Friday, January 26, 2018

Terapi Diet dan Kolesterol terbaik dengan (isoflavon) Kedelai #2


Studi penelitian mengenai hubungan antara Isoflaon terhadap kolesterol telah dilakukan dan hasilnya mennujukkan bahwa suplementasi diet dengan protein kedelai akan menurukan kolesterol darah dan menjadi alasan telah mengurangi penyakit kronis pada poupulasi barat . Hal yang menarik dan menonjol dari penelitian suplementasi protein kedelai dalam menurukan kadar kolesterol adalah sama dengan obat-obatan penurunan kolesterol yang umumnya mahal diproduksi secara sintetik .

Terapi diet (melalui pengaturan makanan) lebih efektif jika menggunakan protein kedelai dibandingkan jika hanya menggunakan makanan rendah lemak saja . Karena mengandung isoflavon yang terdiri dari genistein , daidein dan glicitein , protein kedelai dapat menurunkan resiko penyakit kardiovasskulas dengan cara meningkatkan profile lemak darah . khusunya protein kedelai dapat menyebabkan penurunan yang nyata dalam kolesterol total LDH dan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL.

Anda bisa mencoba produk-produk kedelai disini ; Produk kedelai

Peranan sioflavon diduga mirip dengan estrogen (estrogen like) karena sama-sama dapat menurunkan kolesterol LDL . Dibandinkan dengan protein hewani , potein kedelai menurukan penyerapan koleterol dan asam empedu pada usus halus demi menginduksi peningkatan ekskresi fekal asam empedu dan sterodi. Hal ini mengakibatkan hati lebih banyak merubah kolesterol dalam tubuh menjadi empedu , yang akibatnya dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan aktivitas reseptor kolesterol LDL, yang mengakibatkan peningkatan dalam laju penurunan kadar kolesterol.

Sealai hal-hal yang disebutkan diatas terdapat alasan lain mengapa protein kedelaai memiliki peran dalam menurukan kolesterol , yaitu protein kedelai kaya akan asam amino glisin dan orginin yang mempunyai kecendrungan dapat menurukan asam insulin darah yang diikuti dengan penurunan sintesa kolesterol , bertolak belakang dengan protein hewaani mempunyai kandungan asam amino lisin yang tinggi yang cenderung meningkatkan insulin darah dan mendorong sintesis kolesterol. Rasio yang tinggi antara asam amino arigin dalam protein kedelai dan lisin akan membuat kadar kolesterol dalam darah hanya sedikit terpengaruh oleh protein kedelei . Ariginin akan menahan efek peningkatan kolesterol oleh lisin . jenis protein terbesar dala kedelai adalah globulin dengan dua jenis yaitu , yang diberi nama 115 dan 75. Kedua jenis globulin tersebut sudah terbukti dapat menstiulir tingginya afinitas reseftor kolesterol LDL dala hati manusia , sehingga menurunkan kolesterol darah.

juornal

Prof. imade sudarma ph.D
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun