Monday, April 16, 2018

Tentang Protein Osteopontin

Osteopontin (OPN) adalah asam sialat yang tidak terfosforilasi - protein matriks tulang non-collagenous. OPN ditemukan dalam beberapa cairan biologis termasuk plasma manusia, serum, ASI dan urin. 

OP dinamakan karena fungsinya sebagai jembatan antara sel dan mineral. OPN telah terlibat sebagai faktor penting dalam remodeling tulang. Osteopontin diekspresikan dalam sel imun, termasuk makrofag, neutrofil, sel dendritik dengan berbagai kinetika. 


OPN mempengaruhi imunitas yang diperantarai sel dan memiliki fungsi sitokin Th.1 .OPN diekspresikan secara berlebihan pada kanker paru-paru, payudara, kolorektal, lambung dan ovarium.OPN ditemukan pada plak atheromatous di dalam arteri. OPN memainkan peran penting selama peradangan akut dan kronis. 

OPN diregulasi dalam jaringan selama beberapa proses patologis termasuk aterosklerosis, stenosis katup, infark miokard dan rheumatik arthritis. OPN adalah sitokin kunci yang mengatur perbaikan jaringan. Tingkat plasma OPN meningkat pada kelebihan berat badan dan obesitas. 

Pada hewan 
protein osteopontin (OPN) yang terkandung di cangkang telur. Protein osteopontin akan menguatkan cangkang telur supaya calon anak ayam terlindungi sebelum akhirnya menetas. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar protein tersebut, akan semakin tebal dan kuat cangkang telur.

Kandungan protein ini semakin hari kian berkurang mengikuti waktu penetasan telur. Cangkang pun kian menipis sehingga anak ayam nantinya mudah untuk menembus keluar dari telur.

Kerja keras mereka terdokumentasikan dalam Jurnal Science Advances. “Cangkang telur sangat kuat dan tangguh, sesuai dengan fungsinya,” kata Marc McKee, salah satu peneliti sekaligus profesor biologi sel Universitas McGill, dikutip dari Newsweek, Sabtu (31/3/2018.

Mereka memperoleh kesimpulan demikian setelah mengambil sejumput tipis lapisan kulit telur. Selanjutnya, lapisan tersebut ditaruh di bawah mikroskop yang canggih demi mendapatkan hasil yang akurat.

Mikroskop tersebut mampu mengamati hingga struktur nano sehingga konsentrasi mineral pada kulit telur pun bisa terlihat.

Dari pengamatan tersebut, didapatkanlah protein osteopontin, sebagai struktur nano cangkang telur. Ketakjuban terhadap cangkang telur pun dilontarkan para peneliti. Pasalnya, hanya butuh waktu sekejap untuk membentuk struktur cangkang telur yang begitu kompleks.

McKee bahkan menyatakan, pembuatan cangkang telur sebagai sistem mineral tercepat yang pernah dikerjakan organisme hidup.

“Seekor ayam petelur membentuk cangkang telur seberat 0,2 ons selama 17 jam, dan itu hampir tiap hari,” imbuh McKee.

Lewat temuan protein dalam cangkang telur ini, lantas timbul ide dari peneliti untuk merancang nanomaterial yang ringan tapi kuat. Diharapkan nanomateri tersebut membantu dunia industri, dari mulai bidang elektronik hingga kesehatan.


Osteopontin: A Novel Protein Molecule
Sudhir P. Sase,

Nasional Geografic
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun