Wednesday, January 10, 2018

IODIN ; sumber iod , sifat , pembuatan iod , persenyawaann dan kegunaan

IODIN adala unsurke-4 golongan halogen dengan nomor atom 53 . Iodin merupakan satu - satunya anggota halogen yang terdapat dialam dengan bilangan oksidasi positif


a. Sumber Utama

           Iodin merupakan satu-satunya anggota halogen yang terdapat di alam dengan bilangan oksidasi positif. Selain terdapat sebagai I- dalam air laut dan tambang garam, juga ditemukan sebagai natrium iodat (NaIO3), yang dalam jumlah kecil bercampur dengan NaNO3 dalam sendawa Chile (Chile saltpeter).


b. Pembuatan, Sifat-sifat, dan Kegunaan iodin

       Bijih tambang Chile saltpeter diproses dengan reduksi NaIO3 oleh sejumlah NaHSO3 yang dikontrol. Reaksi utamanya adalah


 5 HSO3-(aq) + 2 IO3-(aq) → I2(s) + 5 SO42-(aq) +                                                3 H+(aq) + H2O(l)


Harus dihindari hidrogen sulfit berlebih, karena akan mereduksi I2 menjadi I-. Di Amerika Serikat, iod diproduksi dengan cara oksidasi oleh klor terhadap I- dari tambang garam.

       Pada suhu kamar, iod mengkristal sebagai lembaran hitam (ungu gelap) dengan kilat metalik yang dapat menyublim dengan cepat pada tekanan 1 barr menjadi uap berwarna ungu yang terdiri atas molekul-molekul I2. Dari analisis sinar-X, walaupun padatannya mengandung molekul I2 yang diskrit, tetapi sifatnya sangat berbeda dari zat padat molekuler umumnya. Misalnya, daya hantar listriknya bertambah dengan naiknya suhu seperti pada unsur-unsur semikonduktor. Demikian pula, iod cair bersifat konduktor lemah, yang konduktifitasnya berkurang dengan naiknya suhu seperti pada logam. Jadi, meskipun lemah, sifat logam juga dijumpai dalam golongan halogen.

         Kebanyakan larutan iod, misalnya dalam CCl4 dan dalam hidrokarbon, juga berwarna violet. Namun, dalam air dan dalam alkohol, larutannya berwarna coklat, kemungkinan karena interaksi yang tidak biasanya antara I2 dan pelarut. Bila iod kontak dengan pati akan dihasilkan warna biru tua yang khas, yang disebabkan oleh kompleks pati-I2. Pembentukan warna biru merupakan dasar penggunaan campuran pati-potassium iodida untuk tes kualitatif adanya oksidator. Oksidator mengubah I- menjadi I2, yang kemudian membentuk kompleks yang berwarna. Jika oksidatornya sangat kuat, warna itu akan memudar karena I2 teroksidasi lebih lanjut ke bilangan oksidasi lebih tinggi.

       Kelarutan iod dalam air sangat sedikit, tetapi dapat diperbesar dengan mudah dengan adanya ion iodida. Perubahan warna dari coklat menjadi merah tua karena terbentuknya ion tri-iodida, I3-. Ion ini juga dikenal dalam zat padat NH4I3, dimana dari analisis sinar-X diketahui bahwa ion I3- adalah linier. Ion ini menyalahi aturan oktet. Hal ini dapat terjadi mungkin karena ukuran atom I yang besar yang mampu mengakomodasi lebih dari delapan elektron pada kulit terluar. Dalam larutan basa, I2 mengalami disproporsionasi menjadi ion iodida dan ion hipoiodit (IO-)

I2(s) + 2 OH-(aq)  →  I-(aq) + IO-(aq) + H2O(l)

Disproporsionasi lebih lanjut menjadi ion iodat (IO3-) dipercepat dengan pemanasan atau penambahan asam. Ion iodat dalam larutan asam merupakan oksidator yang lebih lemah dibanding ion bromat atau ion klorat. Hal ini ditunjukkan oleh potensial oksidasi

 I2(s) + 6 H2O(l)  → 2 IO3-(aq) + 12 H+(aq) + 
                                   10e -1,2 v

 Karena IO3- adalah oksidator yang lebih lemah dibanding ClO3-, iodat dapat dibuat dengan cara oksidasi I2 oleh ClO3-. Garam iodat tidak begitu eksplosif dibanding klorat atau bromat. Kestabilan iodat yang lebih tinggi juga ditunjukkan bahwa HIO3 dapat diisolasi secara murni (zat padat berwarna putih), sementara HClO3 dan HBrO3 tidak dapat diisolasi secara murni dan meledak jika dilakukan pemekatan.

         Bromat tidak dapat dioksidasi ke bilangan oksidasi +7, tetapi iodat dapat walaupun memerlukan oksidator yang sangat kuat. Pada bilangan oksidasi +7, garam oksi dari iod disebut periodat. Ada beberapa macam periodat yang merupakan turunan dari HIO4 (asam metaperiodat), turunan dari H5IO6 (asam paraperiodat), dan kemungkinan lainnya. Pada metaperiodat, iod terikat secara tetrahedral pada empat atom oksigen (ion ini analog dengan ClO4-); pada paraperiodat, terdapat enam atom oksigen yang terikat secara oktahedral pada atom iod.

         Semakin ke bawah unsur-unsur halogen, atom dari unsur-unsur tersebut semakin besar sehingga semakin mudah untuk mengoksidasi ion halida menjadi halogen bebas. Ini ditunjukkan oleh ketidakstabilan larutan iod terhadap oksidasi oleh udara. Oksidasi ini berlangsung lambat pada larutan basa dan netral, tetapi semakin cepat pada larutan asam.

        Penggunaan iod lebih terbatas dibanding halogen lainnya. Kegunaannya sebagai antiseptik seperti dalam iodium tincture (larutan I2 dalam alkohol) dan sebagai iodoform (CHI3). Karena hanya sejumlah kecil iod diperlukan dalam makanan kita, jumlah runutan sodium iodida (10 ppm) sering ditambahkan ke dalam garam dapur (garam beriodium).


c. Senyawa-senyawa: Sifat-sifat dan Kegunaan

        Senyawa iod yang penting adalah iod pentoksida yang dibuat dengan cara memanaskan asam iodat. Senyawa ini adalah berupa anhidrat asam pentoksida.

    Reaksi pada suhu 240k

  2HIO3  ===  I2O5  +  H2O

   H2O, cepat

          Ion pentoksida adalah zat pengoksidasi dan salah satu kegunaannya adalah pada penentuan CO, dimana iod yang dibebaskan ditentukan melalui iodometri.

  5CO  +  I2O5  ==  I2  +  5CO2

I2O5 mempunyai struktur jaringan tiga dimensi dengan satuan O2IOIO2 dirangkai oleh interaksi intermolekul I....O.

         Senyawa lain adalah periodat yang mirip dengan tellurat dalam stoikiometrinya. Kesetimbangan utama dalam larutan asam adalah

  H5IO6  ==  H+  +  H4IO6-  K = 1 x 10-3

  H4IO6-  ==  IO4-  +  2H2O  K = 29

  H4IO6-  ==  H+  +  H3IO62-  K = 2 x 10-7


        Dalam larutan aqua pada 250C ion yang utama adalah IO4-. Kesetimbangan bergantung pada pH dan berlangsung cepat. Asam periodat dan garamnya digunakan dalam kimia organik sebagai pengoksidasi yang biasanya bereaksi lancar dan cepat. Asam ini adalah oksidator yang berguna dalam analisis, misalnya, ia dapat mengoksidasi Mn2+ menjadi MnO4-.

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun