Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kecoak udang (Nauphoeta cinerea) Makanan kaya protein masa depan



Kecoak lobster memiliki distribusi diseluruh dunia dan pemukiman terbesar di kuba, meksiko, brail, Hispaniola dan kepulauan Galapagos. diAsia tenggara tersebar luas di Filipina, Sumatra, jawa dan singapura. Namun studi penelitian menunjukan bahwa asal dari kecoa udang ini berasal dari Afrika timur (IPB), Afrika utara (BBC). Beberapa studi menyebutkan bahwa kecoa udang atau kecoa lobster ini menyebar melalui lintas kapal perdagangan pada tahun 1952.

Kecoa udang atau lobster memiliki nama sinonim yaitu, Lipas tampa, Lipas Madeira, Lipas berbintikik-bintik dan woodie. Pada awalnya tahun 1789 kecoa lobster atau udang ini masuk dalam spesies bernama Blatta cinerea, dan mulai 1922 hingga sekarang bernama Nauphoeta cinerea.

Anatomi
Kecoa lobster atau kecoa udang berukuran 33 mm, perut berwarna coklat, sayapnya keabu-abuan, pronotumnya berbintik-bintik, pergerakannya cepat, bisa memanjat, tidak bisa terbang meski bersayap. kecoa lobster (nimfa) berwarna colat dan tidak bersyap, aktif dimalam hari dan bersembunyi disiang hari.



Kecoa lobster merupakan  hewan pemakan segala. dibeberapa Negara kecoa lobster diperjual belikan untuk pakan ternak, mudah dipelihara, berkembangbiak dengan baik pada suhu 25-30’c. diketahui Di Bogor digunakan sebagai pakan ikan,  umpan mancing.  Di Indonesia dilaman “Jualo” Kecoa lobster dijual dengan harga  Rp 100rb- per 100 grm

Potensi Makanan masa depan 
Menurut perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) . Pada tahun 2050  memprediksikan jumlah manusia dibumi sekitar 9.7 miliar. Pertumbuhan penduduk inilah yang membuat PBB mengenalkan  Serangga masuk kedalam susuanan makanan manusia.

Bukan tanpa alasan, kecoa yang dianggap menjijikan ini ternyata memiliki tingkat protein yang sangat tinggi. dan kecoa tersebut adalah kecoa udang  atau kecoa lobster( Neophoeta Cinerea).

Bahkan diketahui Roti tepung kecoa memiliki tingat protein yang jauh lebih tinggi darpada roti yang biasa kia makandua kali lipat dari Roti biasa, dalam 100 gram irisan roti buatan sendiri mengandung 9.7 gram protein sedangkan roti kecoak mengandung 22,6 gram.

Ahli pangan Andressa Jantzen bersama lauren Menegon dari Federal university of Rio Grande (FURG),  ia mengatakan seorang insinyur pangan telah membuat tepung kecoak kering dan menjualnya dengan harga 51 dolar atau sekitar 750 ribu per kilogram.  Janten juga mengatakan bahwa 10 % tepung serangga dari tepung untuk membuat roti meningkatkan protein roti menjadi 133 %. (BBC Indonesia).

Produk dari tepung kecoa tidak memiliki perbedaan signifikan, bau warna, dan rasanya sama dengan roti biasa. Hanya saja menurut Enio Viera Profesor Gizi dan ahli kajian konsumsi serangga, masalahnya adalah budaya yang belum dapat diterima oleh manusia untuk memasukkan serangga sebagai bahan makanan.

Namun PBB menegaskan bahwa Serangga telah menjadi bagian dari makanan dua miliar orang didunia. misalnya  Brazil, menurut asosiasi peternak serangga dinegara tersebut memiliki 95 jenis serangga yang dapat diamakan.



Source:

IPB .ac.id
BBC

Post a Comment for "Kecoak udang (Nauphoeta cinerea) Makanan kaya protein masa depan "