Monday, November 26, 2018

Mandi air hangat dapat mencegah M.tuberculosis

Manfaat mandi air hangat memang sudah terkenal sejak lama , pengetahuan dasar kita adalah untuk merelaksasi otot-otot tubuh sehabis kerja ,berolah raga dan lain-lain.  Selain itu mandi air hangat seringkali dilakukan dipagi hari bagi sesorang yang terserang  flu .

Namun taukah sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh sesorang yang berendam air hangat?



sebuah penelitian yang dipimpin oleh Sven Hoekstra dari universitas Loughborough  yang dipublikasikan di Journal of Applied Physiology .  menjelaskan bahwa air hangat bersuhu tinggi yang digunakan untuk mandi selama satu jam ,akan memicu pelepasan unsure kimia yang dapat mencegah penyebab terjadinya imflamasi  atau peradangan. Efeknya , mirip dengan tubuh seseorang yang sedang berolah raga .

Mekanisme penelitian tersebut , menggunakan 10 pria yang jarang beraktivitas fisik dan memiliki obesitas untuk dianalisis. Kemudian mereka diperintahkan untuk berendam  mandi dengan air hangat bersuhu 38 derajat celcius. Hasilnya bahwa mandi berendam dengan air panas  meningkatkan  kadar senyawa kimia  Interlekuen-6   (IL-6)  dalam darah . Menurut Almusyahadah (2014) ,   Interlekuen -6 (IL-6) merupakan suatu senyawa kimia yang dikodekan oleh Gen Interlekuen sebagai bentuk respon imun positif perlindungan terhadap infeksi M.tuberculosis  .

Berendam mandi dengan air hangat  Juga dapat melepaskan senyawa oksida nitrat yang memiliki peran merileksasikan bagian pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Setelah selesai Berendam-mandi air hangat ,  kadar gula darah dan insulin pria-pria  partispan penelitian tersebut menurun signifikan . Bahkan efek perbandingan  penurunan kadar gula dari sesorang yang berpuasa , peneliti mengatakan lebih baik . sehingga berendam – mandi dengan air hangat sangat baik untuk penderita Diabetes .



Refrensi :

Almusyahadah ,dkk. 2014. Deteksi Gen Interlekuen-6 (IL-6) Pada Sampel Klinis Tuberkulosis dengan Metoe Polymerase Reaction (PCR). Makasar : Universitas Hasanudin. 

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun