Sunday, November 18, 2018

Burung Hantu, Ninja Predator

Di Indonesia diperkirakan memiliki 54 spesies burung hantu  dan 16 diantaranya masuk dalam daftar hewan yang dilindungi  . Burung hantu  memiliki dua suku , yaitu burung hantu sejati ( Strigidae ) dan burung hantu Gudang ( Tytonidae) . Salah satu letak perbedaannya adalah besar kecilnya mangsa yang dimakan , Strigidae biasanya memakan insekta (serangga :Belalang , ulat ) sedangkan Tytonidae mengkonsumsi mamalia kecil seperti tikus .



Burung hantu mungkin menjadi inspirasi dari film-film atau anime Ninja yang memiliki kemampuan bergerak dalam bayangan , tingkat kepekaan tinggi  serta pengelihatan yang luar biasa . Seperti yang dimiliki oleh burung hantu , berikut ini

Memiliki telinga  tidak simetris  

Burung hantu diketahui memiliki telinga yang ukurannya tidak sama , dimana telinga kanannya lebih tinggi dibanding telinga kirinya hal ini membuat burung hantu sangat peka terhadap suara , hal ini juda dapat membuat burung hantu mengetahui jarak sumber suara .  Memudahkan dalam berburu dan mencari mangsa serta menghindari bahaya yang akan datang . (LIPI)


Memiliki pengelihatan dimalam hari 

 Tidak sperti kelelawar yang mengandalkan banyak frekuensi suara bergerak dimalam hari , burung hantu memiliki mata yang utuh dan melihat dalam gelap , namun burung hantu tidak dapat memutar tabung matanya.


Memiliki 14 bagian vertebra leher . 

Leher burung hantu sangat luar biasa , memiliki bagian vertebra leher dua kali lipat dari manusia . Sehingga burung hantu dapat memutar kepalanya hingga 270  derajat . Hal ini mengganti kekurangan pada matanya.



Memiliki Sayap  bergerigi 

Burung hantu memiliki saying bergerigi halus seperti sisir yang berfunngsi memecah aliran udara dengan sempurna sehingga burung hantu dapat terbang tanpa terdengar suara kepakan sayap .


Memiliki Cakar berlawanan

Burung hantu memiliki cakar berlawanan , dua dibelakang dan dua didepan hal tersebut membuat  mangsanya tercengkram dengan kuat .


Mesin penghancur  terbaik 

Burung hantu diketahui memaksa makanan bulat-bulat , kemudian setelah beberapa saat ia memutahkan tulang  beserta bulu-bulu mangsanya dalam bentuk pelet . Ini seperti mesin penggiling padi / heler,  ia bisa memilah tulang dan bulu mangsa didalami tubuhnya.



Source : LIPI

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun