Tuesday, September 13, 2016

MINYAK BIJI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) makalah oleokimia

                                                                                  Gambar 1 ;   food.detik.com


Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman polong-polongan atau legum anggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang-kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. 
 Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol, Cina atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597. Pada tahun 1863 Holle memasukkan kacang tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula kacang tanah dari Mesir Republik Rakyat Tiongkok dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia. Tanaman yang berasal dari benua Amerika Selatan ini tumbuh secara perdu setinggi 30-50 cm (1 hingga 1½ kaki) dengan daun-daun kecil tersusun majemuk.
Kacang tanah bermula terpusat di India, China, Nigeria, Amerika Serikat dan Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Di Indonesia, kacang tanah terpusat di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. 
  Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau. Beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang kacang tanah adalah penyakit layu, penyakit bercak daun, penyakit sclerotium, penyakit karat, hama empoasca, hama uret, hama ulat berwarna, hama ulat grapyak, hama ulat jengkal, hama sikada, hama kumbang daun.                                            
                                            
Klasifikasi Kacang Tanah:
Kerajaan : Plantae
Divisi       : Tracheophyta
Upadivisi: Angiospermae
Kelas       : Magnoliophyta
Ordo        : Leguminales
Famili     :  Papilionaceae
Upafamili: Faboideae
Genus      :  Arachis
Spesies    : Arachis hypogeae L.

Beberapa spesies kacang, yaitu:
  • Arachis guaramitica Chod 
  • Arachis idiagoi Hochne.
  • Arachis angustifolia 
  • Arachis villosa Benth.
  • Arachis prostrata Benth.
  • Arachis helodes Mart.
  • Arachis marganata Garden.
  • Arachis namby quarae Hochne.
Minyak Kacang Tanah
       Minyak kacang tanah seperti juga minyak nabati lainnya merupakan salah satu kebutuhan manusia yang dipergunakan baik sebagai bahan pangan (edible purpose) maupun bahan non pangan (non edible purpose). 
      Sebagai bahan pangan minyak kacang tanah dipergunakan untuk minyak goreng, bahan dasar pembuatan margarin mayonnaise, salad dressing dan mentega putih (shortening), dan mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan minyak jenis lainnya, karena dapat dipakai berulang-ulang untuk menggoreng bahan pangan. 
       Sebagai bahan non pangan, minyak kacang tanah banyak digunakan dalam industri sabun, face cream, shaving cream, pencuci rambut dan bahan kosmetik lainnya. Dalam bidang farmasi minyak kacang tanah dapat digunakan untuk campuran pembuatan adrenalin dan obat asma.

Komposisi Kimia
    Polong kacang tanah yang sudah matang (cukup tua) mempunyai ukuran panjang 1,25 – 7,50 cm dan berbentuk silinder. Tiap-tiap polong kacang tanah terdiri dari kulit (shell) 21 – 29 %, daging biji (kernel) 69-72 , 40 %, dan lembaga (germ) 3,10 – 3,60 %. Dari jumlah 9,1 persen kadar nitrogen kacang tanah, sebesar 8,74 persen diantaranya terdiri dari fraksi albumen, gluten dan globulin. Kacang tanah mengandung asam-asam amino esensial, yaitu arginin (2,72 %), fenilalanin (1,52 %), histidin (0,51 %), isoleusin (0,99 %), leusin (1,92 %), lisin (1,29 %), methionin (0,33 %), tritophan (0,21 %) dan valin (1,33 %).
Tabe : Komposisi daging kacang tanah
     
Komposisi Kimia
      Minyak kacang tanah mengandung 76-82 % asam lemak tidak jenuh, yang terdiri dari 40-45 % asam oleat dan 30-35 % asam linoleat. Asam lemak jenuh sebagian besar terdiri dari asam palmitat, sedangkan kadar asam miristat sekitar 5 %. 
      Kandungan asam linoleat yang tinggi akan menurunkan kestabilan minyak. Kestabilan minyak akan bertambah dengan cara hidrogenasi atau dengan penambahan anti-oksidan. Dalam minyak kacang tanah terdapat persenyawaan tokoferol yang merupakan anti-oksidan alami dan efektif dalam menghambat proses oksidasi minyak kacang tanah.
Tabel.Asam lemak minyak kacang tanah

       Di dalam kacang tanah terdapat karbohidrat sebanyak 18 persen dengan kadar pati 0,5 – 5,0 persen dan kadar sukrosa 4 – 7 persen. Vitamin-vitamin yang terdapat adalah riboflavin, thiamin, asam nikotinat, vitamin E dan K. Sebagian besar kandungan mineral terdiri dari kalsium, magnesium, fosfor dan sulfur. 
       Racun di dalam kacang tanah yang disebut aflatoksin, dihasilkan oleh cendawan Aspergillus flavus. Aflatoksin ini terdiri dari B1, B2, G1, G2. Kode B dan G menunjukkan intensitas fluorecence biru (blue) dan hijau (green) jika disinari dengan sinar ultra violet. Kacang tanah berumur tua, yang digunakan sebagai bibit kadang-kadang mengandung aflatoksin.

Sifat Fisik dan Kimia Minyak Kacang
     Minyak kacang tanah merupakan minyak yang lebih baik daripada minyak jagung, minyak biji kapas, minyak olive, minyak bunga matahari, untuk dijadikan salad dressing, dan disimpan di bawah suhu -11oC. Hal ini disebabkan karena minyak kacang tanah jika berwujud padat berbentuk amorf, dimana lapisan padat tersebut tidak pecah sewaktu proses pembekuan. 
     Minyak kacang tanah yang didinginkan pada suhu -6,6oC, akan menghasilkan sejumlah besar trigliserida padat. Berdasarkan flow test, maka fase padat terbentuk dengan sempurna pada suhu -6,6oC.

2.5 Kandungan Kacang Tanah
 Jenis kacang-kacangan memiliki kandungan gizi yang memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia. Jenis kacang – kacangan itu sendiri sangat beragam, yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat antara lain kacang hijau, kacang tanah, kacang merah. Kacang tanah, jenis kacang yang satu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai olahan kue, makanan ataupun sayuran. 
   Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. 
  Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya. Mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka jenis kue.
  Kacang tanah juga dikatakan mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh dalam mencegah beberapa penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali seminggu, dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja meningkatkan kemampuan pompa jantung dan menurunkan resoki penyakit jantung koroner. Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama penyakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat.

 Manfaat Kacang Tanah
  Di bidang industri, digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun dan minyak goreng. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. 
  Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak (40,50%), protein (27%), karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral antara lain Calcium, Chlorida, Ferro, Magnesium, Phospor, Kalium dan Sulphur.

Kegunaan Kacang Tanah
A. Khasiat Kacang Tanah Untuk Kesehatan
1. Mengurangi Risiko Kanker Usus
         Kacang tanah bisa mengurangi risiko kanker usus, terutama untuk wanita. Memakan kacang tanah sedikitnya 2 sendok makan setiap hari dapat menurunkan risiko kanker pada wanita sampai dengan 58% dan pada pria sampai dengan 27%.

2. Mengurangi Risiko Stroke
          Kacang tanah mengandung antioksidan yang dikenal dengan resveratrol. Zat aktif ini diketahui dapat meningkatkan produksi senyawa nitrat oksida dalam tubuh, sehingga khasiat kacang tanah berguna untuk mengurangi resiko stroke.

3. Dapat Menurunkan Berat Badan
           Para wanita yang makan kacang tanah sedikitnya 2 kali seminggu cenderung terhindar dari obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi kacang tanah. Bahkan kacang yang sudah dibuat menjadi selai diketahui mengurangi peluang kenaikan berat badan.

4. Mengontrol Kadar Gula Darah
            Zat Mangan dalam kacang memiliki fungsi untuk membantu penyerapan kalsium, lemak dan karbohidrat serta mengatur kadar gula darah.

B. Khasiat Kacang Tanah Untuk Kecantikan
1. Mengurangi Kerut Pada Wajah
          Kacang tanah mengandung asam lemak yang cukup banyak, yang dipercaya sangat baik untuk sel saraf di dalam otak. Sel saraf otak yang sehat akan membuat anda lebih bisa mengontrol stress dan bad mood, sehingga mengurangi kemungkinan munculnya kerutan pada kulit.

2. Melawan Efek Penuaan Dini
           Zat fitokimia yang sama juga ditemukan pada anggur dan wine. Riset menunjukkan bahwa resveratrol bisa meningkatkan penyerapan gula dari dalam darah dan mengendalikan efek penuaan dini.

3. Menjadikan Kulit Lebih Mulus
          Kerusakan kulit adalah akibat dari terjadinya oksidasi pada kulit. Ini adalah suatu proses kimia, dimana molekul yang disebut radikal bebas “mencuri” elektron dari sel kulit yang sehat. Vitamin E pada kacang tanah dapat melindungi sel kulit kita dari efek oksidasi. Vitamin E juga melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang menyebabkan terbakarnya kulit. Hasilnya adalah kulit yang lebih mulus.

4. Menghilangkan Bekas Luka
         Beta karoten, jenis anti oksidan lainnya yang ditemukan pada kacang tanah merupakan zat yang sangat penting bagi kesehatan kulit. Beta karoten dapat dirubah menjadi vitamin A dalam tubuh yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan sel kulit baru dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Hal ini menyebabkan khasiat kacang tanah dapat membantu menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas luka dengan lebih cepat.

5. Mengurangi Rambut Rontok
         Vitamin C dalam kacang tanah membantu produksi kolagen, yang menjaga jaringan sel dalam rambut agar tidak mudah patah dan rontok. Kacang tanah juga mengandung l-arginine yang digunakan dalam perawatan kebotakan pada pria. Asam omega 3 juga dapat menguatkan folikel rambut dan akar rambut serta memicu pertumbuhan rambut.

6. Serat dalam kacang-kacangan sangat penting untuk mengeluarkan racun
          Serat dalam kacang-kacangan sangat penting untuk mengeluarkan racun. Racun dalam tubuh menyebabkan kulit yang kusam dan minyak berlebih. Makan kacang secara teratur membantu membuang kelebihan racun pada tubuh untuk membuat kulit yang sehat.

7. Sebagai Anti Ketombe
8. Sebagai Aromaterapi
9. Meningkatkan Daya Ingat



DAFTAR PUSTAKA

https://fr.scribd.com/mobile/doc/285193904/BAB-1-Minyak-Nabati-pdf
jelochrisvhan.blogspot.com/2014/09/makalah-kacang-tanah.html
rickyagrofaperta.blogspot.com/
bintangheaven.blogspot.com/2011/12/makalah-kacang-tanah.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tanah
ariwahyudi.web.id › Tips & Tutorial
manfaat.co.id/manfaat-kacang-tanah
Previous Post
Next Post

0 komentar:

santun