Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Tata Surya


Sampai dengan tahun enam-puluhan ada dua mazhab utama yang mencoba menjelaskan tentang asal-mula Tata Surya kita. Yang pertama adalah mazhab monistik. Matahari dan planet serta anasir yang ada didalamnya berasal dari materi yang sama, pencetus hipotesis ini adalah Laplace dan beberapa pemikir sebelumnya seperti Descartes, Immanuel Kant dan von Weizsaker.

Mazhab yang kedua adalah mazhab dualistik yang dianut oleh Buffon, Chamberlain, Moulton, Jeans, Jeffrey, Woolfson, Schmidt dan Lyttleton. Intinya adalah Matahari dan planet serta anasir kosmik lainnya yang ada dalam Tata Surya tidak harus berasal dari materi yang sama, serta bisa saja terbentuk pada kurun waktu yang berbeda. Setiap teori memiliki keberhasilan dalam memecahkan masalah tertentu namun bisa jadi mempunyai kelemahan untuk kasus yang berbeda.

Teori monistik tidak bisa menjawab bagaimana nebula tunggal bisa berevolusi secara spontan dan menghasilkan momentum sudut dengan fraksi yang kecil dari materi totalnya. Salah seorang yang mencoba menjelaskan hal ini adalah Roche yang mengajukan hipotesis tentang adanya nebula terkondensasi dengan kerapatan tinggi. Pendekatan lain mempostulatkan piringan yang tidak terlalu terpusat tetapi memiliki rapat masa yang cukup sehingga fraksi massa nebula bisa mencapai 10% - 50% massa matahari, dalam kondisi seperti ini bagian terbesar piringan akan terlepas dan akhirnya membentuk planet.

Teori dualistik yang melibatkan interaksi dua bintang, mencoba menghindari masalah spin Matahari yang lambat dengan mengasumsikan adanya sebagian materi yang lepas tatkala dua bintang saling berpapasan. Materi yang lepas ini kemudian menjadi planet. Sayangnya tidak ada mekanisme yang bisa menjelaskan bagaimana caranya memindahkan materi ke jarak tertentu dari Matahari agar bisa memberikan momentum sudut yang cukup. Belakangan teori kreasi Schmidt-Lyttleton mencoba memecahkan masalah momentum sudut dengan mengajukan penangkapan materi dalam kondisi yang tersebar, dan bisa menghasilkan momentum sudut yang cukup untuk bisa menjelaskan gerak planet. Teori tumbukan Jeffrey untuk materi yang terlontar dari Matahari hanya memberikan daerah yang terbatas disekitar Matahari.

Model lainnya adalah model planetesimal yang merupakan hasil kondensasi materi padat yang tidak sempat menjadi Matahari. Teori yang diajukan oleh Chamberlain-Moulton merupakan salah satu teori yang banyak diacu orang. Sampai saat ini teori planetesimal telah menghasilkan banyak hal baru dalam cosmogony. Pada dasarnya untuk mempelajari Tata Surya ada enam hal yang dijadikan syarat batas, yaitu;

  1. Tata Surya terdiri dari objek-objek benda langit yang bergerak pada bidang orbit yang dikontrol oleh gravitasi Matahari. Objek ini mengalami tekanan radiasi atau ber interaksi dengan (angin Matahari) solar wind.
  2. Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah massa total objek di dalam Tata Surya menunjukkan fraksi kurang dari 0,0015 massa Matahari dan yang kedua adalah kebanyakan dari anggota Tata Surya mengorbit dekat dengan bidang ekuator Matahari.
  3. Planet merupakan objek yang massive di dalam Tata Surya, memiliki orbit yang hampir lingkaran, mengitari Matahari, dan berada pada rentang jarak heliosentrik antara 0,4 – 40 AU. Diameternya berkisar antara ribuan kilometer sampai lebih dari 100000 km.
  4. Di antara lintasan Mars dan Jupiter, terdapat benda-benda kecil yang dikenal sebagai Asteroid atau planet minor. Asteroid mengorbit mengitari Matahari dan berdiameter dari beberapa meter sampai dengan beberapa ratus kilometer.
  5. Komet, objek yang lebih kecil dengan radius sekitar beberapa kilometer dan bergerak dalam orbit elip memiliki inklinasi tinggi terhadap bidang orbit Bumi, disebut juga bidang ekliptika. Objek lainnya adalah satelit, yang mengorbit mengitari planet.
  6. Medium antar planet (interplanetary medium), dalam Tata Surya terdiri dari butiran-butiran debu dan plasma. Plasma terdiri dari electron dan ion, yang sebagian besar berada didalam korona Matahari.

Post a comment for "Mengenal Tata Surya"

Berlangganan via Email