Sunday, February 11, 2018

CACING LAUT | Siklus Hidup , Peran , Reproduksi dan jenis yang dapat dimakan



Cacing Laut 

cacing laut memainkan peran penting dalam pengembangan dan keberlanjutan ekosistem pelanet  berair . Ribuan sepesies yang diketahui  , komunitas ilmuan terus menemukan cacing baru dan perilaku cacing yang sebelumnya tidak tercatat.

Peran cacing laut

Hubungan antara cacing laut dan habitatnya adalah simbiotik dapat berupa sebagai parasit , saling menguntungkan dan juga tidak saling menguntungkan dan tidak merugikan . Misal saja pada simbiotik mutualisme(menguntungkan) Terumbu karang tumbuh subur dari kebiasaan atau aktivitas cacing tanah seperti  makan , Reprduksi , dan ekskresi . Sementara cacing laut menopang dirinya pada partikulat trumbu karang. Tidak semua cacing laut hidup di lautan , namun berada dikolam pasang surut atau air payau di dataran rendah .  Dimana cacing laut mengubur diri di sediemen. Dan melakukan aktiitas oksidasi air yang bermanfaat bagi tanaman dan pertumuhan alga. Kontribusi ekologi utama cacing laut adalah sebagai makanan bagi hewan air di rantai makanan lebih lanjut.

Kebutuhan hidup cacing laut

Kebutuhan Makanan atau Nutrisi Cacing laut didapat dari dasar rantai makanan , dan banyak hewan laut secara tak langsung member makanan mereka . dalam perannya simbiotik sebagai parasit cacing laut bahkan dikatakan sebagai predator yang berhasil memakan ikan ,siput , krustasea dan kerang mereka bisa menangkap siput atau bivalvia dengan membungkus tubuh mereka disekitar korban mereka dan menyuntikannya dengan enzim pencernaan.  simbiotik kemonsalisme , Cacing laut berperan dalam mengurai hewan-hewan besar yang mati . Disamping itu aktivitas ekskresi dengan mengeluarkan kotoran sebagai nutrisi sebagai kompos untuk mikroorganisme bakteri dan tumbuhan disekitarnya.

Potensial cacing laut dalam dunia laut sering sekali digunakan sebagai tolak ukur mengenai kehidupan bawah laut , seperti polutan air , deteksi bakteri bahkan pada tingkat ukuran cadangan laut , kontaminan laut atau tingkat keusakan system bawah laut misalnya dapat dilihat dari jumlah caing laut dalam lingkungan area perairan tersebut .


Reproduksi cacing laut 

Memiliki jenis kelamin dan organ intim yang berbeda . tier gonad (kelenjar seks atau kelenjer Reproduksi cacing laut menghasilkan spera atau telur . setelah telur siap , saluran gonad terbentuk namun dihilangkan dengan penyerapan setelah reproduksi . mereka munul dalam tahap larva , berbentuk pring kecil kemudian berbaur dengan plankton laut terapung lainnya. Plankton merupakan penyumbang dasar nutrisi kepada sejumlah besar penghuni laut . jika larva berhasil bertahan di laut terbuka , cacing mini berkembang dalam lipatan seperti kantung mengembang . setelah cacing  terbentuk sepenuhnya cacing laut memakan jalan  keluar dari kantung dan jatuh kedasar laut , dimana ia memula eko-siklus lagi . kantong telur bisanya lebih banyak dimakan daripada bertahan hidup ( seleksi alam).


Cacing laut yang dapat dikonsumsi 

Dari banyaknya spesies aing laut yang ditemukannya umumnya tidak semua dapat dikonsumsi . salah satu yang umumnya dikenal diindonesia yaitu cacing palolo (eunice fucata)  . Cacing palolo tergolong anelida , family Eunicidae. Siklus dan prilaku cacing palolo meiliki system reproduksi yang unik yaitu seksual dan aseksual . Perilaku  kawain cacing pololo biasanya akan muncul ke permukaan laut hanya 2 – 3 dalam setahun , cacing pololo jantan berwarna merah kecoklatan sedangkan yang betina berwarna biru kehijauan . umumnya kondisi dapat menjadi alasan dan waktu yang tepat untuk bagi cacing pololo untuk muncul diatas permukaan laut atau menepi diperairan laut dangkal ,  di Provinsi NTB pulau Lombok tepatnya dipantai selatan seperti pantai (kuta , seger ,dll) muncul pada bulan februari  - maret .



Tradisi Bau nyale Lombok ( Tradisi menangkap cacing laut)

Di Lombok terdapat tradisi menangkap cacing laut yang disebut (Bau Nyale) , kata bau nyale merujuk pada aktivitas  banyak orang yang menangkap cacing laut .

 Bau artinya menangkap ,

 Nyale adalah penamaan cacing laut suku sasak .

Jika ditelusuri lebih dalam tentang historyi “ Bau – Nyale” . kata nyale ternyata berasal dari nama seorang putri dalam mitologi sasak kuno . Tradisi budaya nyale diakui keberadaanya sebagai salah satu vestival nasional tahunan , dan bahkan menjadi alasan wisatawan berkunjung ke-pulau Lombok . Pesta bau – nyale tersebut biasanya dimulai dari pergelaran adat dan budaya sesuai kepercayaan yang pernah terjadi dalam kisah putri nyale , yang kemudian menjadi suatu keharusan (syarat ) sebelum hari H pengankapan nyale (cacing laut) .



Penyelanggara vestival bau nyale , dibentuk seara khusus merupakan anak-anak suku sasak asli . Namun yang sering menjadi kendala adalah tentang prediksi munculnya cacing laut tersebut kepermukaan yang berkisar antra bula februari hingga bulan meret . beberapa metode untuk memprediksi secara pengalaman pola berhubungan dengan bulan pernama yaitu , 5 hari setelah bulan purnama namun tidak selalu akurat . Beberapa hal yang sedang dikaji saat ini dari beberpa sumber untuk dibuatkan penanggalan atau kalender khsusu “bau-Nyale” hingga beberapa tahun kedepan.

Baca kisah putri nyale yang menjadi latar belakang tradisi budaya (vestial ) bau nyale , disini
Mitologi kisah "Putri Nyale " Jelmaan putri Mandalike
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun