebih analogi dari virus HIV, bagaimana ia masuk kedalam tubuh.

Ketika masuk dalam tubuh, HIV atau virus yang menyebabkan AIDS secara khusus menarget sel T pembantu yang disebut CD4+ T. Sebagai retrovirus, HIV mampu menuliskan kode genetiknya ke dalam sel T pembantu dan menggandakan diri. Dalam proses ini, sel T pembantu yang memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan jamur menjadi rusak.

Reaksi yang dialami pada tahap awal ini menyerupai flu, seperti demam, sakit tengorokan, pegal linu, dan ruam.

Setelah tingkat virus dan sel T pembantu menjadi stabil, orang yang positif HIV mungkin tidak akan menunjukkan gejala apa-apa selama beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang.

Akan tetapi, bukan berarti virus HIV diam saja. Selama periode tersebut, HIV terus menggandakan diri dan menghancurkan sel T pembantu.
Ketika sel T pembantu menjadi terlalu sedikit, pasien berisiko mengalami infeksi serius yang mungkin bisa dilawan bila sistem kekebalan tubuhnya normal. Tahap ini disebut dengan AIDS.

dengan kata lain, Virus HIV mendekati sel imun atau sel pertahanan tubuh manusia, sampai Sel T tidak lagi menganggapnya sebagai patogen hingga pada tingkat yang lebih jauh HiV hidup dan berkembang dengan baik. sampai menjadi terlalu kuat dan menyerang balik sel T.

Pada saat ini, kita sebetulnya telah memiliki terapi antiretroviral yang efektif mencegah HIV berubah menjadi AIDS. Salah satu obat yang paling sering diresepkan bagi pasien positif HIV, misalnya, mencegah genom virus menggandakan diri dan menginfeksi DNA sel. Lalu, ada juga obat yang mencegah virus matang atau menyatu dengan sel sehingga HIV tidak bisa menginfeksi sel baru.

Menggunakan terapi ini, orang-orang yang positif HIV bisa hidup lama dan sehat jika mereka rutin mengonsumsinya seumur hidup.
Sayangnya, terapi antiretroviral belum dapat menyembuhkan HIV karena virus ini bisa menyembunyikan instruksi selama bertahun-tahun di bagian sel yang tidak terjangkau oleh obat, yaitu di dalam DNA sel T pembantu yang sehat. Peneliti sementara masih mengembangkan vaksin yang tepat untuk mengobati HIV

Refrensi: IFLscience ,sains.compas
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun