Wednesday, January 17, 2018

Mengapa Kita Ikut Menangis saat Melihat Orang Lain Menangis?

Mengapa kita menangis saat menonton komplikasi drama? Atau ikut bersedih saat orang lain berduka , Merasa iba , rasa peduli , atau kita membalas sebuah senyuman dari seorang yang melempar senyum .  


Itu disebabkan terdapat system syaraf yang memiliki fungsi memantulkan perasaan emosional,  disini kita mungkin mendapat alasan yang tepat  dari ungkapan.  Dari mata turun ke-hati.

Mirror neuron atau neuron cermin adalah aktivitas atau pergerakan reflex dari pantulan gerakan orang lain ,  saat kita melihat orang lain melakukan Sesuatu seakan kita juga ikut melakukannya . Atau kita ikut merasakan sebuah perasaan orang lain dari perilaku orang tersebut yang sedang berlangsung .  persis seprti seseorang mengenakan sebuah kaca dimensi disebuah bioskop , kita merasa bahwa kita ikut berperan dan meraskan lakon dari actor tersebut .

Mengapa kita bersedih ketika kita melihat orang lain menangis ? atau baper ketika menonton sebuah drama . secara social kita mendapatkan jawaban sebagai ukuran tingkat simpati atau sensitivitas  . Penjelasan psikologi sains adalah  Mirror neuron sbuah system syaraf yang ditemukan dalam promoter cortex , inferior parietal cortex , frimary samatosensorry cortex  dan supplementary motor area . 

         Adanya mirror neuron inilah membuat seseorang menunjukkan ekspresi rasa simpatiknya  pada orang lain Berupa perasaan sedih ketika melihat orang lain manangis , rasa kecewa ketika orang lain mengalami kekalahan dan lain- lain. Belm pernah diui apakah bagian ini merupakan aktivitas mirror neutron , namun saya berpendapat bahwa “rasa menggigil  ketika melihat seseorang menggaruk papan tulis atau tembok , atau adanya gesekan benda yang membuat kita merasa ngilu “ . 

 Apa yang terjadi ketika seseorang tidak memiliki system Mirror neuron? 

 Adalah hilangnya refleksi berupa rasa Iba , rasa peduli , kemampuan untuk meniru sehingga akan merambat pada prilaku sesorang untuk saling berbagi dang mengasihi .  seseorang akan terikat pada pergerakan atau dalam lingkungan perasan diri sendiri , monotisme cenderung menjadi pribadi yang menjengkelkan tidak bisa menunjukkan rasa berkawan atau tidak dapat berpura-pura membuat sebuah ekspresi iba pada dirinya . Bahakan autisme pernah menjadi perbincangan menarik bahkan beberapa jurnal ilmiah pernah menyebutnya sebagai akibat dari cacatnya neuron cermin . 

          Apakah system mirror neuron ini begitu terikat pada pertumbuhan dan perkembangan kehidupan seseorang ? 

 Dalam banyak kasus sepertinya mirror neuron tidak memiliki keterikatan penuh , karena mirror neuron dapat ditunjukkan pada anak-anak bahkan konsep belajar dengan meniru mirror neuron menjadi alasan yang jelas  , bahkan seseorangpun dapat membuat dirinya seakan – akan atau berpura- pura berada dalam pantulan neuron . Namun Mirror neuron dikatakan menjadi sebuah alasan paling penting terhadap kemampuan berkehidupan social . 

          Pertama kali diidentifikasi diotak monyet oleh tim penliti itali pada 1990an oleh neuroscientist Glacomo rizzolati yang mempelajari bagaimana otak mengendalikan gerakan tangan dan mulut . mereka menanam microelectrodes kedalam otak monyet kemudian mengamati aktivitas sel tunggal sementara hewan meraih potongan makanan dan memasukkan kedalam mulutnya  . eksperiment ini mengungkapkan bahwa aktivitas sel tertentu meninggkat saat monyet melakukan tindakan ini . Sel- sel yang dimaksud berada di korteks premotor , bagian otak yang terlibat dalam merencanakan dan melaksanakan gerakan , hal ini tidaklah mengejutkan . 

secara kebetulan pada ksperiment tersebut ditemukan  bebrapa sel yang sama  adanya aktivitas sel yang lemah saat hewan tersebut hanya mengamati peneliti saat memasukkan makanan kemulutnya dan kemudian sel otak tersebut melakukan tembakan aktivitas yang lebih kuat saat hewan tersebut melihat monyet lain melakukan tindakan yang sama . mereka juga menemukan sel-sel terbakar saat saat monyet mengalami suat tindakan dan juga saat mreka mendengaar suara yang terkait dengannya . Berdasarkan eksperiment tersebut Diduga bahwa fungsi dari neuron cermin memiliki dua fungsi yaitu yang pertama  terlibat dalam memahami tindakan orang lain , untuk kemudianan menghasilkan representasi motorik dirinya . dengan kata lain neuron cermin mengubah informasi visual menjadi pengetahuan tentang niat tindakan orang lain . fungsi kedua yaitu imitasi atau belajar melakukan tindakan dengan mengamati orang lain . 

          Diawal –awal penemuan ini teradi Pro – Kontra terkait adanya mirror neutron dalam manusia . . Pada otak manusia memiliki perdebatan panjang menganai ada atau tidak adanya neuron cermin , alasannya manusia hanya  memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi . bahkan pada tahun 2009 penelitian yang dilakukan oleh peniliti Harvard disimpulkan mengalami kegagalan namun diakui bahwa merekam aktivitas mirror neuron pada aktvitas mahluk social seperti manusia adalah bagian yang sulit  . Namun jika Mirror neutron yang dimaksudkan seperti diatas sebelumnya  maka manusia bahkan mungkin bisa dikatakan memiliki mirror neuron yang lebih baik karena selain terkait pada imitasi atau kemampuan menuruti pergerakan , manusia bahkan mampu mengendalikan dengan penuh ,  mempertimbangkan sekaligus proses belajar , menghubungkan konsep neuron yang masih terbatas lebih luas berupa pantulan kembali bahkan terbalik yaitu tidak hanya mengikuti sebuah aktivitas tetapi membuat sebuah aktivitas yang secara sadar agar dapat diikuti orang lain , membuat sebuah aktivitas persuassif , bahkan mampu memprediksikan sebuah aktivitas dari pantulan aktivitas orang lain . 

Pada tahun 2010 sekelompok penelitian melakukan sebuah riset pada  pada penderita epilepsi yaitu aktivitas sadar pada akan menjalani bedah syaraf , dan serangkaian rekam aktivitas saraf .  mengklaim hal tersebut menjadi satu bukti adanya neuron cermin pada manusia . dana menyatakan bahwa sel tersebut berada pada hippocampus , area yang terlibat dalam pembentukan memori . 

        Penemuan tentang neuroscenint  merupakan penemuan yang penting terakhir dalam neuroscience. Menurut psikolog V.S Ramahandran , Ph.D, menyebutkan bahwa neuroscience merupakan cerita paling penting yang tidak terpublikasi .  Namun harus diakui bahwa data atau hubungan- hubungan yang jauh merambat pada kehidupan mansuia umunya  masih kurang dan perlu terus untk dilakukan pengujian . 



https://www.pbslearningmedia.org/resource/hew06.sci.life.reg.mirrorneurons/mirror-neurons/#.Wl4MDcsZ5Ag

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3510904/

Bersambung

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun