Wednesday, January 10, 2018

BROM; sumber brom , sifat , pembuatan brom , persenyawaan dan kegunaan

Brom adalah unsur ketiga dari golongan halogen memiliki nomor atom 35 dengan ciri has memiliki bau yang tajam .


a. Sumber utama

      Brom, dari bahasa Latin bromos yang berarti bau yang tajam, terdapat sebagai ion bromida dalam air laut, tambang, dan endapan garam. Kelimpahannya kurang dari seperseratus kelimpahan klor.

b. Pembuatan, Sifat-sifat, dan Kegunaan brom

        Unsur ini dibuat dengan cara oksidasi larutan bromida oleh klor, seperti melewatkan gas klor ke dalam air laut. Karena klor adalah oksidator yang lebih kuat maka reaksi di bawah ini dapat terjadi

Cl2(g) + 2 Br-(aq)  →  Br2(l) + 2 Cl-(aq)

Pengambilan brom dari larutan yang dihasilkan dilakukan dengan meniupkan udara di atas larutan ini, karena brom sangat volatil. Pada suhu kamar brom berupa cairan merah yang mobil, tapi kental, dan volatil berwarna oranye gelap (satu-satunya liquid non-logam pada suhu kamar) yang mempunyai bau tajam menyengat. Brom adalah zat yang berbahaya karena menyerang kulit yang dapat menimbulkan luka yang sembuhnya lambat. Uap Br2 mempunyai bau yang tidak menyenangkan dan dapat menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernafasan.


c. Senyawa-senyawa: Sifat-sifat dan Kegunaan

        Meskipun daya oksidasinya lebih lemah dibandingkan klor, brom bereaksi dengan unsur lain membentuk bromida. Hidrogen bromida, seperti HCl, adalah asam kuat tapi lebih mudah dioksidasi daripada HCl. Sementara HCl dapat dibuat dengan cara memanaskan garam natrium dengan asam sulfat, tetapi HBr tidak dapat karena asam sulfat panas akan mengoksidasi HBr menjadi Br2 dan harus digunakan asam yang non-oksidator seperti H3PO4.

 Dalam larutan basa, brom mengalami disproporsionasi menjadi ion bromida dan ion hipobromit (BrO-). Reaksi ini diikuti secara cepat dengan disproporsionasi lanjutan
 

   3 BrO-(aq) → 2 Br-(aq) + BrO3-(aq)


menghasilkan ion bromat, BrO3-. Asam bromat, HBrO3, yang murni belum dapat dibuat. Dalam larutan aqua, asam ini adalah asam kuat dan juga oksidator kuat. Potensial oksidasi
 
Br2(l)   + 6 H2O(l) →  2 BrO3-(aq)  + 12 H+(aq)  +                                         10e  -1,5 v

menunjukkan bahwa bromat adalah oksidator yang sedikit lebih kuat daripada klorat. Selain itu, juga kerjanya lebih cepat. Tidak terdapat senyawa brom yang dikenal dengan bilangan oksidasi +7, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk membuatnya. Hal ini sangat mengherankan karena klor dan iod dapat membentuk senyawa semacam ini.

         Salah satu penggunaan brom yang terpenting adalah dalam pembuatan perak bromida untuk emulsi fotografi. Tetapi penggunaan utama brom adalah dalam pembuatan dibromoetana (C2H4Br2) yang digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar minyak yang mengandung tetraetiltimbal. Tetraetiltimbal (C2H5)4Pb, ditambahkan ke dalam bensin sebagai zat anti-knock, terdekomposisi dalam pembakaran membentuk deposit timbal. Dibromoetana mencegah akumulasi deposit timbal dalam mesin kendaraan.

Drs. Jeckson siahaan, M. Pd

Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun